fbpx

Perbedaan Dosen PNS dan PPPK, Mana yang Lebih Menguntungkan?

perbedaan dosen pns dan pppk

Perbedaan Dosen PNS dan PPPK. Informasi mengenai lowongan dosen 2021 tentu akan diburu oleh siapa saja yang memiliki impian menjadi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Dosen memang profesi yang mulia dan ditujukan untuk siapa saja yang hobi dan memiliki passion dalam hal mengajar. Sekaligus bagi mereka yang hobi belajar, membaca, menulis, dan melakukan penelitian. 

Memasuki tahun 2021, tentunya sudah banyak juga yang menantikan informasi mengenai formasi CPNS untuk tenaga pendidik. Setiap dosen dan guru honorer dijamin ingin mencoba peruntungan mengikuti CPNS tersebut agar bisa diangkat sebagai PNS. Termasuk juga dosen PPPK. 

Lalu, sudahkah mengetahui apa itu dosen PPPK? Atau mungkin sudah mendapatkan informasi mengenai formasi penerimaan dosen untuk tahun 2021? Anda pasti bertanya-tanya apa perbedaan dosen PNS dan PPPK?

Lowongan dosen 2021 tentu akan sangat mudah ditemukan, sebab dosen adalah profesi yang abadi. Maksudnya adalah selalu dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan tenaga pendidik di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ada banyak jalur untuk bisa diterima menjadi dosen. 

Selain melamar langsung di perguruan tinggi yang membuka lowongan dosen, juga bisa melalui CPNS atau PNS. Jalur ini tentunya menjadi jalur favorit, karena setelah lolos seleksi maka dosen yang bersangkutan akan resmi diangkat menjadi dosen PNS. Dosen PNS tentu menjadi impian bagi setiap dosen, termasuk dosen non PNS di seluruh Indonesia. 

Selain itu bisa juga melalui jalur PPPK, sehingga jalur atau jalan untuk menjadi dosen cukup beragam. Tinggal dosen tersebut yang menentukan akan memilih jalur mana dan kesempatan mana dulu yang diketahui dan bisa diikuti. Namun semua jalur ini akan bermuara pada profesi dosen, profesi yang diinginkan oleh dosen itu sendiri. 

Sebelum membahas lebih jauh tentang Anda pasti bertanya-tanya apa perbedaan dosen PNS dan PPPK, maka penting untuk mengetahui dulu apa itu CPNS dan juga PPPK. Dua jenis jalur yang bisa membantu siapa saja untuk menekuni profesi dosen yang diakui atau datanya masuk ke dalam PD Dikti. 

Baca Juga: Contoh CV Dosen yang Baik dan Benar

Apa Itu CPNS dan PNS?

CPNS atau Calon Pegawai Negeri Sipil adalah sebutan yang diberikan kepada siapa saja yang sudah menyelesaikan tes seleksi CPNS atau lolos tes tersebut dan menuju ke tahap menjadi PNS. Saat ini para CPNS akan memiliki sebutan atau status tersebut selama satu tahun sejak dinyatakan lulus tes CPNS. 

CPNS sendiri melingkupi beberapa bidang, maksudnya adalah terbuka di beberapa formasi dan salah satunya tenaga pendidik di perguruan tinggi atau dosen. Biasanya formasi untuk dosen CPNS akan dibuka bersamaan dengan formasi untuk CPNS guru dan sekolah kedinasan seperti STPDN dan lainnya. 

Tahun ini, CPNS untuk tenaga pendidik dan sekolah kedinasan diumumkan akan mulai digelar pada April 2021 yakni bulan ini. Namun sekali lagi jadwal ini bisa maju bisa juga mundur, bergantung pada beberapa faktor ketika belajar dari CPNS yang sudah-sudah. 

Selama berstatus sebagai CPNS, dosen yang bersangkutan sudah aktif mengajar di suatu perguruan tinggi. Penempatan tugas ini disesuaikan dengan formasi yang diambil saat mengikuti formasi atau lowongan dosen 2021 melalui jalur CPNS. Sehingga saat formasi dibuka, maka dosen bisa langsung mengetahui nantinya jika lolos akan bertugas dimana. 

Selama satu tahun masa tugas, dosen sudah mendapatkan beberapa fasilitas namun tidak selengkap saat sudah diangkat sebagai dosen PNS. Misalnya tetap mendapat gaji dan sejumlah tunjangan sebesar 80%, namun belum mendapatkan tunjangan tertentu dan juga belum bisa mengajukan atau mendapatkan cuti. 

Selama masa satu tahun tadi, dosen CPNS akan mendapatkan penilaian kinerja dan penilaian disiplin. Jika sudah memenuhi syarat yang ditetapkan maka dosen tersebut nantinya akan diangkat menjadi dosen PNS. Tempat tugas bisa tetap namun bisa juga berubah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. 

Apa Itu PPPK? 

Lalu, apa itu PPPK? PPPK untuk dosen bisa dipertimbangkan sebagai jalur lain untuk bisa menjadi dosen resmi dan diakui. Namun bukan berarti dosen honorer maupun dosen tidak tetap dari jalur lain tidak resmi. Tetap resmi menjadi dosen, namun selama belum menjadi dosen tetap maka belum mendapatkan NIDN. 

Sehingga data diri dosen belum masuk ke PDDikti dan belum diakui sebagai dosen oleh pemerintah. Oleh sebab itu dosen yang statusnya belum tetap memang perlu berjuang agar menjadi dosen tetap. Setelah itu bisa mencoba mengikuti CPNS untuk bisa menjadi dosen PNS jika memang berkenan. 

Kembali ke topik mengenai PPPK, PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja merupakan jalur lain untuk menjadi dosen. Dosen PPPK artinya dosen yang diangkat sebagai pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan perjanjian kerja oleh pejabat pembina kepegawaian. 

Sehingga, dosen yang bersangkutan mengawali karirnya dengan mengikuti seleksi dosen PPPK. Setelah lolos seleksi maka akan berstatus sebagai ASN yang menerima sejumlah tugas dan fasilitas selama masa tugas seperti yang tertuang dalam perjanjian kerja. Hanya saja dosen PPPK tentu bukan dosen PNS, kecuali mengikuti CPNS dan lolos. 

Baca Juga: Serdos SMART: Sosialisasi Sertifikasi Pendidik untuk Dosen dan Beban Kerja Dosen 2021

Syarat untuk Mendaftar PPPK 2021 

Jika tertarik menjadi dosen melalui jalur PPPK maka tetap perlu update lowongan dosen 2021 untuk mengetahuinya. Sebab PPPK adalah jalur yang tidak dibuka setiap saat, hal serupa juga berlaku untuk jalur penerimaan dosen lainnya. Sehingga dosen yag bersangkutan harus rajin update informasi. 

Melalui situs ruangnegeri.com, disampaikan untuk penerimaan dosen dan guru PNS di tahun ini nantinya akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun yang telah lewat dosen dan guru bisa mengikuti CPNS. Maka di tahun ini semua dosen dan guru non PNS akan diangkat menjadi PPPK. 

Hal ini sesuai dengan kesepakatan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama Menteri PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi). Namun pengangkatan dosen dan guru honorer ke PPPK tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya terkait usia yang maksimal 64 tahun. 

Adapun sejumlah persyaratan yang bisa disiapkan dari sekarang untuk mengikuti PPPK tenaga pendidik, baik guru maupun dosen adalah sebagai berikut: 

  • Merupakan tenaga pendidik honorer baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta (termasuk eks-Tenaga Honorer Kategori 2 yang belum lolos seleksi CPNS). 
  • Data dosen terdaftar di PDDikti dan untuk guru di Dapodik. 
  • Memenuhi syarat lain sebagai dosen, misalnya memenuhi kualifikasi pendidikan yang minimal adalah S2 (Magister). 

PPPK 2021 atau termasuk ke dalam lowongan dosen 2021 ini kemudian terdapat sejumlah kebijakan yang tentu wajib dipahami setiap dosen. Yaitu: 

  1. Semua dosen dari perguruan tinggi manapun bisa mengikuti PPPK untuk memenuhi target penyediaan tenaga pendidik di perguruan tinggi Indonesia. Sehingga pemerintah pusat kemudian mengundang pemerintah daerah untuk membuka formasi dosen sebanyak-banyaknya. 
  2. Pendaftar PPPK 2021 diberi kesempatan sebanyak tiga kali, jika seleksi di tahun ini gagal bisa mengikuti seleksi berikut. Seleksi berikutnya bisa di tahun yang sama atau tahun depan selama batas usia masih memenuhi kriteria. 
  3. Dosen wajib aktif mengajar di perguruan tinggi. 
  4. Menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk ditempatkan di perguruan tinggi yang ditunjuk atau disediakan oleh pemerintah. 

Adapun untuk alur atau prosedur pendaftaran dosen PPPK di tahun 2021 ini adalah sebagai berikut: 

  1. Membuat akun di sscasnbkngoid
  2. Memilih menu PPPK. 
  3. Mengisi data sesuai dengan yang diminta, meliputi: 
  • Nomor Peserta Ujian. 
  • Tanggal lahir. 
  • Nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan). 
  • Nomor KK (Kartu Keluarga) atau NIK kepala keluarga. 
  • Alamat email aktif, memasukan password dan pertanyaan keamanan. 
  • Pas foto formal dengan ukuran minimal 120 kb dan maksimal 2000 kb, format dalam bentuk JPG atau JPEG. 
  1. Mencetak Kartu Informasi Akun. 
  2. Melakukan login di situs SSP3K dengan NIK dan kata sandi yang sudah terdaftar sebelumnya. 
  3. Melengkapi sejumlah data yang diminta, yaitu: 
  • Foto diri atau selfie sambil memegang KTP dan Kartu Informasi Akun. 
  • Memilih jabatan. 
  • Melengkapi biodata. 
  • Mengunggah dokumen administrasi yang disyaratkan di jabatan yang dipilih. 
  • Memeriksa kembali data diri yang sudah diisi. 
  • Mencetak Kartu Pendaftaran. 
  1. Menunggu proses verifikasi terhadap semua dokumen persyaratan yang dilampirkan. 
  2. Jika dinyatakan lolos administrasi maka peserta akan mendapatkan Kartu Ujian. 

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Dosen Kemenag dengan Dosen Kemendikbud

Formasi Penerimaan Dosen 2021 

Melalui penjelasan di atas tentu bisa diketahui bahwa untuk dosen di tahun 2021 tidak lagi melewati CPNS. Melainkan melalui PPPK, sehingga dosen honorer di berbagai perguruan tinggi di Indonesia bisa menyiapkan persyaratan PPPK di atas dan kemudian mengikuti alur pendaftaran maupun seleksinya. 

Berhubung target pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik cukup tinggi, maka formasi untuk dosen dan guru PPPK 2021 akan lebih banyak. Bahkan lebih banyak sampai beberapa kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meskipun begitu, pengangkatan dosen langsung menjadi dosen PNS tetap tersedia namun terbatas. 

Dilansir dari kompas.com, formasi untuk CPNS di tahun 2021 secara keseluruhan kebutuhan ASN oleh pemerintah pusat ada 1.275.387 yang terdiri dari 83.669 di pemerintah pusat dan 1.191.718 orang di pemerintah daerah. 

PPPK untuk tenaga pendidik baik dosen dan guru ada 1.002.616 orang di pemerintah daerah. Sedangkan untuk CPNS ada 119.094 orang, sisanya adalah untuk PPPK non guru atau bukan tenaga pendidik, yakni 70.008 orang. 

Perbedaan Dosen PNS dan PPPK 

Tahun ini, setiap calon dosen maupun dosen honorer yang ingin menjadi dosen PNS tentu harus melewati PPPK terlebih dahulu. Keputusan ini tentunya menuai banyak protes terutama dari kalangan tenaga pendidik, baik guru maupun dosen. Sebab bagaimanapun juga antara dosen PNS dengan dosen PPPK tetap terdapat perbedaan. 

Di tahun sebelumnya, dosen CPNS hanya akan berstatus sebagai CPNS selama satu tahun. Jika penilaian kinerja dan penilaian disiplin dinyatakan lolos maka akan diangkat menjadi dosen PNS. Sedangkan jika diterima sebagai dosen PPPK maka otomatis tidak akan diketahui kapan bisa diangkat menjadi dosen PNS. 

Baca Juga: Mengenal Tiga Skema Usulan Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Padahal dosen PNS dengan dosen PPPK memiliki perbedaan signifikan lagi. Apa saja perbedaan dosen PNS dan PPPK? Yuk simak penjelasannya sebagai berikut: 

Tunjangan dan Dana Pensiun 

Perbedaan pertama terletak pada tunjangan, dimana dosen PNS memiliki jenis tunjangan lebih beragam dibanding dosen PPPK. Selain itu, dosen PPPK tidak mendapat fasilitas dana pensiun sebagaimana yang akan didapatkan oleh dosen PNS. 

Sebab bagaimanapun juga, PNS adalah pegawai seumur hidup. Dimana setelah pensiun pun tetap mendapatkan gaji yang diambil dari dana pensiun selama bertugas. Fasilitas ini kemudian tidak akan didapatkan oleh dosen PPPK, sehingga perlu menyiapkan dana pensiun secara mandiri. 

Namun, terdapat informasi bahwa untuk dana pensiun di kalangan dosen maupun guru PPPK akan disiapkan dan sedang diusahakan. Dana pensiun ini masih didiskusikan dengan PT Taspen, dan kemungkinan akan ada dana pensiun untuk dosen PPPK. 

Sedangkan untuk gaji, memang untuk dosen PNS maupun dosen PPPK memiliki besaran atau nominal yang sama. Sehingga perbedaan dari segi gaji ini dilihat dari tunjangan dan dana pensiun. 

Karir Dosen 

Selain itu, terdapat pula perbedaan dari segi karir dosen. Dalam lingkungan profesi dosen tentu mengenai jabatan fungsional dan struktural. Dosen PNS memiliki kesempatan untuk memiliki jabatan struktural tadi, namun tidak demikian dengan dosen PPPK. 

Memiliki jabatan struktural akan membuka kesempatan untuk mendapatkan tunjangan dari jabatan tersebut. Selain itu juga bisa lebih mudah mengikuti program dari pemerintah, misalnya program dana hibah penelitian maupun yang lainnya. Sehingga fasilitas yang didapatkan dosen dengan jabatan struktural lebih baik. 

Baca Juga: Perlukah Mendatangkan Dosen Praktisi ke Lingkungan Pendidikan Tinggi?

Masa Kerja 

Masa kerja juga diketahui memberikan perbedaan antara dosen PNS dengan dosen PPPK. Mengapa? Sebab yang namanya PNS, baik itu dosen maupun non dosen tentu memiliki masa kerja sampai usia pensiun. Dosen bisa pensiun di usia 60-an maupun 70-an, dan selama itu pula masih aktif bertugas. 

Sedangkan untuk dosen PPPK, masa kerja bergantung pada kontrak atau perjanjian kerja dengan pemerintah atau instansi terkait. Masa kerja dosen PPPK ini kemudian bisa diperpanjang maupun dipersingkat sesuai dengan kebutuhan. Adapun hal-hal yang mempengaruhinya adalah: 

  • Sudah melewati masa perjanjian kerja, yakni minimal selama 1 tahun. 
  • Masa perjanjian kerja bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah. 
  • Perpanjangan masa kerja disesuaikan dengan hasil penilaian kinerja dosen PPPK. 

Pemutusan Hubungan Perjanjian Kerja 

Dosen maupun non dosen PPPK juga bisa mengalami pemutusan hubungan perjanjian kerja. Adapun hal-hal yang mempengaruhinya adalah: 

  • Jangka waktu perjanjian sudah berakhir dan tidak diperpanjang. 
  • Mengajukan diri atau atas permintaan sendiri untuk tidak diperpanjang. 
  • Perampingan organisasi maupun kebijakan dari pemerintah untuk melakukan pengurangan pada jumlah pegawai PPPK, sehingga dosen PPPK juga bisa termasuk di dalamnya. 
  • Tidak memiliki kecakapan baik dalam segi jasmani maupun rohani untuk menjalankan semua tugas dosen PPPK. 
  • Meninggal dunia. 

Itulah penjelasan mengenai perbedaan dosen PNS dan PPPK. Jika memang masih bisa memilih, dijamin akan mengutamakan dosen PNS atau dosen di jalur CPNS. Sebab memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan gaji seumur hidup. 

Meskipun ada wacana bahwa pegawai PPPK baik di kalangan dosen maupun umum akan diurus masalah dana pensiun. Namun sifatnya belum pasti, tentunya semua pihak berharap dana pensiun ini bisa direalisasikan. 

Terlepas dari untung tidak untung menjadi dosen PPPK, tentunya yang namanya rezeki sudah ada yang mengatur. Ketika memang sudah rezeki di jalur PPPK tersebut maka perlu dijalani sepenuh hati. Sebab sudah membantu mewujudkan mimpi menjadi dosen, dan mengenai tunjangan maupun dana pensiun bisa diusahakan secara mandiri. 

Baca Juga: Sertifikasi dan Karir Dosen Prodi Agama dan Pendidikan Agama

Apalagi dosen adalah profesi yang sangat mungkin menerima gaji dari sumber lain. Mulai dari royalti, dana hibah penelitian dari pemerintah, menjadi dosen pembimbing, dosen penguji, narasumber seminar, dan lain-lain. Sehingga poin terpenting adalah mencari informasi lowongan dosen 2021 seakurat mungkin dan menggali peruntungan di dalamnya. 

Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja