fbpx

5 Ide Usaha Menjelang Pensiun Dosen

pensiun dosen
pilihan usaha menjelang pensiun dosen

Pensiun dosen bukan berarti mereka ingin berhenti kerja. Berdasarkan suatu riset, calon pensiun justru ingin tetap bekerja.

Pensiun dosen bukan berarti berhenti dari segala aktivitas. Merril Lynch Bank of America Corp melakukan survei, yang menyatakan bahwa hampir 72% mereka yang menjelang pensiun tetap ingin bekerja. Dengan kata lain, menghabiskan waktu dengan bersantai-santai hanya digemari 28% para pensiun saja.

Banyak calon pensiun yang ingin tetap bekerja setelah pensiun. Acapkali yang menjadi sumber masalahnya ketika binggung menentukan pekerjaan apa yang cocok setelah tidak lagi bekerja. Mengingat, usia sudah sulit diterima di dunia kerja. Karena hampir sebagian besar instansi dan lapangan pekerjaan mencari tenaga kerja yang lebih muda, berkompetensi dan bersemangat.

Usia pensiun usia yang serba salah. Meskipun demikian, bukan berarti tidak bisa bekerja. Kebimbangan menentukan kegiatan yang setelah pensiun dosen justru menjadi tantangan menarik. Karena, ada juga sebagian orang memilih menghabiskan waktu tanpa bekerja apapun, dan menikmati tuanya.

Kata pensiun tidak hanya untuk dosen. Bisa guru, pegawai negeri. Masa pensiun menjadi pertanyaan pada diri sendiri perihal kegiatan yang akan dihabiskan di masa lansia. Berikut adalah beberapa daftar ide aktivitas yang bisa di coba setelah masa pensiun tiba.

1. Menjadi Dosen Lepas

Meskipun Pensiun sebagai dosen, bukan berarti tidak dapat mengajar. Jika mengajar adalah pesion Anda, tetap bisa mengajar. Misalnya, menjadi dosen tidak tetap dibeberapa Perguruan Tinggi. Dimana selama proses mengajar tidak diwajibkan untuk mengajar. Anda bisa mengajar di lebih dari Pergurua Tinggi berbeda. Menariknya, profesi ini sangat disarankan bagi para lulusan pensiunan dari berbagai bidang. Misalnya pensiunan seorang dokter, bisa menjadi dosen di kedokteran.

 

2. Membuka Usaha

Membuka usaha sesuai dengan pesion menjadi salah satu alternative kegiatan yang menguntungkan. Hasil usaha yang dijalankan, tetap memperoleh pendapatan, disamping uang pensiunan. Hanya saja, Anda harus rela mengeluarkan uang sebagai modal usaha. Meskipun demikian, uang yang dikeluarkan tidak akan hilang begitu saja. Karena itu adalalh bagian dari investasi jangka panjang.

Jika usaha yang didirikan berjalan lancar, maka uang yang telah dikeluarkan akan kembali. Keuntungan lain, Anda akan mendapatkan keuntungan tambahan. Disamping itu, dengan dibukanya usaha, Anda juga membuka lapangan pekerjaan. Dengan kata lain, membantu program pemerintah mengurangi angka pengangguran.

Permasalahan umum selepas masa pensiun. Hampir sebagian orang merancang dan melakukan usaha setelah pensiun. Dampaknya, banyak diantara mereka yang lebih banyak merasakan kerugian. Bentuk kerugiannya bermacam-macam. Mulai dari jatuh stroke sampai bangkrut. Mengantisipasi terjadinya hal-hal terburuk. Tidak ada salahnya membuka usaha, lima tahun sebelum masa kerja habis. Sehingga, ketika masa kerja sudah habis, usaha yang didirikan sudah mapan. Anda tinggal menikmati keuntungannya.

 

3. Menulis Buku

Binggung tidak memiliki bakat dibidang usaha? Dan terbiasa bekerja sebagai dosen. Tidak ada salahnya pensiun dosen bisa memulai usaha yang tidak jauh berbeda dari pekerjaan awal. Barangkali Anda bisa menulis buku yang sesuai dengan studi ilmu yang dikuasai. Semacam membuat buku ajar. Mengingat, kredibilitas, skill dan pengetahuan Anda tentu jauh lebih mumpuni, karena bertahaun-tahun menggeluti ilmu tersebut.

Banyak pensiun dosen yang menjadikan aktivitas selepas pensiun dengan menulis buku. Menjadi seorang penulis buku ajar, tidak semembosankan seperti anggapan orang-orang. Menjadi penulis sebagai pekerjaan yang menyenangkan, terutama bagi mereka yang mampu menulis. Secara financial, menulis buku juga memberikan keuntungan dobel.

Keuntungan dobel menjadi seorang penulis diantarannya. Keuntungan secara material, juga non material. Secara material bisa dalam bentuk uang. Sedangkan keuntungan nonmaterial bisa berbentuk kredibilitas dari pembaca, kepuasaan batin dan dikenal. Dimana, beberapa keuntungan tersebut salah satu pemenuh kebutuhan. Mengingat, keuntungan tidak melulu berupa uang, tetapi berbentuk kepuasan. Misalnya kepuasan karena bisa berbagi ilmu dengan pembaca, dan memberikan manfaat yang besar kepada pembaca.

 

4. Akuntan

Jika anda seorang dosen akuntan. Tidak ada salahnya setiba pensiun dosen membuka jasa akuntan. Usaha tidak harus Anda yang menjalankan. Jika tidak ingin menyita banyak tenaga, dan pikiran, bisa mempekerjaan pegawai muda yang pandai dibidang akuntan. Mengingat, jasa seorang akuntan memiliki bayaran yang lebih tinggi. Memulai usaha akuntan bagi yang biasa bergelut, tentu akan lebih mudah. Mulai dari proses pendirian usaha, sampai kode etik yang seharus dijalankan.

Selain sebagai akuntan, juga bisa membuka notaris. Keberadaan notaris memang tidak banyak dibicarakan orang. Meskipun demikian, yang terjadi dilapangan, banyak orang yang mendatangi para notaris untuk meminta bantuan dan berkonsultasi perihal masalah yang dihadapinya.

 

5. Membuka Lembaga/ Yayasan

Suka dengan dunia pendidikan, barangkali membuka lembaga/yayasan menjadi salah satu ide usaha. Menarik memang membuka lembaga pendidikan nonformal ketika sudah tidak memiliki kewajiban mengajar di PT. Meskipun sudah pensiun, Anda bisa tetap menyalurkan dorongan jiwa menjadi seorang pengajar.

Membuka lembaga pendidikan nonformal memberikan rasa kepuasan tersendiri. Setidaknya, dengan membuka lembaga/yayasan mampu membantu pemerintah untuk mencerdaskan bangsa. Apalagi jika lembaga/yayasan dibangun ditempat yang memang jauh dari sekolah.

 

Dari beberapa daftar pilihan usaha setelah pensiun dosen di atas. Ada beberapa poin yang tidak kalah penting dalam membangun usaha bisnis. Setidaknya, selama mendirikan sebuah usaha, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah mempertimbangkan beberapa poin penting yang disebut SWOT. Apa saja itu SWOT, sebagai berikut.

Baca juga: Miliki 4 Kompetensi Ini Sebelum Mengajukan Sertifikasi Dosen

 

Pertama, melihat kekuatan. Misalnya, jika kita ingin membuka usaha lembaga/yayasan nonformal, kita memperhatikan sumber daya manusia. Apakah berpeluang dan potensial untuk wilayah yang ditempati? Atau sebaliknya. Atau, jika ingin menjadi seorang penulis buku ajar, maka memperhatikan tema yang sesuai dengan gelar dan bahasan yang dikuasai, sesuai dengan latarbelakang pendidikan/profesi sebagai dosen selama mengajar.

Kedua, peluang menjadi salah satu penentu apakah usaha itu akan tetap dijalankan atau tidak. Misalnya, seorang penulis buku, yang ditulis oleh seorang dosen yang mengampu pelajaran psikologi sosial. Peluang karya tulis yang diterbitkan berpeluang dibaca dan dijadikan sebagai buku pegangan selama proses belajar mengajar, dan menjadi buku wajib bagi para mahasiswanya.

Ketiga, kelemahan. Setelah peluang dan kesempatan sudah dianalisis dan ditentukan. Maka, lihat kelemahan dari analisis usaha yang telah kita susun. Kelemahan tersebut kita hitung dan kita catat. Apakah lebih merugikan, atau sebaliknya. Jika lebih merugikan, bisa mengambil pilihan lain.

Inilah beberapa catatan penting yang bisa Anda lakukan ketika tiba pensiun dosen. Semoga dengan catatan ini, bisa memberikan pandangan sekaligus memberikan solusi. Hal yang tidak kalah penting, catatan ini tidak akan mengubah apapun jika tidak kita coba langsung. Karena keberhasilan itu ditentukan oleh 1% konsep & gagasan, dan 99%nya adalah ‘action’. Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

Referensi :

  1. https://www.kaskus.co.id/thread/55b47bbc5a516385788b4567/pekerjaan-yang-cocok-buat-pensiunan/
  2. https://edratna.wordpress.com/2008/09/12/apa-yang-sebaiknya-dilakukan-setelah-pensiun/
Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja