fbpx

Sebelum Menulis Buku Referensi, Kenali 8 Ciri-Ciri Buku Referensi yang Baik Berikut Ini

menulis buku ajar

Menulis Buku referensi – Anda menjalani profesi sebagai dosen? Tentunya tidak hanya disibukkan oleh kegiatan belajar mengajar di depan mahasiswa. Namun juga dengan kesibukan lain seperti menyusun karya ilmiah. Misalnya saja menulis buku referensi yang juga termasuk ke dalam karya ilmiah, dan menjadi jenis tulisan yang wajib disusun oleh seorang dosen. 

Sekilas Tentang Buku Referensi 

Sebelum membahas lebih dalam mengenai tata cara maupun panduan dasar dalam menulis buku referensi. Sebaiknya kenali dulu definisi dari buku referensi tersebut. Jadi, buku referensi merupakan buku yang ditulis secara ilmiah yakni mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah.

Menulis Buku Referensi

Adapun isi pembahasan di dalam buku referensi ini haruslah berisi materi di satu bidang saja, sehingga bukan gabungan dua bidang atau lebih. Pemilihan topik atau tema dalam menyusun buku referensi ini sangat luas, dan bisa mengandalkan sejumlah sumber yang terjamin terpercaya. Misalnya jurnal ilmiah dan karya tulis ilmiah lainnya. 

Ciri-Ciri Buku Referensi yang Baik 

Aktivitas menulis memang aktif dilakukan oleh seorang dosen, sebab menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan kenaikan angka kredit. Ada banyak karya tulis bisa dikerjakan mulai dari buku referensi, buku ajar, diktat, modul, dan lain sebagainya. 

Dengan menulis buku referensi maupun karya ilmiah lain maka poin atau nilai angka kredit (kum) yang didapatkan akan sangat lumayan. Hal ini akan berdampak positif terhadap jenjang karir dosen yang ditekuni. Selain itu membantu Anda untuk menjadi dosen yang produktif. 

Agar penyusunannya tepat maka perlu menyesuaikan dengan ciri-ciri buku referensi yang baik, yakni sesuai himbauan dari Ristek Dikti. Apa saja ciri-ciri tersebut? Berikut adalah beberapa diantaranya: 

1. Hasil Penelitian 

Ciri yang pertama dari buku referensi adalah merupakan hasil penelitian, sehingga sumber penyusunannya jelas. Bukan karya fiksi yang hanya mengandalkan imajinasi, melainkan bisa dibuktikan secara valid. Sehingga penyusunannya perlu didahului dengan proses penelitian.

2. Digunakan oleh Dosen untuk Mengajar 

Jika ditanya, siapa yang akan menggunakan buku referensi yang disusun? Jawabannya tentu saja adalah dosen yang bisa digunakan sebagai bahan untuk mengajar di depan kelas. Sebab buku referensi ini berisi ilmu yang valid dari hasil penelitian, sehingga bisa menjadi media bagi dosen dalam mengajarkan isinya di depan kelas. 

3. Isi Buku Sesuai Alur Logika 

Penyusunan dari buku referensi tidak asal-asalan ada aturan khusus terkait hal ini. Yakni disesuaikan dengan alur logika atau urutan keilmuan, misalnya saja dimulai dengan penentuan kasus atau topik. Selanjutnya disusul dengan ilustrasi dan penjelasan lengkapnya. 

Baca juga Sistematika Penulisan Buku Ajar Standar Dikti

4. Disajikan dengan Bahasa Formal 

Dalam menulis buku referensi sama artinya Anda menulis sebuah buku yang sifatnya formal. Maka bahasa yang digunakan untuk menyusun karya ilmiah ini haruslah bahasa formal. Bahasa formal akan lebih mudah dipahami sekaligus informasi yang disampaikan lebih jelas yang tentu membuatnya bisa dibaca semua kalangan. 

5. Dipublikasikan dengan ISBN

Ciri-ciri buku referensi yang baik berikutnya adalah terkait standar publikasi, yakni harus dengan iSBN atau International Standard Books Number yang kemudian bisa diedarkan secara luas kepada masyarakat. 

6. Membahas Satu Bidang Ilmu 

Seperti yang disampaikan sekilas di atas, isi di dalam buku referensi adalah materi di satu bidang ilmu. Sehingga secara khusus hanya membahas satu bidang ilmu saja tanpa bercabang ke ilmu lain. Tujuannya tentu saja untuk menghindari adanya kesalahan persepsi saat membaca informasi di dalamnya. 

7. Tebal Buku Sesuai Ketentuan 

Selain itu untuk aspek ketebalan buku juga perlu disesuaikan dengan aturan yang ada. Jadi di dalam menulis buku referensi Anda diminta untuk menyusun buku setebal 40 halaman. Kertas yang digunakan punya ukuran sesuai standar unesco yakni dengan ukuran minimal 15.5 cm x 23 cm. 

8. Bisa Digunakan Sebagai Acuan Menulis Buku Referensi 

Ciri berikutnya adalah buku referensi tersebut bisa digunakan sebagai referensi, sitasi, dan juga bisa dimasukan ke dalam daftar referensi karya ilmiah. Hal ini penting karena menjadi bukti bahwa isi dari buku referensi yang disusun memang berdasarkan hasil ilmiah. 

Selain itu penyusunannya juga runtut sesuai aturan yang berlaku, sehingga sangat tepat untuk dijadikan referensi. Oleh sebab itu dalam menulis buku referensi perlu teliti agar isinya bisa memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.

Sumber

https://jejakdosen.com/ciri-dan-karakteristik-buku-referensi-berdasarkan-ristek-dikti/
Share ke sosial media

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081228474322