fbpx

7 Persiapan Sertifikasi Dosen, Anti Gagal!

persiapan sertifikasi dosen

Persiapan Sertifikasi Dosen. Sukses menekuni profesi dosen tentunya perlu meraih sertifikasi dosen, sudahkah saat ini menyusun persiapan sertifikasi dosen tersebut? Sebaiknya sudah ya, karena untuk bisa lolos sertifikasi dosen tentu tidak mudah. 

Bahkan untuk bisa siap menerima sertifikasi dosen, maka setiap dosen perlu melakukan persiapan jauh-jauh hari. Bahkan beberapa tahun sebelumnya, yakni untuk memenuhi kualifikasi menjadi peserta sertifikasi dosen alias Serdos. 

Apa saja kualifikasi dan bentuk persiapan yang sebaiknya dilakukan para dosen? Simak informasinya di bawah ini. 

Sertifikasi Dosen dan Kualifikasinya 

Sertifikasi dosen merupakan suatu program yang ditujukan secara khusus kepada para dosen untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan secara nasional, memperbaiki kesejahteraan dosen, dan juga meningkatkan profesionalisme dosen tersebut. 

Sertifikasi dosen dijamin akan dicoba diikuti oleh semua dosen di tanah air, sebab pasca lolos sertifikasi ada banyak fasilitas bisa didapatkan. Dimulai dari pengakuan secara nasional sebagai salah satu dosen profesional yang tentunya lebih mudah untuk mengembangkan karir sebagai dosen. 

Selain itu juga berkesempatan untuk menerima tunjangan, sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan dosen. Artinya, dengan lolos sertifikasi maka dosen memperoleh tunjangan dari pemerintah yang diberikan sejak sertifikasi diterima sampai pensiun sebagai dosen. 

Hanya saja sertifikasi dosen tidaklah mudah, sehingga berbagai persiapan sertifikasi dosen perlu dilakukan sejak jauh-jauh hari. Tingkat kesulitan sertifikasi dosen sendiri dipengaruhi oleh kualifikasinya yang cukup beragam dan butuh dedikasi untuk bisa memenuhi semuanya. 

Baca Juga: Aplikasi Selancar PAK untuk Solusi Tracking Kenaikan Pangkat dan Jabatan Akademik Dosen 

Kira-kira, apa saja kualifikasi tersebut? Berikut adalah detailnya: 

  • Memenuhi kualifikasi akademik, yakni berkaitan dengan jenjang pendidikan terakhir yang diraih. Minimal adalah Magister atau S2. 
  • Menjadi dosen tetap di salah satu Perguruan Tinggi Negeri atau menjadi Dosen DPK di Perguruan Tinggi yang mendapatkan surat Keputusan Inpassing dari pejabat berwenang yang diberi kuasa oleh Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional). 
  • Masa kerja sebagai Dosen Tetap minimal 2 tahun. 
  • Memiliki jabatan akademik minimal sebagai Asisten Ahli. 
  • Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja minimal 12 SKS per semester di PT tempatnya mengajar. 
  • Hasil atau mengikuti tes TOEP yang terdiri dari Listening 50 butir dan Reading 50 butir soal. 
  • Tes TPDA sejumlah 100 butir soal. 
  • Sudah melakukan publikasi karya ilmiah atau karya seni yang merupakan hasil karya sendiri minimal 3 dengan bobot 18/100 pada penilaian deskripsi diri. 

Jika kualifikasi atau persyaratan di atas masih ada beberapa yang belum terpenuhi, maka bisa mencoba mengejar. Sebab poin kunci untuk bisa memenuhi kualifikasi tersebut adalah fokus menjalankan semua tugas dan tanggung jawab sebagai dosen. Pelaksanaan tersebut kemudian menjadi bagian dari persiapan sertifikasi dosen yang tentu memegang andil besar untuk lolos sertifikasi. 

Baca Juga: Dekan FEB Universitas Pancasakti (UPS) Mencermati Pengaruh Fenomena Influencer Saham pada Investor Millenial

Persiapan Sertifikasi Dosen agar Tidak Gagal 

Sertifikasi dosen dengan segala kualifikasinya tentu tidak mudah untuk dipenuhi. Bahkan beberapa dosen memerlukan waktu lumayan baru bisa memenuhi semua kualifikasi tersebut. Membantu untuk bisa lolos sertifikasi dosen dan memenuhi semua kualifikasi di atas, maka lakukan beberapa persiapan sertifikasi dosen di bawah ini: 

1. Ikut Tes TOEP dan TPDA 

Persiapan pertama adalah mengenai keikutsertaan dalam tes di PLTI (Pusat Layanan Tes Indonesia). PLTI merupakan satu-satunya lembaga tes berbasis komputer yang diakui kualitasnya oleh pemerintah dan semua pihak. 

