fbpx

Ini Perbedaan Serdos NIDN dan NIDK

serdos nidn

Dalam sosialisasi Sertifikasi Dosen (Serdos) yang digelar oleh LLDIKTI Wilayah 3 melalui zoom beberapa waktu lalu ini, salah satu narasumber Andrianto Santoso selaku Koordinator Karir Pendidik Wilayah 1 Sumber Daya Dirjen Kemdikbud mengatakan ada dua jenis serdos. Yaitu Serdos Kemdikbud yang diikuti dosen ber-NIDN dan Serdos yang diperuntukkan untuk dosen ber-NIDK. Nah, dosen wajib memahmi perbedaan serdos NIDK dan NIDN yuk.

Serdos Kemdikbud atau Serdos NIDN

Sebelumnya, mari kita pahami arti Nomor Induk Dosen Nasional, yang selanjutnya disingkat dengan NIDN adalah nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian untuk dosen yang bekerja penuh waktu dan tidak sedang menjadi pegawai pada satuan adminstrasi pangkal/instansi yang lain.

Serdos Kemdikbud atau serdos NIDN ini yang diikuti oleh dosen tetap ber-NIDN serta dibatasi kuotanya secara nasional. Jadi umumnya, pelaksanaan serdos tersebut kuota nasionalnya kurang lebih 10 ribu setiap tahunnya. Dalam perhitungan kuota itu ketika dosen sudah berada di tahapan D5 dalam proses pengajuan serdos.

“Sehingga, ketika dosen masih pada tahapan D4, statusnya masih calon DYS. Tetapi ketika nanti dosen lolos nilai gabungan itu baru bisa masuk ke D5. Setelah lolos D5, baru terhitung sebagai DYS itulah yang baru ditetapkan kuotanya. Pemerintah menetapkan kuota setiap tahunnya maksimal 10 ribu. Jika tahun ini sudah tersertifikasi, di tahun berikutnya dosen yang telah tersertifikasi berhak mendapat tunjangan profesi,” jelas Andrianto.

Ketentuan Dosen NIDN

  1. warga negara Indonesia;
  2. telah diangkat sebagai Dosen Tetap perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
  3. memiliki kualifikasi akademik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  4. aktif melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi;
  5. berusia paling tinggi 58 (lima puluh delapan) tahun pada saat diangkat sebagai Dosen Tetap;
  6. sehat jasmani dan rohani; dan
  7. tidak menyalahgunakan narkotika.

Hak Dosen NIDN

  1. memperoleh gaji dan tunjangan;
  2. mengusulkan jabatan akademik;
  3. mengusulkan atau diusulkan untuk menempati jabatan struktural/ tugas tambahan;
  4. mengajukan beasiswa;
  5. mengajukan sertifikasi dosen;
  6. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi;
  7. dihitung sebagai rasio dosen terhadap mahasiswa; dan
  8. dihitung dalam pembukaan dan pelaksanaan program studi.
serdos nidn

Bagan atau skema alur salah satu pengurusan serdos bagi Serdos NIDN dan NIDK. (Sumber: youtube lldikti 3)

Serdos NIDK

Nomor Induk Dosen Khusus yang selanjutnya disingkat dengan NIDK adalah nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian untuk dosen/instruktur yang bekerja paruh waktu atau dosen yang bekerja penuh waktu tetapi satuan administrasi pangkalnya di instansi lain dan diangkat perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja

Serdos NIDK atau Nomor Induk Dosen Khusus ini diperuntukkan bagi dosen paruh waku yang memiliki NIDK. Hak dan kewajibannya sama, yaitu dalam meningkatkan karirnya, mulai dari Asisten Ahli bahkan hingga Profesor/ Guru Besar demikian pula dosen berNIDK juga memiliki hak difasilitasinya serdosnya.

Namun perbedaannya adalah jika disebuah Perguruan Tinggi terdapat dosen NIDK mengikuti serdos, maka pembiayaan serdosnya dilakukan secara mandiri. Jadi bisa ditanggung oleh dosennya sendiri atau ditanggung oleh Perguruan Tingginya. Selain itu, bagi dosen NIDK tidak ada implikasi tunjangan, karena Negara tidak memberikan tunjangan profesi bagi dosen NIDK.

Ketentuan Dosen NIDK

  1. NIDK diberikan kepada Dosen yang diangkat perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja setelah memenuhi persyaratan.
  2. Dosen sebagaimana dimaksud dapat berasal dari Pegawai Negeri Sipil, Tentara Nasional Indonesia, Polisi Republik Indonesia, perekayasa, peneliti, praktisi, atau dosen purna tugas.
  3. Dosen yang memiliki NIDK diperhitungkan dalam nisbah dosen terhadap mahasiswa.
  4. NIDK diberikan kepada Dosen sebagaimana dimaksud selain dosen purna tugas berlaku sampai dengan dosen tersebut mencapai usia: a. 70 (tujuh puluh) tahun untuk Profesor; dan b. 65 (enam puluh lima) tahun untuk dosen selain Profesor. NIDK bagi Profesor sebagaimana dimaksud dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang lagi paling banyak 2 (dua) kali masing-masing untuk jangka waktu 2 (dua) tahun. NIDK bagi Dosen selain Profesor sebagaimana dimaksud dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Hak Dosen NIDK

Untuk Dosen NIDK di PTN Berhak:

  1. memperoleh honor dan/atau tunjangan sesuai Perjanjian Kerja;
  2. mengusulkan jabatan akademik;
  3. mengusulkan atau diusulkan untuk menempati jabatan struktural/tugas tambahan;
  4. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi; dan
  5. dihitung sebagai rasio dosen terhadap mahasiswa.

Untuk Dosen NIDK di PTS Berhak:

  1. memperoleh honor dan/atau tunjangan;
  2. mengusulkan jabatan akademik;
  3. mengusulkan atau diusulkan untuk menempati jabatan struktural/tugas tambahan;
  4. mengajukan beasiswa;
  5. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi; dan
  6. dihitung sebagai rasio dosen terhadap mahasiswa.

 

Sumber: youtube lldikti 3 dan luk.staff.ugm.ac.id

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Share ke sosial media

RELATED POST

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

about

Get Started

  • Daftar Kontributor
  • S&K Kontributor
  • Menerbitkan Buku

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081228474322

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…