fbpx

Dr. Erika Setyanti: Hasil Penelitian Dosen Harus Dipublikasikan dan Bisa Diimplementasikan

erika setyanti

Erika Setyanti Kusumaputri. Menekuni profesi dosen tentu akan berhadapan dengan sejumlah tantangan, di samping berbagai pengalaman menarik di dalamnya. Berbagi mengenai tantangan dan kiat untuk menghadapinya, berikut sosok dosen Erika Setyanti yang membahas tantangan dosen dalam hal penelitian. 

Mengenal Sosok Erika Setyanti Kusumaputri 

Bu Erika memiliki nama lengkap Dr. Erika Setyanti Kursumaputri, M.Si., yang saat ini  memiliki jabatan fungsional Lektor Kepala sebagai dosen PNS UIN Sunan Kalijaga. Bu Erika mengajar sebagai dosen psikologi di UIN Sunan Kalijaga. 

Hal ini sejalan dengan riwayat pendidikannya yang memang sejak mengambil S1 sudah fokus ke jurusan psikologi. Bu Erika sendiri merupakan lulusan S1 Psikologi dari Universitas Maranata. 

Memasuki tahun 2003, dirinya berhasil lulus S2 Psikologi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selama menekuni profesi dosen, pada akhirnya Bu Erika memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang doktor atau S3. Yakni di Universitas Gadjah Mada juga untuk jurusan yang sama. 

Sebelum menjadi dosen, Bu Erika sempat bekerja di PT Angkasa Pura I (Persero) di tahun 2003. Memasuki tahun 2004 kemudian memutuskan untuk mengikuti seleksi CPNS di formasi dosen PNS. Baru kemudian di tahun 2005 resmi menjadi dosen PNS di UIN Sunan Kalijaga sampai sekarang. 

Meskipun aktif menjadi dosen dan produktif dalam menjalankan penelitian dan publikasi berbagai karya ilmiah. Diakui oleh Bu Erika bahwa dirinya tidak tumbuh di keluarga yang memiliki latar belakang dunia mengajar. 

Disebutkan bahwa keluarga Bu Erika adalah birokrat, meliputi Tentara dan juga bekerja di BUMN. Mungkin ini pula yang menjadi alasan kenapa dirinya usai lulus S1 melamar di salah satu BUMN, meskipun kemudian memilih menekuni profesi dosen. 

Baca Juga: Prof. Erma Suryani: Produktif Menulis untuk Ikut Berkontribusi Mencetak Lulusan Mumpuni

Perjalanan Karir sebagai Dosen 

Keputusan menjadi dosen tidak diambil oleh Bu Erika sejak lulus S1, sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya. Setelah menamatkan Strata 1 dirinya mencoba menjadi pegawai di perusahaan swasta dan juga BUMN. 

Baru kemudian memasuki tahun 2004 ketika diselenggarakan CPNS Dosen di UIN SUnan Kalijaga dirinya mencoba peruntungan untuk ikut. Yakni di formasi Dosen Psikologi, bidang Psikologi Industri dan Organisasi. 

Pada masa tersebut proses tes untuk seleksi CPNS dilakukan di Kementerian terkait dan dirinya dinyatakan lolos. Memasuki tahun 2005, dirinya mendapatkan SK TMT (Tanggal Melaksanakan Tugas).  

Sehingga Bu Erika pertama kali mengajar adalah ketika resmi mendapatkan SK TMT tersebut di tahun 2005 dan tidak berselang lama diangkat sebagai PNS dan juga fungsional dosen. 

Perjalanan karir dosen dari tahun 2005 sampai tahun 2021 sekarang memberikan kesan mendalam bagi Bu Erika. Dirinya mengaku sangat bersyukur bisa menjadi dosen sebab memperoleh banyak sekali manfaat. 

Seperti kesempatan untuk melanjutkan S3 dengan program beasiswa di Universitas Gadjah Mada. Ditambah juga dengan pengalaman menerima dana hibah penelitian dosen melalui ajang kompetisi. 

Pengalaman menari lainnya adalah bisa merasakan proses belajar saat menjabat jabatan struktural dan berbagi pengalaman dengan para mahasiswa. Profesi dosen juga diakui olehnya memberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman melakukan riset atau penelitian. 

Selain itu juga memberinya kesempatan untuk menulis dan bahkan aktif menulis. Sehingga menjadi dosen memberikan banyak kesempatan emas bagi Bu Erika yang kemudian menjadi sumber rasa syukurnya bisa mengenal profesi ini. 

Baca Juga: Sosok Selamat Muliadi: Menulis Buku untuk Mewariskan Ilmu Bagi Generasi Mendatang

Dosen Melakukan Penelitian Harus Tuntas

Menjadi dosen memberikan banyak kesempatan dan pengalaman menarik, Bu Erika pun menjabarkan sejumlah pengalaman menariknya. Salah satunya ketika ada kesempatan memperoleh beasiswa S3 di UGM. 

Pada masa tersebut, dirinya masih menjalani masa tugas sebagaii Ketua Prodi, meskipun tidak lama kemudian masa jabatan tersebut selesai. Sehingga dirinya bersyukur bisa fokus menyelesaikan pendidikan S3 tersebut. 

Selama menempuh pendidikan S3, selain tetap sibuk menjadi dosen dirinya juga tetap menjalankan peran domestiknya sebagai ibu rumah tangga. Dengan usaha management waktu yang baik maka semuanya bisa berjalan beriringan dan dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. 

Pengalaman menarik juga datang dari kegiatan menulis yang tentunya dilakukan oleh semua dosen di Indonesia. Proses menulis bagi Bu Erika adalah proses yang tidak mudah karena harus ada sinkronisasi antara ide dengan pikiran. 

Sehingga dibutuhkan konsentrasi dan juga ketekunan agar kegiatan menulis tersebut bisa lebih lancar. Selain itu juga perlu ditunjang oleh bahan bacaan atau sumber referensi ilmiah yang memadai. Menurutnya hal inilah yang membuat proses menulis memakan waktu yang lumayan tidak sebentar.

Bagi Bu Erika, setiap dosen memiliki kewajiban untuk terus meningkatkan diri yakni dalam hal: 

  1. Pemahaman terhadap metodologi penelitian, sehingga bisa melakukan kegiatan penelitian yang up to date
  2. Melakukan upgrade terhadap teori-teori sekaligus bisa menemukan hasil riset terbaru sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni dosen. 
  3. Kemampuan untuk menulis. 
  4. Daya analisis. 
  5. Kedisiplinan. 
  6. Komitmen. 
  7. Ketekunan. 
  8. Manajemen waktu. 
  9. Paham mengenai administrasi, dan juga 
  10. Strategi dalam mengajar. 

Baca Juga: Meraih Keberkahan Hidup Dunia Akhirat dengan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Menekuni profesi dosen di mata Bu Erika juga dihadapkan pada tantangan untuk menyelesaikan kegiatan penelitian sampai tuntas. Tuntas yang dimaksudkan disini bukan hanya secara administrasi saja. 

Melainkan dosen juga memiliki kewajiban untuk mempublikasikan hasil penelitian tersebut baik secara nasional maupun internasional. Dosen yang ingin melakukan kegiatan penelitian yang berkualitas menurut Bu Erika juga membutuhkan proses perencanaan dan pelaksanaan yang detail. 

Selain itu, juga perlu didukung oleh struktur pendanaan penelitian yang memadai baik dari pemerintah maupun lembaga. Tantangan berikutnya adalah mengurus HAKI untuk hasil penelitian yang didapatkan. 

Hal ini menunjukan bahwa hasil penelitian yang didapatkan memang layak untuk dipatenkan. Sebab memiliki hasil penelitian yang berkualitas yang ketika dipublikasikan bisa memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. 

Dosen yang mengaku tidak memiliki pengalaman duka selama menjadi dosen ini juga tercatat mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama RI Satya Lencana Karya Satya. Penghargaan ini didapatkan karena dirinya sudah mengabdi menjadi dosen selama 10 tahun. 

Bu Erika yang fokus di bidang keilmuan Psikologi ini mengaku memiliki target untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah internasional. Alasan kenapa target yang dimiliki adalah publikasi ini karena agar sharing ilmiah memiliki cakupan yang lebih luas. 

Kedepannya, Bu Erika juga berharap akan terjalin kolaborasi yang mutualisme atau saling menguntungkan antara dunia pendidikan dengan dunia industri atau organisasi. Sebab dunia pendidikan pada dasarnya mampu menghasilkan hasil riset yang bisa diimplementasikan untuk mendukung kemajuan organisasi dan industri di Indonesia. 

Melalui kolaborasi ini diharapkan proses penelitian tidak hanya berhenti sampai penelitian selesai dan mempublikasikan hasil penelitiannya saja. Melainkan bisa memastikan hasil penelitian bisa diimplementasikan atau diterapkan langsung di organisasi dan industri. 

Ketika hal ini dapat terjadi maka manfaat dari hasil riset atau penelitian tersebut akan lebih terasa dan efektif. Sehingga hasil penelitian benar-benar meberikan manfaat yang sangat luas. Tidak hanya kepada peneliti dari kalangan dosen namun juga untuk dunia industri dan organisasi tadi. 

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132