Hasil tes di PLTI bahkan menjadi syarat wajib untuk bisa ikut sertifikasi dosen. Kabar baiknya, hasil tes ini bisa berlaku selama beberapa tahun ke depan sehingga bisa diikuti jauh-jauh hari sebelum sertifikasi dosen digelar. Sehingga saat mendekati hari sertifikasi dosen bisa mempersiapkan hal-hal penting lainnya. Karena sudah punya hasil tes TOEP dan TKDA atau TPDA, sehingga tidak perlu pusing belajar lagi sampai berjam-jam. 

2. Cek Data di PD Dikti 

Sebagai dosen baik dosen di PTN maupun PTS dijamin data diri sudah masuk ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Memastikan data sudah diurus oleh bagian akademik kampus, maka bisa mengecek di situs PD Dikti tersebut. Jika belum, silahkan dikonfirmasikan dengan pihak akademik tuk segera diurus. 

3. Mengurus SK Inpassing 

Khusus untuk dosen di PTS, maka untuk mendapatkan kesetaraan dengan dosen PNS dan dosen di PTN. Maka perlu mendapatkan SK Inpassing, dan jika belum memilikinya maka bisa diurus dulu. Sehingga saat sertifikasi dosen digelar, tidak repot mengurus SK Inpassing lagi. 

4. Disiplin Menulis Jurnal Ilmiah 

Calon dosen penerima sertifikasi dosen adalah yang sukses mempublikasikan jurnal ilmiah minimal 4 di jenis jurnal internasional bereputasi. Menulis jurnal tentu perlu didahului dengan penelitian, dan prosesnya panjang ketika akan dipublikasikan sebagai jurnal internasional. 

Apalagi dituntut publikasi sampai empat jurnal, jika tidak dikejar dari sekarang dijamin susah memenuhi kualifikasi sertifikasi dosen. Mulailah disiplin menulis jurnal ilmiah sebagai persiapan sertifikasi dosen, hindari menunggu waktu luang namun menyiapkan waktu khusus untuk menulis. 

5. Belajar Bahasa Inggris 

Dosen juga perlu lancar dalam berbahasa Inggris, sebab perlu menyusun jurnal internasional sekaligus lolos tes TOEP. Oleh seba itu, selama menjadi dosen ada baiknya terus belajar bahasa Inggris. Supaya saat mengikuti TOEP bisa lolos batas minimal, karena ada batas minimal nilai yang harus dilampaui. 

Bahasa INggris adalah kemampuan bahasa yang tentu tidak bisa dikuasai dalam semalam. Oleh sebab itu perlu menyiapkan diri jauh-jauh hari, baik untuk belajar secara otodidak maupun dengan ikut kursus bahasa Inggris. 

6. Latihan Soal 

Salah satu syarat untuk bisa ikut sertifikasi dosen dan dinyatakan lolos adalah lolos pula dari Tes Kemampuan Dasar Akademik atau TKDA (TPAD). Soal tes dasar kemampuan akademik ini biasanya dalam bentuk hitungan dan soal umum seperti saat mengikuti tes CPNS. 

Akan ada beberapa soal hitungan yang rumit, dan ketika mengikuti tes tidak bisa membaca alat bantu hitungs eperti kalkulator maupun handphone. Oleh sebab itu perlu berlatih menghitung, menjumlahkan, mengurangi, dan jenis hitungan lain secara manual. Supaya di hari tes bisa mendapatkan skor tinggi, tidak harus menjadi yang tertinggi namun bisa memenuhi batas bawah nilai TKDA tersebut. 

Baca Juga: 6 Persiapan Akreditasi yang Perlu Dilakukan Perguruan Tinggi

7. Menyiapkan CV dan Deskripsi Diri 

Persiapan sertifikasi dosen selanjutnya adalah menyiapkan CV (Curriculum Vitae) dan juga Deskripsi Diri. Hal ini penting dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, karena penyusunannya tidak bisa asal. 

Harus bisa menyampaikan visi dan misi sekaligus semua prestasi yang dimiliki dalam jumlah kata yang dibatas (khusus deskripsi diri). Supaya tidak memakan waktu lama, maka bisa disusun jauh-jauh hari. Sehingga di har sertifikasi dosen digelar, tinggal copy paste saja dari file yang sudah dibuat tersebut ke kolom yang tersedia di website sertifikasi dosen. 

Persiapan tersebut tentu sangat tepat dilakukan sejak jauh-jauh hari, supaya di hari diadakannya sertifikasi dosen. Tidak kesulitan untuk memenuhi berbagai kualifikasinya. Jadi, sudahkah memulai melakukan persiapan sertifikasi dosen di atas? Jika belum, sebaiknya segera disiapkan dari sekarang. 

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja