fbpx

Bentuk Kerangka Penulisan Karya Ilmiah dan Manfaatnya

kerangka penulisan karya ilmiah
Ilustrasi: freepik.com

Pemahaman mengenai kerangka penulisan karya ilmiah menjadi hal penting, karena susunan atau sistematikanya memiliki standar khusus. Artinya dalam hal sistematika penulisan, karya ilmiah memiliki aturan baku dan wajib diikuti. Berbeda dengan karya non ilmiah yang susunannya tidak harus sistematis. 

Oleh sebab itu, pada saat menulis karya ilmiah maka perlu paham sistematikanya seperti apa. Baru kemudian mencoba menyusun kerangkanya agar bisa mengikuti sistematika tersebut dengan baik dan benar. Sehingga karya ilmiah yang telah disusun dianggap sah atau benar karena mengikuti aturan yang ada. 

Karya ilmiah sendiri sudah ada sejak lama dan setiap harinya ada saja artikel maupun dalam bentuk lain yang dipublikasikan. Namun, harus diakui belum banyak juga yang memahami sistematika dari kerangka penulisan karya ilmiah tersebut. Jika berada di kondisi tersebut maka perlu menyimak informasi di bawah ini. 

Pengertian Karya Ilmiah 

Karya ilmiah adalah suatu karangan yang didasarkan pada hasil suatu penelitian yang kemudian ditulis secara sistematis, berdasarkan pada fakta di lapangan, dan juga dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah. Jadi apa yang dipaparkan di dalam karya tulis ilmiah adalah fakta dan bukan karangan hasil imajinasi seperti karya non ilmiah. 

Sifatnya yang memaparkan hasil penelitian dan menjelaskan mengenai suatu metode pendekatan tertentu. Maka penyusunan karya tulis tersebut juga diatur dengan sangat ketat, dari bab awal sampai akhir untuk menghindari ada data yang terlewat. Apalagi dalam karya ilmiah ada kewajiban untuk melakukan sitasi. 

Selain memaparkan hasil penelitian, penulis juga wajib memaparkan teori yang mendasari kegiatan penelitian tersebut. Semua ditempatkan di bab-bab awal dan semakin masuk ke dalam maka masuk ke bab yang membahas hasil penelitian. Baru kemudian ditutup dengan kesimpulan yang ditarik dari penulis yang juga berlaku sebagai peneliti. 

Adanya urutan sistematika penulisan yang dituangkan dalam bentuk  kerangka penulisan karya ilmiah di tahap awal bermaksud menjadikan karya tersebut mudah dibaca dan dipahami. Jika langsung membahas hasil penelitian, maka orang akan kesulitan mengetahui kenapa penelitian tersebut dilakukan dan dasar penelitiannya apa. 

Namanya saja sudah penelitian yang sifatnya ilmiah, maka sejak awal rencana penelitian disusun sampai praktek dan penyusunan laporan hasil penelitiannya harus ada dasarnya. Semua dasar ini bisa dijelaskan dan kemudian ikut dijelaskan secara tertulis lewat laporan hasil penelitian yang kemudian lebih dikenal luas sebagai karya tulis ilmiah. 

Adanya kerangka juga bertujuan untuk memenuhi ciri-ciri umum dari suatu karya tulis ilmiah. Ciri-ciri tersebut adalah: 

  • Sistematis. 
  • Objektif. 
  • Tidak persuasif. 
  • Tidak argumentatif. 
  • Tidak emotif. 
  • Cermat, tepat, dan juga benar. 
  • Tidak mencoba melebihkan sesuatu, dan juga 
  • Tidak mengejar keuntungan pribadi. 

Dari penjelasan mengenai ciri-ciri karya ilmiah tersebut tentu bisa diketahui bahwa salah satunya adalah disusun secara sistematis. Supaya bisa menyusun karya tulis yang sistematis sejak awal sampai akhir. Maka pembuatan kerangka tulisan menjadi penting untuk dilakukan. 

Pada dasarnya penyusunan kerangka tulisan tidak hanya berlaku untuk karya ilmiah saja namun juga untuk karya non ilmiah. Seorang novelis (penulis novel) contohnya, bisa menyusun kerangka dulu baru kemudian tulisannya mengalir begitu saja. Adanya kerangka memberi banyak manfaat bagi penulis, sehingga menarik untuk dipelajari dan dikuasai. 

Baca Juga: Jenis Karya Ilmiah yang Wajib Diketahui agar Tidak Salah Persepsi

Kerangka Penulisan Karya Ilmiah 

Berhubung sistematika penulisan dari karya ilmiah sudah diatur atau ditetapkan terdiri dari berapa bab dan isinya apa saja. Maka pada dasarnya penyusunan kerangka penulisan karya ilmiah menjadi lebih mudah. Cukup mengikuti aturan sistematika yang ada dan isinya kemudian disesuaikan dengan tema penelitian yang dilakukan. 

Supaya lebih mudah dalam menyusun kerangka tulisan ilmiah, maka berikut detail kerangkanya secara pokok: 

1. Bab I – Pendahuluan 

Bagian pertama dalam kerangka karya tulis ilmiah adalah Pendahuluan dan merupakan Bab 1 atau bab pertama. Pendahuluan merupakan bagian karya ilmiah yang memperkenalkan kepada para pembaca mengenai masalah yang akan dibahas dan diteliti oleh penulis. 

Pendahuluan di dalam karya ilmiah biasanya akan menjelaskan mengenai bahan atau barang apa yang menjadi pokok pembahasan dan penelitian. Selain itu juga memaparkan tujuan, wawasan, dan juga rencana pengembangannya. Sehingga dalam laporan penelitian isi dari Pendahuluan akan berbeda dengan buku pengetahuan umum. 

Pada bab pertama ini nantinya akan terdiri dari beberapa pokok pembahasan yang memaparkan semua dasar dilakukannya kegiatan penelitian, Bagian-bagian di bab Pendahuluan ini antara lain: 

a. Latar Belakang Masalah 

Bagian pertama di dalam bab Pendahuluan adalah Latar Belakang Masalah. Sesuai dengan namanya pada bagian ini penulis akan menjelaskan mengenai latar belakang kenapa suatu tema penelitian dijadikan pilihan diantara tema penelitian menarik lainnya. 

Secara umum pada Latar Belakang Masalah penulis akan memaparkan kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Kesenjangan yang dipaparkan ini bisa secara teoritis dan bisa juga secara praktis. Selain itu juga memaparkan hal lain yang mendukung pemilihan masalah penelitian. 

Misalnya dari hasil diskusi dengan para ahli, penjelasan mengenai pengalaman pribadi, hasil pengamatan di suatu tempat atau lingkungan, dan lain sebagainya. Sehingga di bagian ini penulis akan meyakinkan pembaca bahwa tema penelitian yang diambil memang layak untuk diangkat. 

b. Rumusan Masalah 

Dalam susunan kerangka penulisan karya ilmiah berikutnya di bab Pendahuluan ada Rumusan Masalah. Rumusan Masalah merupakan bagian yang menyatakan berbagai masalah yang akan dicari jawabannya. Biasanya berbentuk sebagai kalimat tanya dan merupakan suatu pernyataan. 

Namun, pernyataan ini dibuat secara tersurat dengan membuatnya dalam bentuk kalimat tanya. Dalam suatu karya ilmiah Rumusan Masalah bisa terdiri dari dua atau tiga pertanyaan, dan bisa juga lebih sesuai dengan rangkaian masalah yang ditemukan oleh penulisnya. 

c. Hipotesis 

Berikutnya di dalam bab Pendahuluan adalah Hipotesis yang merupakan bagian dengan menyatakan sejumlah jawaban dan sifatnya sementara. Maksudnya di bagian Hipotesis ini penulis akan menjelaskan jawaban atas pertanyaan di bagian Rumusan Masalah dan merupakan jawaban sementara. 

Sebab ketika hasil penelitian sudah didapatkan dan dipaparkan pada bagian bab inti. Maka hipotesis ini bisa menjadi jawaban yang benar dan bisa menjadi sebaliknya. Penulis perlu mencantumkan hipotesis ini sejak awal, dan pembaca dan peneliti tadi akan menggunakan jawaban akhir di bagian Kesimpulan. 

d. Tujuan Penulisan

Berikutnya adalah Tujuan Penulisan yang menjelaskan tentang sasaran yang ingin dicapai dari suatu kegiatan penelitian. Tujuan Penulisan bisa disusun dalam bentuk daftar, hanya saja pada Rumusan Masalah berbentuk kalimat tanya. Maka di Tujuan Penulisan berbentuk kalimat pernyataan. 

e. Metode Penulisan 

Bagian selanjutnya di dalam bab Pendahuluan adalah Metode Penulisan. Metode Penulisan merupakan bagian yang akan memaparkan metode penulisan yang digunakan oleh penulis. Pada bagian ini akan membantu pembaca mengetahui proses yang dilalui penulis dalam menyusun karya ilmiah. 

f. Manfaat Penulisan 

Berikutnya ada Manfaat Penulisan yang kemudian juga disebut dengan nama Manfaat Penelitian. Pada bagian ini penulis akan memaparkan berbagai bentuk manfaat yang bisa didapatkan penulis dan pembaca dari penelitian yang dilakukan. 

g. Sistematika Penulisan 

Terakhir di bab Pendahuluan ada Sistematika Penulisan yang menjelaskan tentang gambaran keseluruhan dari isi karya tulis ilmiah yang disusun. Pada bagian isi, akan dijelaskan mengenai konten karya tulis dan bagian akhir berisi penjelasan tentang data pelengkap dan data pendukung penulisan karya tulis ilmiah. 

Baca Juga: Alasan Perlu Memperhatikan Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

2. Bab 2 – Landasan Teori 

Bab kedua di dalam susunan kerangka penulisan karya ilmiah adalah Landasan Teori. Sesuai dengan namanya pada bab 2 ini penulis akan menjelaskan tentang teori-teori atau ilmu-ilmu yang menjadi dasar dilakukannya kegiatan penelitian. Bab ini terbilang bab yang mudah untuk diselesaikan para penulis karya ilmiah. 

Sebab teori diambil dari buku dan sumber lain yang dijadikan referensi atau rujukan dalam menyusun karya tulis ilmiah. Pada bagian ini juga sering dijumpai sitasi atau mengambil kutipan dan kemudian dicantumkan sitasi atau kreditnya. Penulis bisa menulis kutipan langsung dengan menyalin semua kalimat sumber. 

Namun bisa juga memakai kutipan tidak langsung, bisa dengan menyusun parafrasa maupun menyederhanakan suatu pernyataan dari penulis lain. Apapun bentuknya, wajib mencantumkan sitasi untuk menghindari tindakan plagiarisme. Selain itu, teori yang dipaparkan wajib sesuai dengan tema penelitian. 

Penulis tidak perlu mengejar jumlah halaman dengan memperbanyak teori. Apalagi proses menyusun bab dua ini bisa tinggal menyalin dan mengkopi saja. Namun, karena hal ini pula yang sering membuat bab dua memaparkan teori tidak sesuai tema penelitian. Hal ini perlu dihindari. 

3. Bab 3 – Metodologi Penulisan 

Bab berikutnya atau bab ketiga dalam struktur kerangka penulisan karya ilmiah adalah bab Metodologi Penelitian. Bab ini sendiri secara umum memiliki 4 (empat) bagian, yaitu: 

a. Metode Penelitian 

Bagian pertama dari Metodologi Penelitian adalah Metode Penelitian yang menjelaskan tentang metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian yang dilakukan penulis. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang apa dan siapa yang diteliti, cara memilih sampel, data yang dikumpulkan, dan teknik analisis data. 

b. Teknik Pengambilan Data

Berikutnya adalah Teknik Pengambilan Data yang menjelaskan tentang teknik yang dipakai penulis dalam mengambil data penelitian. Sebab dalam proses pengambilan data memang terdapat beberapa bentuk teknik atau cara. Salah satu atau beberapa akan dipilih peneliti dan dijelaskan di bagian ini. 

Selain itu, nantinya juga dijelaskan tentang instrumen pengambilan data. Yakni jenis dan nama alat yang digunakan untuk membantu peneliti dalam mengambil data yang diperlukan. Alat bantu ini membantu peneliti untuk mengumpulkan data dengan cermat dan benar. 

c. Teknik Sampling

Bagian berikutnya di Metodologi Penelitian adalah memaparkan Teknik Sampling. Dalam sampling peneliti mengambil contoh sampel dari suatu populasi yang merupakan subjek penelitian. Sebab melakukan penelitian terhadap keseluruhan populasi bisa memakan waktu lama, menguras banyak biaya, dan lain-lain. 

Teknik sampling juga cukup beragam, dan pada bagian kerangka penulisan karya ilmiah inilah penulis menjelaskan teknik pilihannya. Penggunaan teknik atau metode sampling yang tepat akan membantu mendapatkan hasil penelitian yang akurat. 

d. Teknik Analisis 

Selanjutnya penulis akan menyusun bagian Teknik Analisis di mana dipaparkan proses analisis data penelitian untuk bisa dijelaskan menjadi bentuk data lain yang mudah dipahami oleh banyak orang. Teknik dalam melakukan analisis data juga beragam, peneliti perlu memilih yang sesuai. 

Baca Juga: 6 Karakteristik dalam Penulisan Karya Ilmiah

4. Bab 4 – Hasil dan Pembahasan 

Bab 4 (empat) adalah bab inti yang juga disebut bab pokok, sebab berisi Pembahasan Hasil Penelitian. Jadi, hasil penelitian yang dilakukan selama berbulan-bulan akan dipaparkan pada bab ini. Secara lengkap, detail, menyeluruh, dan tentunya tetap sistematis. 

Sebagai bab inti, maka bab Pembahasan ini biasanya yang paling dicermati oleh penilai atau penguji. Jadi untuk mahasiswa tingkat akhir biasanya bab 4 menjadi poin utama dalam meraih nilai tinggi saat sidang skripsi digelar. Sehingga harus teliti dan memastikan isinya menyampaikan betul data hasil penelitian, bukan rekayasa. 

Jadi, di dalam pembahasan ini peneliti perlu memaparkan hasil penelitian dengan sistematis dan jelas. Selain itu bisa mengikuti landasan teori yang digunakan, dan jika hasilnya berbeda dengan teori tersebut maka tidak masalah jika dipaparkan. Sebab bisa jadi memang ada pembaharuan terhadap teori dan hasil penelitian yang sudah ada. 

5. Bab 5 – Penutup 

Bab berikutnya dan merupakan bab terakhir dari rangkaian kerangka penulisan karya ilmiah berisi bab pokok adalah bab Penutup. Bab Penutup berisi dua bagian, yakni: 

a. Kesimpulan

Bagian pertama dari bab Penutup adalah Kesimpulan yang memang menjelaskan kesimpulan dari hasil penelitian yang dipaparkan di bab Pembahasan. Isinya akan menjelaskan kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh dan digunakan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis. 

b. Saran 

Bagian berikutnya adalah Saran yang berisi saran dari penulis terhadap semua pihak yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Saran ini bisa menjadi masukan untuk proses implementasi hasil penelitian ketika mampu memperbaiki kondisi atau menyelesaikan masalah di lapangan. 

6. Bab 6 – Daftar Pustaka 

Selanjutnya adalah Daftar Pustaka yang masuk ke bab tersendiri yakni di bab 6 (enam). Pada bab ini penulis menyusun daftar dari semua rujukan atau referensi yang digunakan untuk melakukan penelitian dan menulis laporan hasil penelitian tersebut. 

Daftar ini berisi detail rujukan dimulai dari nama penulis, judul tulisan, tahun terbit, nama penerbit, dan kota terbit. Aturan untuk penulisan Daftar Pustaka juga diatur ketat dan setiap penulis perlu mengikuti aturan tersebut. Sehingga menjadi Daftar Pustaka yang baik dan benar. 

Penjelasan di atas adalah mengarah pada  kerangka penulisan karya ilmiah yang diambil dari poin-poin pokok. Sedangkan untuk kerangka karya ilmiah secara keseluruhan sejak lembar pertama secara umum bentuknya adalah sebagai berikut: 

  • Judul
  • Kata pengantar
  • Abstrak
  • Daftar Isi
  • Pendahuluan
  1. Latar belakang masalah
  2. Perumusan masalah
  3. Tujuan dan Manfaat
  4. Metode penelitian
  • Tinjauan pustaka
  • Hasil dan pembahasan
  • Penutup
  1. Simpulan
  2. Saran
  • Daftar pustaka

Susunan kerangka tersebut dipastikan akan ditemukan pada seluruh karya tulis ilmiah. Sebab seperti yang disampaikan di awal, dalam karya tulis ilmiah bagian per bagian sudah ditentukan susunannya. Sehingga antara satu karya dengan karya lain susunannya sama dan yang berbeda hanya isi setiap bab saja.

Baca Juga: Ciri-Ciri Karya Ilmiah dan Jenis-Jenisnya Secara Umum

Kenapa Perlu Menyusun Kerangka Karya Ilmiah? 

Meskipun penyusunan kerangka penulisan karya ilmiah cukup memusingkan, apalagi untuk yang belum mempelajarinya. Namun menyusunnya sebagai permulaan dalam menulis laporan hasil penelitian memberi manfaat besar. Mulai dari kemampuannya menjaga tulisan karya ilmiah tetap sistematis, sehingga selalu sesuai dengan aturan sistematika yang ada. 

Sampai memberi kemudahan bagi penulis untuk memaparkan isi bab demi bab dengan baik dan benar sekaligus mendetail. Sehingga melalui kerangka inilah para penulis karya ilmiah bisa memahami apa yang harus dicantumkan di setiap bab dalam kerangka tadi. Sehingga laporan hasil penelitian yang disusun benar-benar lengkap dan berkualitas.

Penulis: duniadosen.com/Pujiati

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja