fbpx

Ciptakan Buku Ajar Matematika Audio-Tekstual untuk Tunanetra, Subagya Raih Doktor

Drs. Subagya M.Si., dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan, UNS Surakarta ini dipresentasikan untuk memperoleh gelar Doktor bidang Ilmu Pendidikan, Program Pascasarjana UNY, di hadapan pimpinan sidang promosi dan tim penguji bertempat di aula kreatif, Gedung Pascasarjana, kampus UNY, Selasa, (18/6/19). (dok. Humas UIN)

Yogyakarta – Keterbatasan siswa tunanetra memperoleh berbagai pengetahuan dapat diminimalisir salah satunya dengan menyediakan sumber bacaan/buku yang mudah diakses. Banyak teknologi bantu yang dapat memudahkan siswa tunanetra memahami pengetahuan. Misalnya aplikasi screen reader, open book, noteker, talking book dan lain-lain. Namun penyediaan buku mata pelajaran bagi siswa tunanetra yang berbasis teknologi digital yang membuat mudah siswa tunanetra memahami berbagai bidang pengetahuan masih minim.

Dalam pembelajaran matematika, siswa tunanetra mengalami kesulitan. Karena sebagian besar bahasa matematika berbentuk deskripsi konsep visual yang menuntut tunanetra melakukan pemrosesan kognitif yang lebih besar dibanding siswa yang bisa melihat. Siswa tunanetra juga mengalami kesulitan yang lebih besar dari siswa yang awas dalam memahami pembelajaran matematika yang berkaitan dengan obyek geometri baik dua maupun tiga dimensi.

Drs. Subagya M.Si., (59 tahun) melakukan riset pengembangan buku ajar berbasis audio tekstual matematika untuk siswa tunanetra SMP. Dengan harapan siswa SMP lebih mudah memahami pelajaran matematika dalam upaya mengasah penalarannya, bahkan memudahkan siswa belajar mandiri.

Drs. Subagya M.Si., Kepala Pusat Studi Difabel LPPM UNS yang pernah aktif menjadi Dosen Luar Biasa di Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga ketika sedang mempresentasikan temuannya yang diberi nama Buku Siswa Audio Tekstual (BSAT) Matematika. (dok. Humas UIN)

Karya riset Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan, UNS Surakarta ini dipresentasikan untuk memperoleh gelar Doktor bidang Ilmu Pendidikan, Program Pascasarjana UNY, di hadapan pimpinan sidang promosi Dr. Sugito, MA., dan tim penguji: Prof. Dr. Suparno, M. Pd., Prof. Dr. Rusgianto, H.S., Prof. Gunarhadi, Ph.D., Prof. Dr. Sunardi, M. Sc., (promotor merangkap penguji), Prof. Herman Dwi Surjono, M. Sc., M.T., Ph., (ko-promotor merangkap penguji), bertempat di aula kreatif, Gedung Pascasarjana, kampus UNY, Selasa, (18/6/19).

Dalam keadaan pasca pemulihan dari sakit, di sela-sela proses ujian terbuka, promovendus menyampaikan pihaknya merasa harus segera mempresentasikan hasil risetnya ini sebagai tangungjawab akademik. Promovendus dengan semangat memaparkan hasil risetnya di hadapan tim penguji, walaupun harus berada di kursi roda.

Kepada tim penguji promovendus menjelaskan, melalui risetnya, Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS Surakarta ini berhasil membuat buku audio yang dilengkapi dengan buku braille/tekstual grafis dikemas secara terpadu, dibaca dengan kecepatan sedang, dengan warna suara yang lembut dan tidak diperlukan musik pengiring, diproduksi dengan format digital, sinkronisasi penuh, dan dapat dioperasikan dengan berbagai perangkat digital (computer, CD player, MP3 player, smartphone, dan Daisy player). Buku Braille/grafis tekstual ditulis dengan Braille penuh dan grafis tekstual dengan kertas Braillo standar yang dikemas dalam jilidan spiral.

Buku yang disebut Promovendus dengan nama Buku Siswa Audio Tekstual (BSAT) Matematika ini bentuk fisiknya terdiri dari bagian depan, bagian isi terdapat empat bab. Bab I tentang bilangan, bab II tentang himpunan, bab III tentang bentuk aljabar, bab IV tentang persamaan dan pertidaksamaan linier. Dan bagian belakang buku.

Menurut press release humas UIN Suka Yogyakarta, dalam proses risetnya, Kepala Pusat Studi Difabel LPPM UNS yang pernah aktif menjadi Dosen Luar Biasa di Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga ini juga melakukan uji coba penggunaan karya buku pembelajaran matematika digitalnya ini kepada subyek siswa kelompok kecil berjumlah 10 siswa tunanetra di 3 sekolah, pada subyek kelompok besar berjumlah 38 siswa tunanetra di sembilan sekolah, dengan menggunakan pendekatan kuntitatif. Sementara uji efektifitas produk menggunakan pendekatan quasi experimen with posttest-only design, analisis deskriptif-kualitatif.

Dalam proses risetnya, promovendus juga melakukan uji kelayakan. Menurut promovendus, dalam uji kelayakan oleh tim ahli media pembelajaran, ahli pendidikan anak tunanetra, ahli matematika, ahli buku audio, ahli buku Braille/grafis tekstual, dan guru ahli, BSAT Matematika ini telah dinyatakan layak dipergunakan sebagai media pembelajaran. ”BSAT Matematika ini juga bisa di download di internet. Proses riset disertasinya juga menginspirasi dibentuknya UTBK di UNS,” ujar Subagya.

Dari karya produk risetnya, bapak dua putra/putri dari Dra. Soepasetijantini, M. Pd., ini merekomendasikan pemanfaatan BSAT Matematika para guru matematika yang memiliki siswa tunanetra, sekolah yang memiliki siswa tunanetra maupun SLB tunanetra, maupun para siswa tunanetra yang ingin belajar matematika secara mandiri. Kepada para peneliti Subagya berharap bisa mengembangan BSAT pada mata pelajaran lain, maupun penggembangan BSAT dengan menggunakan teknologi yang lebih aksesibel.

“Produk riset ini sangat berguna untuk melatih ketajaman penalaran difabel tunanetra. oleh karena itu saya berharap pemerintah  bisa memfasilitasi pengadaan peralatan/Daisy player yang tidak memakan anggaran yang besar dibanding pengadaan buku manual. Juga memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan pemanfaatannya, serta pendistribusian BSAT Matematika ini pada sekolah-sekolah yang membutuhkan,” harap promovendus.

(dok. humas UIN)

Di akhir sidang promosi, Dr. Sugito, MA., selaku ketua sidang menyampaikan, selama lebih dari 25 tahun promovendus menekuni pendidikan inklusi, terutama difabel tunanetra, telah banyak karya yang dihasilkan Subagya, baik dalam riset, penyelenggaraan seminar ilmiah, publikasi ilmiah sampai di tingkat internasional, praktek-praktek pengembangan pembelajaran difabel dan seterusnya. Oleh karena itu, dengan gelar Doktornya ini, Subagya sudah sepantasnya disebut sebagi Pakar Difabel (khususnya Tunanetra) dan ini masih langka di Indonesia, tegas Sugito.

Oleh tim penguji, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan.” Ia merupakan Doktor ke 478 PPS UNY dan Doktor ke 98 bidang Ilmu Pendidikan UNY. (duniadosen.com)

RELATED POST

Leave a Reply

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja