fbpx

Dertha Mukhtar, Dari Guru Honorer Hingga Menjadi Dosen Muda

menjadi dosen muda

Bagi Dertha Mukhtar, M.Pd., untuk menjadi dosen muda bukanlah hal yang mudah, pasalnya ia harus melewati perjalanan karirnya sebagai seorang guru honorer di SMP Negeri 5 Pariaman selama 3 tahun. Ia pun terpaksa dikeluarkan dari sekolah tersebut karena digantikan guru PNS.

Kebetulan pasca dikeluarkan, Dertha berhasil menyelesaikan pendidikan S2-nya. Ia pun memberanikan diri melamar menjadi dosen muda Universitas NU Sumatera Barat (UNU Sumbar) dan langsung diterima. Bagaimana perjalanan karir Dertha menjadi dosen muda di daerah?

Perjuangan Menjadi Dosen

Pria kelahiran Sei Pasak, 10 Mei 1992 ini memang sejak awal ingin berkarir di dunia pendidikan khususnya sebagai pengajar. Saat lulus dari STIT-SB Pariaman pada 2014, Dertha menjajaki karir pertamanya dengan menjadi guru honorer di SDN 11 Marungi, Pariaman Selatan yang ia jalani selama 3 tahun (2014-2016), sembari itu ia juga mengajar di SMPN 5 Pariaman pada 2016-2019.

Ia terpaksa dikeluarkan dari tempat mengajar karena digantikan oleh guru PNS. Tepat saat ia dikeluarkan itu, Dertha juga baru saja menyelesaikan pendidikan S2-nya. Berbekal ijazah S2-nya itu, Dertha memberanikan diri melamar menjadi dosen di Unversitas NU Sumatera Barat.

Karena saat itu, ia tak ada pandangan lain untuk menjadi guru. Gayung bersambut, disaat Dertha melamar, UNU pun tengah membutuhkan dosen.

“Alhamdulilah saya langsung di wawancara oleh Kaprodi dan langsung di bawa ke Dekan. Saya pun di terima langsung karna saat itu memang butuh dosen,” ujarnya. Dertha pun menjadi dosen luar biasa di Prodi PGSD UNU Sumbar sejak 2019 hingga saat ini.

Alasan Berkarir Dosen

Dertha mengaku, alasannya memutuskan menjadi dosen karena saat itu ia sudah tidak mendapati tempat mengajar sebagai guru. Padahal, ia ingin sekali mendedikasikan keilmuan akademiknya dengan menjadi pengajar. Dan menjadi dosen, baginya adalah sebuah profesi yang menantang dimana harus dituntut selalu update keilmuan dan teknologi.

“Saat saya kehilangan pekerjaan sebagai guru, saya mencoba ajukan lamar ke sana-sini, saya mengajukan lamaran ke kampus-kampus negeri dan swasta termasuk UNU Sumbar. Jujur pihak UNU Sumbar, bukan tertarik pada ijazah dan transkrip nilai saya, melainkan tertarik dengan CV saya,” ungkap Dertha.

Bagaimana tidak, CV Dertha tercantum beragam prestasi dan pengalaman yang Dertha ikuti dan miliki selama ini. Dari pengalaman tersebut membuat langkah Dertha menjadi dosen patut dipertimbangkan.

Bahwa menjadi dosen tidak hanya yang mumpuni di bidangnya melainkan juga dituntut memiliki kreativitas, kecerdasan serta pengalaman, yang nantinya akan ditularkan ke mahasiswanya.

“Saya dipandang punya nilai plus di samping juga punya pendidikan S2,” imbuhnya.

Meski Dertha mengaku cita-cita sebenarnya ialaha ingin menjadi seniman, tapi cita-cita itu bisa dilakoninya sebagai hobi. Dan menjadi dosen adalah profesinya.

Selain menjalankan tridharma perguruan tinggi, Dertha juga masih aktif di sejumlah kegiatan keorganisasian di luar kampus. (Sumber Foto: dok. Dertha)

Tantangan Menjadi Dosen Muda

Menurut Dertha, menjadi dosen muda menjadi tantangan yang butuh persiapan ekstra. Karena secara fisik Dertha yang bertubuh kecil, sering kali menjadi hal tidak meyakinkan bahwa dia adalah seorang dosen. Tak jarang pula, ia kerap disangka mahasiswa oleh dosen lain, bahkan pernah di panggil “dek” oleh mahasiswa senior di sana.

Perjalanannya menjadi dosen muda apalagi dalam menjalankan tugas, Dertha selalu aktif kumpul atau melakukan pendekatan dengan dosen senior. Dertha pun tak segan banyak bertanya untuk menggali kelimuan serta pengalaman para dosen senior untuk lebih mengembangkan kreativitas dan keterampilan.

“Menurut saya tantangan jadi dosen muda pertama pengendalian diri, karena kita dan mahasiswa secara usia tidak jauh beda, mengatur diri agar tetap punya wibawa didepan mahasiswa,” akunya.

Suka Duka

Menjadi dosen muda bagi Dertha, tidak ada duka karena ia menganggap semua itu adalah proses. Bahkan yang ia rasa adalah suka sebab perasaan bangga menjadi seorang pengajar, memiliki mahasiswa yang beragam karakter.

Dengan menjadi dosen, Dertha dapat terus meng-update keilmuannya serta belajar memahami beragam karakter seseorang.

Target

Sebagai dosen muda, Dertha memang belum banyak melakukan tridharma perguruan tinggi. Selain pengajaran Dertha juga telah melakukan pengabdian masyarakat dengan rekan dosen dengan tema pendidikan budaya bagi anak-anak di daerah pedesaan, pada November 2019.

Ia pun memiliki banyak target ke depan dalam menapaki perjalanan karirnya sebagai dosen muda.

“Target saya ke depan akan mengajukan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat. Saya memiliki tekad ingin membangun mahasiswa dengan menggali potensi kreativitas luar akademik agar punya daya saing selain kemampuan akademik,” inginnya.

Harapan

Menurutnya sebagai dosen jangan hanya mengandalkan gelar dan keilmuan akademik saja, perkaya diri dengan kegiatan lainnya, perkaya diri dengan kreativitas agar daya kita punya daya tarik dan nilai jual yang menarik.

Bagi Dertha, UNU Sumbar adalah kampus yang baru berdiri dan belum punya lulusan atau alumni.

“Harapan saya semoga UNU Sumbar bisa menjadi kampus yang konsisten sehingga nantinya diminati oleh banyak orang. Ini merupakan tugas dan tantangan saya dan dosen yang lain yang mengabdikan diri di sini,” pungkas pemilik moto Tanam Kepercayaan, Agar Bisa Kaya Selamanya. (duniadosen.com/titis ayu w)

Share ke sosial media

RELATED POST

Satu tanggapan untuk “Dertha Mukhtar, Dari Guru Honorer Hingga Menjadi Dosen Muda”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081228474322