fbpx

11 Tips Meraih Jenjang Karir bagi Dosen Pemula

tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula

Jika tertarik menjadi dosen maka sudah sepatutnya merangkum tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula. Pasalnya, profesi dosen diketahui memiliki jenjang karir yang disebut dengan jabatan fungsional. 

Setiap dosen tentu memiliki mimpi untuk memangkunya, terutama jabatan tertinggi yakni Guru Besar. Hanya saja untuk bisa mengembangkan karir akademik ternyata banyak batu sandungan dan kerikil yang harus dihadapi. 

Maka diperlukan kiat dan strategi khusus agar para dosen muda bisa mempersiapkan diri meniti karir yang terus berkembang. Sehingga bisa mengakses berbagai kesempatan akademik yang menguntungkan. 

Jenjang Karir bagi Dosen 

Sebelum masuk ke pembahasan daftar tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula. Maka bisa memahami dulu jenjang karir di dalam profesi dosen. Dalam dunia akademik, dosen atau tenaga pendidik menjadi satu-satunya profesi yang memiliki hak istimewa. 

Yakni memangku jabatan akademik yang disebut jabatan fungsional, dan itupun dibuat menjadi empat jenjang. Dimulai dari Asisten Ahli, kemudian Lektor, lalu Lektor Kepala, dan yang tertinggi adalah Guru Besar. 

Setiap dosen memiliki kesempatan sama besar untuk memangku seluruh jenjang jabatan akademik tersebut. Selama memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku maka karir bisa berkembang. 

Dalam pengembangan jabatan akademik, dosen harus fokus melaksanakan seluruh tugasnya. Sehingga bisa mendapatkan KUM atau angka kredit dosen, yang dalam jumlah tertentu sudah bisa mengajukan kenaikan jabatan akademik. 

Sehingga sudah bisa rutin menerapkan tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula. Sebagai dosen pemula, silahkan aktif bertanya baik kepada dosen senior maupun kepada tim PAK. Misalnya kepada salah satu anggotanya. 

Sehingga bisa paham saat hendak naik dari Asisten Ahli menuju Lektor, syaratnya apa saja dan bagaimana strategi agar bisa memenuhinya. Perbanyak wawasan dan juga update informasi di dunia akademik. 

Sebab peraturan di dunia akademik oleh Kemendikbud maupun Ditjen Dikti acap kali berubah-ubah. Sehingga dosen harus aktif dan selalu menjadi pribadi yang fleksibel agar bisa mengikuti perubahan dan pengembangan yang diterapkan. 

Baca Juga:

Pentingnya Academic Branding Bagi Dosen 
Academic Branding Dosen Melalui Jurnal SINTA
4 Tips Menjadi Dosen Muda yang Disukai Mahasiswa
Strategi Dosen Muda Menghadapi Mahasiswa Milenial

Tips Meraih Jenjang Karir di Dunia Akademik 

Karir sebagai dosen kemudian diketahui memiliki jenjang yang bisa terus dikembangkan seiring berjalannya waktu. Menariknya, dosen menjadi satu-satunya profesi yang jenjang karirnya ditentukan oleh dosen itu sendiri. 

Jenjang karir dosen dapat berkembang ketika dosen mampu membuktikan tanggung jawabnya menjalankan Tri Dharma dan tugas penunjang maupun tugas tambahan. Sehingga semua dipengaruhi oleh seluruh prestasi dan karya dosen tersebut. 

Artinya, dosen yang memangku jabatan tertinggi dalam karirnya kemudian tidak dipengaruhi oleh opini dan rekomendasi orang lain. Dosen tersebut yang harus berusaha keras untuk mengembangkan karir akademiknya. 

Supaya jenjang karir terus meningkat dan mendapatkan lebih banyak kesempatan akademik. Maka pengembangan karir sudah harus dilakukan dosen sejak awal meniti karir akademiknya. 

Berikut adalah beberapa tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula agar di masa pengabdiannya bisa memangku jabatan akademik tertinggi: 

1. Mengenal Profesi Dosen dan Jenjang Karirnya 

Tips pertama untuk meraih jenjang karir yang terus menanjak adalah dengan mengenal apa itu dosen dan jenjang karirnya. Dosen selama ini hanya diketahui sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi. 

Namun, tugas seorang dosen ternyata tidak sebatas pada hal tersebut. Sebab dosen juga merangkap sebagai peneliti yang kemudian diwajibkan untuk mengimplementasikan hasil penelitian ke masyarakat lewat program pengabdian masyarakat. 

Oleh sebab itu, sebelum melamar sebagai dosen usahakan tahu betul seluk-beluk dari profesi dosen tersebut. Sekaligus mengetahui jenjang karirnya apa saja, ada berapa tingkatan, dan bagaimana meraihnya. Sehingga siap mental menjadi dosen berprestasi. 

2. Mengurus NIDN 

Jika ada lowongan dosen segera saja melamar, dan jika diterima maka fokus untuk mengurus NIDN. Namun, jika awalnya diterima sebagai dosen kontrak maka bisa fokus mengurus NIDK ke bagian operator kampus. 

Apabila dari awal memang direkrut menjadi dosen tetap dan kemudian SK pengangkatan sudah turun. Barulah kemudian fokus mengurus NIDN dengan rajin berkonsultasi ke operator kampus. Sebab NIDN maupun NIDK adalah modal utama bagi dosen bisa mengembangkan karir akademiknya. 

Baca Juga:

Kenali Kendala Serdos Sejak Dini
Menjadi Dosen Muda dan Tantangan Menyampaikan Materi 
Mengapa Dosen Muda Perlu Menulis Jurnal Internasional?
9 Alasan Mengapa Dosen Muda Harus Sampai ke Negeri Seberang

3. Mengurus Jabatan Fungsional Pertama 

Bagi dosen yang sudah memiliki NIDN atau mungkin NIDK, maka sudah ada kesempatan untuk memangku jabatan fungsional. Silahkan mencoba mengajukan diri ke tim PAK di kampus masing-masing. 

Biasanya jabatan fungsional pertama, seperti Asisten Ahli sudah bisa dipangku oleh dosen sejak diangkat menjadi dosen tetap. Pasalnya syarat KUM sebesar 150 poin sudah bisa terpenuhi dengan menunjukan ijazah S2. 

Namun, jika di awal menjadi dosen masih ada syarat lain yang harus dipenuhi maka bisa fokus. Silahkan rutin berkonsultasi dengan Tim PAK di kampus agar tidak salah strategi dalam mengajukan kenaikan jabatan fungsional pertama. 

4. Berusaha Mendapatkan Sertifikasi Dosen 

Tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula yang ketiga adalah berusaha meraih sertifikasi dosen. Biasanya sudah bisa mengajukan diri jika sudah memenuhi syarat, paling singkat adalah 2 tahun sejak NIDN keluar. 

Sertifikasi sudah sejak tahun 2008 dibuat dengan sistem online dan dari tahun ke tahun sistem ini terus dikembangkan. Sertifikasi dosen akan membantu mengembangkan karir dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sehingga perlu segera diurus setelah NIDN atau NIDK keluar. 

5. Melanjutkan Studi ke Jenjang Doktor 

Mengembangkan karir akademik juga membutuhkan ijazah S3, karena untuk menjadi Lektor Kepala maupun Guru Besar ada kewajiban sudah lulus S3 tersebut. Jadi, sebaiknya sudah mempersiapkan diri kuliah S3 sejak awal. 

Khususnya setelah serdos berhasil diikuti dan kemudian dinyatakan lulus, sehingga bisa fokus untuk mempersiapkan diri melanjutkan studi. Studi sampai S3 tidak harus dilakukan di luar negeri, bisa di negeri sendiri selama kuliah di kampus terakreditasi minimal B. 

Kemudian, ijazah S3 ini diharapkan linear dengan ijazah di jenjang S1 maupun S2. Sekaligus bisa berusaha untuk mendapatkan beasiswa, karena kalangan dosen biasanya menjadi prioritas untuk menerima beasiswa pendidikan pascasarjana. 

6. Aktif Mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri 

Dosen pada dasarnya juga memiliki kebutuhan dan kewajiban untuk terus mengembangkan diri. Salah satunya dari syarat serdos yang diwajibkan sudah memiliki sertifikat pelatihan PEKERTI dan juga AA. 

Masih banyak lagi jenis pelatihan perlu diikuti agar dosen bisa terus mengembangkan diri dan kompetensinya sebagai pendidik. Pelatihan sendiri bisa diadakan oleh pemerintah dan bisa juga oleh kampus. 

7. Aktif Mengembangkan Karya Ilmiah dan Publikasinya 

Dosen sesuai dengan isi PO PAK tahun 2019 memiliki kewajiban untuk menulis dan mempublikasikannya. Baik dalam bentuk jurnal ilmiah, prosiding, maupun buku. Publikasi buku bisa diutamakan karena memberikan KUM yang tinggi. 

Misalnya buku referensi yang mencapai 40 poin dan buku ajar yang mencapai 20 poin. Sehingga aktif menulis dan menerbitkan buku bisa mendapatkan KUM yang tinggi dengan cepat. Hal ini bisa menjadi modal untuk naik jabatan fungsional. 

Selain itu, dosen yang berhasil mempublikasikan jurnal internasional terakreditasi minimal 2 sampai 3 jurnal. Maka berhak untuk mengajukan kenaikan jabatan fungsional dari jalur loncat jabatan. Misalnya dari Asisten Ahli ke Lektor Kepala. 

8. Aktif Membangun Jaringan

Tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula juga melibatkan keterampilan dosen dalam memperluas jaringan. Baik dengan sesama dosen maupun dengan mahasiswa dan masyarakat umum. Kenapa? 

Sebab lewat jaringan yang luas dan mampu memberi kesan sebagai pendidik profesional. Maka dosen akan mendapatkan informasi menarik untuk mengembangkan karir akademiknya. 

Misalnya terkait penerbitan buku, jika kesulitan memilih penerbit kredibel bisa jadi ada rekomendasi dari dosen yang lebih senior. Oleh sebab itu, selama menjadi dosen harus bersikap baik kepada siapa saja dan tidak bekerja seorang diri. 

9. Aktif dalam Berbagai Acara Penting 

Aktif dalam berbagai acara penting juga membantu dosen muda untuk membangun jaringan dan dikenal secara luas. Oleh sebab itu, tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula berikutnya adalah mencoba aktif dalam berbagai acara penting. 

Jangan ragu untuk menerima kepercayaan menjadi panitia acara di kampus tempat dosen mengabdi. Baik acara internal maupun acara hasil kerjasama dengan pihak eksternal. 

Siapa tahu di masa mendatang bisa mendapatkan kepercayaan lebih penting dan strategis. Misalnya menjadi moderator acara atau bahkan menjadi narasumber utama. Beberapa tugas penunjang juga diberi poin KUM sehingga bisa dijalankan. 

10. Fokus pada Seluruh Tugas Dosen 

Jenjan karir seorang dosen akan berkembang ketika dosen tersebut bisa menjalankan seluruh tugasnya. Semua tercantum di dalam Tri Dharma dan kemudian ada tugas tambahan sekaligus tugas penunjang. 

Tugas tambahan berhubungan dengan sebuah jabatan struktural, misalnya memangku jabatan sebagai rektor maupun wakil rektor. Sementara tugas penunjang dijelaskan di dalam PO PAK Tahun 2019 maupun tahun sebelumnya. 

Melaksanakan Tri Dharma, tugas tambahan, dan tugas penunjang akan menjadi rutinitas dosen sepanjang karir akademiknya. Semakin fokus dan disiplin dilaporkan dalam BKD, semakin besar KUM yang terkumpul. 

Sehingga tanpa disadari sudah bisa mengajukan kenaikan jabatan fungsional. Memang prosesnya panjang dan melelahkan, namun manfaat yang didapatkan dijamin terasa sepadan. 

11. Belajar Manajemen Waktu 

Jika membahas mengenai daftar tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula maka dijamin akan ada pembahasan tentang manajemen waktu. Kenapa? Sebab keterampilan atau skills satu ini menjadi modal bagi dosen agar karirnya berkembang. 

Hal ini dapat terjadi karena dosen akan berhadapan dengan segunung tugas yang datang silih berganti. Ada kalanya dosen kemudian mendapatkan deadline tugas yang saling berhimpitan dan berdekatan. 

Maka dosen butuh kedisiplinan yang tinggi disamping sikap tanggung jawab yang besar. Maka dosen harus pandai mengatur waktu agar segunung kesibukan bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. 

Dosen muda yang sadar akan potensi pengembangan jenjang karir akademik, dijamin memiliki fokus sejak awal meniti karir. Sehingga membuka kesempatan untuk bisa memangku jabatan akademik tertinggi, yakni Guru Besar. 

Jika memang sudah menjadi rezeki maka tidak tertutup kemungkinan sudah menjadi Guru Besar di usia bawah 50 tahun. Walaupun tidak, setidaknya di sepanjang masa pengabdiannya sudah mampu menjadi Guru Besar. 

Jadi, silahkan menerapkan daftar tips meraih jenjang karir bagi dosen pemula yang dijelaskan di atas. Sebab karir dosen harus sudah mulai dikembangkan sejak kali pertama diterima sebagai dosen sebuah perguruan tinggi.

Artikel Terkait:

Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan Tahap-Tahapannya

7 Tips Lolos Serdos bagi Dosen Pemula

7 Tips Kenaikan Jabatan Fungsional bagi Dosen Pemula

Metodologi Penulisan Buku Penelitian untuk Dosen Pemula

Dikti Beri Dukungan Penelitian Bagi Dosen Pemula

Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindo[email protected]

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja