fbpx

Keterampilan 5C yang Diharapkan Kemendikbud Dimiliki Mahasiswa

Keterampilan 5C yang Diharapkan Kemendikbud Dimiliki Mahasiswa

Tidak hanya ilmu pengetahuan, keterampilan pun perlu terus diasah agar bisa selalu berkembang. Tujuannya adalah untuk bisa mengikuti perkembangan masa dari waktu ke waktu yang dijamin terus mengalami perubahan. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Terdapat sejumlah keterampilan yang perlu dikuasai oleh mahasiswa di masa sekarang. Tujuannya adalah untuk bisa ikut dalam persaingan global. 

Apa saja keterampilan tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Keterampilan 5C yang Dibutuhkan Mahasiswa 

Pemaparan mengenai keterampilan yang perlu dikuasai kalangan mahasiswa era sekarang disampaikan oleh Kemendikbud melalui akun resmi Instagram, Senin (2/11/2020). Pemaparan ini oleh Kemendikbud diberi tajuk “Keterampilan 5C Penting untuk Masa Depan”. 

“Masa bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia memerlukan persiapan yang baik dari segi mutu sumber daya manusia. #InsanDikti dan mahasiswa Indonesia yang menjadi bagian dari usia produktif perlu menyiapkan diri sejak dini dengan mengasah dan meningkatkan keterampilan 5C”, tulis akun Instagram Kemendikbud. 

Penduduk di usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total penduduk indonesia yang berada di angka 297 juta jiwa. Supaya Indonesia bisa memetik manfaat secara optimal dari bonus demografi. 

Maka ketersediaan sumber daya manusia di usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai. Yakni sebagai upaya untuk bisa mengikuti dan menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja. 

Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam keterampilan 5C yang disebutkan oleh Kemendikbud ini? Keterampilan tersebut meliputi: 

1. Complex Problem Solving 

Istilah Complex Problem Solving merupakan keterampilan dalam memecahkan masalah. Keterampilan ini diperlukan untuk memastikan semua Insan Dikti menciptakan sebuah teknologi yang memecahkan masalah. 

Bukannya memunculkan masalah baru yang akan meningkatkan tantangan di masa mendatang. Hal ini semakin penting untuk dimiliki karena kecanggihan teknologi menghadirkan mesin yang menggeser peran sumber daya manusia. 

Pada akhirnya teknologi yang saat ini berkembang diprediksi akan memunculkan masalah baru yang lebih kompleks. Yakni minimnya penggunaan sumber daya manusia. 

2. Critical Thinking 

Pemanfaatan teknologi terkini di masa sekarang membutuhkan Insan Dikti yang bisa dan mampu berpikir kritis sekaligus analitis. Yakni terhadap semua teknologi yang digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas atau tujuan. 

Selain itu, Insan Dikti juga diharapkan tidak hanya mengarahkan teknologi juga bisa bersikap evaluatif. Kemampuan evaluatif ini diperuntukan bagi teknologi yang digunakan, apakah sudah bermanfaat secara optimal atau belum. 

Baca juga : Rekomendasi Akun TikTok untuk Pengembangan Diri di Dunia Perkuliahan

3. Creativity 

Kecanggihan teknologi di masa sekarang pada dasarnya tidak terlepas dari kreativitas yang dimiliki oleh para Insan Dikti. Keterampilan ini kemudian perlu dimiliki dan dikembangkan secara penuh. Supaya bisa melahirkan inovasi baru yang lebih baik dan berkembang. 

4. Coordinating With Others

Keterampilan berikutnya adalah kemampuan untuk berkoordinasi dengan orang lain atau coordinating with others. Keterampilan ini bertujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah yang besar kemungkinan tidak akan bisa diselesaikan sendiri. 

Kunci untuk menyelesaikannya adalah dengan menjalin kerjasama dengan Insan Dikti lain, terutama yang berada di bidang lain. Sehingga bisa saling melengkapi dengan keahlian masing-masing dalam mencapai tujuan yang sama. 

5. Cognitive Flexibility 

Keterampilan fleksibilitas kognitif merupakan keterampilan yang melibatkan kreativitas, penalaran logika, dan juga sensitivitas terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi. 

Keterampilan ini disampaikan oleh Kemendikbud akan membantu para Insan Dikti untuk menyesuaikan komunikasi dengan lawan bicara. Sehingga bisa terjalin komunikasi dua arah yang baik, agar tujuan bersama bisa tercapai dengan baik pula. 

Penulis : duniadosen.com/Pujiati
Editor : Wahyudha Wibisono

Sumber : https://www.kompas.com

Share ke sosial media

RELATED POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081228474322