fbpx

Memahami Pentingnya Cek Plagiarisme dalam Penyusunan Karya Ilmiah

Memahami Pentingnya Cek Plagiarisme dalam Penyusunan Karya Ilmiah
sumber foto : shutterstock.com

Cek Plagiarisme – Menyusun sebuah karya ilmiah jenis apapun memang tidak bisa dikatakan mudah, meskipun hasil penelitian sudah didapatkan. Namun menuangkannya menjadi kalimat yang bisa dan mudah dipahami dalam karya ilmiah bukan persoalan mudah.

Karena alasan sulitnya menuliskan hasil penelitian ini terkadang mahasiswa maupun dosen membutuhkan referensi. Jika sekedar dijadikan referensi kemudian ditulis ulang memakai bahasa sendiri sesuai kebutuhan tentu tidak masalah.

Namun jika karya ilmiah lain kemudian secara mentah kalimatnya dipakai, maka sudah melakukan praktek plagiarisme. Praktek ini sudah termasuk tindak kejahatan, sehingga bisa berdampak parah. Oleh sebab itu perlu dihindari, salah satunya dengan melakukan cek plagiarisme sebelum berlanjut ke proses berikutnya. 

Baca juga : Cara Cek Plagiarisme Untuk Jurnal Dan Skripsi Secara Online

Seberapa Penting Cek Plagiarisme Harus Dilakukan? 

Melakukan cek plagiarisme menjadi langkah penting didalam proses penyusunan karya ilmiah jenis apapun. Sebab dengan melakukannya akan memperoleh sejumlah manfaat berikut ini: 

  • Menghindari tindak kejahatan, sebab plagiarisme termasuk ke dalam tindak kejahatan terhadap hak cipta yang tentu bisa berakhir di meja hijau. 
  • Menjaga kualitas karya ilmiah yang disusun tetap baik, karena bentuk plagiat sekecil apapun akan mengurangi mutu dari sebuah karya ilmiah. 
  • Sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha orang lain dalam menyusun karya ilmiah, sehingga tidak asa menjiplak isinya dan digunakan sesuka hati. Sebab bisa jadi penulis sebelumnya melakukan perjuangan keras untuk bisa menyusun karya ilmiah yang Anda jiplak tadi. 
  • Ikut membangun reputasi perguruan tinggi maupun instansi manapun yang menjadi tempat Anda menulis karya ilmiah. Sebab perguruan tinggi dan instansi ini sudah sukses mencetak generasi yang tidak hanya bisa menduplikasi namun menyusun karya sendiri secara mandiri. 

Supaya terhindar dari plagiarisme, baik yang disengaja maupun yang tidak maka perlu melakukan cek plagiarisme. Bisa mengandalkan sejumlah situs yang menyediakan layanan pengecekan tersebut, sehingga sejak awal bisa memastikan karya tulis yang disusun bersih dari duplikasi. 

Baca juga : Cek Plagiarisme Online? Pakai Cara Ini!
Baca juga : Komunitas Mahasiswa Pascasarjana UNY Kenalkan Mendeley Desktop Mencegah Plagiarisme

Tips Menghindari Plagiarisme dalam Menulis Karya Ilmiah 

Mungkin beberapa dari Anda masih bingung, bagaimana memastikan karya ilmiah yang disusun bebas dari plagiarisme. Sehingga ketika melakukan cek plagiarisme hasilnya benar-benar bersih. Berikut beberapa tips menghindari plagiarisme yang bisa dicoba: 

1. Membuat Kutipan Langsung 

Tips pertama adalah dengan membuat kutipan langsung, yakni menyalin sebagian teks dari sebuah karya ilmiah. Diberi tanda petik dan mencantumkan sumber atau mencantumkan kreditnya. 

Setelah itu dijelaskan dengan menggunakan bahasa sendiri, sehingga tidak asal mengutip maupun menyalin. Melainkan dibuat sedemikian rupa agar tidak terkesan asal menyalin saja tanpa adanya usaha apapun. 

2. Membuat Parafrasa Teks 

Berikutnya adalah membuat teks parafrasa, yakni mengutip dari kalimat karya tulis lain dan dikembangkan memakai bahasa sendiri. Namun perlu memastikan bahwa apa yang ditulis tidak mengubah gagasan maupun ide dari sumber yang dikutip tadi. 

Biasanya di kalimat awal bisa ditambahkan kata-kata “Dilansir dari”, “Dikutip dari…”, silahkan menyebutkan sumbernya. Selanjutnya tetap harus dikembangkan dengan bahasa sendiri, baru kemudian melakukan cek plagiarisme untuk memastikan sudah bebas plagiat atau belum. 

3. Daftar Pustaka 

Jangan pernah lupa untuk menyusun daftar pustaka dan diletakan di bagian akhir karya tulis. Pada bagian ini Anda bisa mencantumkan semua sumber yang hasil karya ilmiahnya dipakai atau dikutip sesuai kebutuhan. 

Penulisan daftar pustaka biasanya memiliki aturan atau kaidah tersendiri, dan seringnya selalu update. Jadi, pastikan menyesuaikan dengan kaidah yang baru sebab perlu mencantumkan sumber referensi secara lengkap dan detail. 

4. Melakukan Sitasi dalam Teks 

Melakukan sitasi adalah mencantumkan sumber dari kutipan yang ditulis di dalam karya ilmiah yang disusun. Melakukan sitasi akan mencegah karya ilmiah yang dibuat terdeteksi plagiat ketika dilakukan cek plagiarisme. 

Penulisan sitasi sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara, ada yang memasukan nama lengkap penulis karya ilmiah yang isinya dikutip. Ada juga yang mencantumkan judul karya ilmiah ditambahkan pula dengan tahun terbit, dan ada juga yang berupa nama penulis diikuti tahun terbit. 

Memastikan karya ilmiah yang disusun bebas plagiat menjadi kebutuhan sekaligus kewajiban. Jadi, pastikan sudah melakukan cek plagiarisme sebelum benar-benar menuju ke tahap berikutnya. Sehingga kualitas karya tulis yang disusun terjaga begitu juga dengan reputasi Anda dan perguruan tinggi tempat Anda mengajar maupun kuliah. 

Manfaat Menghindari atau Mencegah Plagiarisme 

Melakukan tindakan plagiat apapun jenis dan tipe plagiat tersebut tentu mendatangkan banyak dampak merugikan. Sebaliknya, manakala selalu berkomitmen untuk menghindari tindakan plagiat maka ada banyak manfaat bisa didapatkan. 

Memang untuk menghindari plagiat ini susah, karena butuh proses penyusunan karya yang lebih lama. Namun jika sudah dibiasakan dan dibudayakan maka bisa memperoleh manfaat menarik berikut ini: 

Membangun Ketajaman Berpikir 

Membebaskan diri dari segala unsur dan praktek plagiat sama artinya membangun kecerdasan dan intelektual diri. Lewat kebiasaan ini maka seseorang, misalnya dosen dan mahasiswa bisa membangun ketajaman berpikir. 

Sebab terbiasa mencari solusi, terbiasa pula untuk menuliskan hasil penelitian dan data ke dalam karya ilmiah dengan bahasa yang tepat. Sehingga otak akan terasah menjadi lebih baik dan semakin cerdas. 

Jika sudah terbiasa memaksa dan mengajak otak dalam pikiran untuk bekerja keras. Maka kedepannya tidak akan menjadi masalah jika berhadapan dengan topik penelitian yang lebih berbobot dan menantang, dijamin tetap berpegang teguh untuk menghindari plagiat. 

Mengasah Kreativitas 

Plagiat yang sudah menjadi kebiasaan bahkan budaya berpotensi untuk menumpulkan kreativitas. Pelakunya tidak akan bisa berpikir kreatif, inovatif, dan pintar dalam mencari solusi karena terbiasa berpikir praktis. 

Sebaliknya, pada saat membiasakan diri untuk menghindari praktek plagiat apapun bentuknya. Maka pelakunya akan semakin kreatif, karena terbiasa berpikir kreatif untuk bisa menghasilkan karya tulis yang memang berkualitas dan hasil jerih payah sendiri. 

Karya dari orang yang menghindari plagiarisme akan terus berkembang dan semakin kreatif. Sehingga tidak akan rugi selalu berusaha keras menghindari plagiat, karena kedepannya bisa terbiasa berpikir dan berperilaku kreatif. 

Menjadi Pribadi yang Jujur dan Bermoral 

Menghindari plagiat akan berusaha menghargai karya orang lain, sehingga terbiasa untuk bersikap jujur dan menjunjung tinggi moral sebagai manusia khusus kalangan akademisi. 

Sehingga dengan menjadi pribadi yang antipati terhadap tindakan plagiat akan membantu mereka menjadi pribadi yang selalu jujur. Mengakui apa yang merupakan karya sendiri, dan mana yang dikutip dari sumber tulisan orang lain. 

Karakter ini tentu karakter orang yang bermoral, karena memang menjadi diri sendiri dan mampu menghargai kemampuan yang dimiliki. Sekalipun kemampuan tersebut memang masih terbatas dan banyak kekurangan. 

Berhasil Memajukan Negara 

Orang yang terbiasa menghindari plagiat akan selalu menemukan hal baru dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan, termasuk masalah global. Hasil tulisan mereka pun pada akhirnya bermanfaat besar. 


Selain itu juga memiliki kemampuan untuk memajukan suatu negara, karena setiap solusi dan kreatifitas yang dituangkan dalam karya ilmiah sangat bermanfaat. Oleh sebab itu, budaya plagiat perlu dihindari dengan ketat. Supaya tidak menghalangi suatu bangsa untuk maju dan berkembang. 

Meningkatkan Kredibilitas 

Selalu produktif menelurkan karya tulis dan membagikan ilmu sekaligus solusi di dalamnya tanpa unsur plagiat. Sama artinya sedang membangun kredibilitas. Sehingga saat seseorang tidak pernah melakukan plagiat maka sudah berhasil mengukuhkan kredibilitasnya. 

Kualitas dari karya yang dibuat adalah murni hasil kerja keras orang tersebut. Sehingga dirinya lebih dihargai orang sekitar, dan berkesempatan untuk sukses dengan budaya positifnya yang kreatif, jujur, dan anti terhadap plagiat. 

Melakukan tindakan plagiat tentu tidak akan pernah dibenarkan, maka perlu dijadikan budaya. Supaya terhindar maka bisa melakukan pengecekan berkala setiap kali usai menulis. Jika sudah terbiasa, maka berbagai manfaat di atas bisa dirasakan. 

Penulis : duniadosen.com/Pujiati
Editor : Wahyudha Wibisono

Sumber :
https://www.kompasiana.com
https://penerbitdeepublish.com
https://idwebhost.com/
https://seoanaksholeh.com

Share ke sosial media

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132