fbpx

Cara Cek Plagiarisme untuk Jurnal dan Skripsi Secara Online

Cara Cek Plagiarisme untuk Jurnal dan Skripsi Secara Online
sumber foto : freepik.com

Sepertinya sejak dulu hingga sekarang penemuan plagiarisme di dalam karya tulis ilmiah masih saja terjadi. Sehingga para dosen yang memberi tugas kepada mahasiswanya untuk menulis karya ilmiah, penting sekali untuk paham bagaimana mengecek plagiat. 

Mengecek plagiarisme dewasa ini semakin mudah, sebab semakin banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan satu ini. Sebagian besar disajikan secara online yang bisa diakses sesuai kebutuhan. 

Paham bagaimana mengecek plagiat tidak hanya diwajibkan bagi kalangan dosen maupun tenaga pengajar lainnya. Melainkan juga perlu dipahami oleh mahasiswa yang menyusun sebuah karya ilmiah. Berikut detail informasinya. 

Apa Itu Plagiarisme? 

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan RI No. 17 Tahun 2010, definisi atau pengertian dari plagiarisme adalah perbuatan yang secara sengaja maupun tidak disengaja untuk memperoleh kredit dari sebuah karya ilmiah. Baik untuk mengutip sebagian maupun keseluruhan dari karya ilmiah yang disusun oleh pihak lain. 

Ketika mengambil kredit sebagian maupun secara keseluruhan namun tidak mencantumkan kredit, untuk menyebut asal dari kredit tersebut. Maka sudah termasuk ke dalam perbuatan plagiarisme, yang tentunya sangat dilarang dalam dunia kepenulisan. 

Pada dasarnya untuk menghindari plagiat adalah dengan melakukan rewrite dari karya ilmiah berkualitas dan terpercaya dengan bahasa sendiri. Namun jika mengutip sama persis maka bisa mencantumkan kredit atau asal dari kutipan yang diambil tersebut. 

Ada kalanya meskipun sudah menggunakan bahasa sendiri tanpa mengkopi secara utuh dari karya ilmiah lain, plagiarisme masih terdeteksi. Hal ini dapat terjadi karena bisa tanpa sengaja struktur kalimat yang ditulis sama persis dengan karya ilmiah lain yang sudah dipublikasikan. 

Sehingga baik bagi penulis, editor, dan sebagainya yang terlibat di dalam penyusunan karya ilmiah. Harus paham bagaimana mengecek plagiarisme, sehingga bisa memastikan karya ilmiah yang dibuat memang bersih dari unsur plagiat tersebut. 

Apalagi tindakan plagiat masuk ke dalam tindak kejahatan, sebab termasuk ke dalam tindakan pemalsuan dan juga penipuan. Yakni terhadap hak cipta, etika, dan juga moral. Maka penting sekali untuk menghindarinya, dengan melakukan pengecekan sebagai evaluasi tahap akhir. 

Baca juga : Memahami Pentingnya Cek Plagiarisme Dalam Penyusunan Karya Ilmiah
Baca juga : Cek Plagiarisme Online? Pakai Cara Ini!

Cara Mengecek Plagiarisme Secara Online 

Mengecek plagiarisme tidak lagi susah, Anda tidak perlu hafal di luar kepala setiap kalimat dari semua karya ilmiah yang terpublikasi. Ada beberapa tools yang menyediakan layanan pengecekan secara online. 

Beberapa penyedia layanan cek plagiarisme memang sifatnya berbayar, namun ada juga yang bisa digunakan tanpa perlu merogoh kocek alias gratis. Hanya saja untuk hasil pengecekan, memang lebih detail yang versi berbayar. Apabila memang diperlukan, tidak ada salahnya mempertimbangkan fasilitas berbayar tersebut. 

Berikut adalah sejumlah tools untuk membantu mengecek plagiat secara online:

1. Unicheck 

Tools pertama yang bisa digunakan untuk mengecek plagiat di karya ilmiah seperti jurnal maupun skripsi adalah Unicheck. Unicheck mengklaim bahwa layanan cek plagiat yang disediakan sudah digunakan oleh 1.100 akademisi di dunia. 

Cara kerjanya adalah dengan meletakan atau mengkopi teks karya ilmiah yang akan dicek di kotakan yang sudah disediakan di halaman Unicheck. Kemudian bisa memulai proses scanning untuk mendeteksi ada tidaknya plagiat di karya ilmiah tersebut. 

Akurasi pengecekan bisa sampai 99 persen jika memakai versi berbayar dan dapat mengecek sampai 15 miliar halaman dan dokumen di Google dan juga Bing. Hanya saja untuk fasilitas lebih ini perlu membayar dulu sebesar 15 dollar AS per bulan. 

2. Plagiarism Detector 

Berikutnya adalah Plagiarism Detector dengan cara kerja sama persis dengan Unicheck. Layanan yang disediakan sifatnya gratis meskipun pengecekan hanya untuk 1.000 karakter saja. 

Situs plagiarisme ini mengklaim mampu melakukan pengecekan secara mendalam sehingga memberi hasil akurat. Apabila ingin mengecek dengan akurasi lebih dalam lagi dan tanpa batasan karakter, bisa memilih versi berbayar dengan biaya 80 dollar AS per bulan. 

3. Smallseotools 

Berikutnya adalah situs Smallseotools yang mengklaim bisa mendeteksi plagiat secara akurat dan memberikan rekomendasi untuk mengubah frasa menjadi bebas plagiat. 

Selain itu, situs ini bisa mengecek plagiarisme untuk berbagai jenis format file. Baik itu .doc, .txt, .rtf, .pdf, dan lain sebagainya. Tersedia pula fasilitas Report yang bisa digunakan untuk melaporkan penyusun karya ilmiah lain yang ketahuan menduplikasi karya ilmiah yang dibuat.

Sebenarnya masih banyak situs yang menyediakan layanan pengecekan plagiarisme untuk berbagai jenis karya tulis. Silahkan dimanfaatkan untuk menghindari praktek plagiat baik yang disengaja maupun tidak. 

Baca juga : Komunitas Mahasiswa Pascasarjana UNY Kenalkan Mendeley Desktop Mencegah Plagiarisme

Tips Memilih Situs untuk Mengecek Plagiarisme

Cara termudah untuk mengecek plagiat adalah melalui situs atau platform yang sudah disebutkan sebelumnya. Setiap situs memiliki ketentuan dan fitur tersendiri untuk mengecek plagiat dari suatu karya tulis. 

Pilihannya yang beragam, kadang membuat pengguna layanannya bingung harus memakai yang mana. Pernahkah mempertanyakan, situs mana yang hasil pengecekannya lebih akurat? 

Membantu memilih situs yang tepat dan juga mudah untuk digunakan dalam mengecek plagiat. Maka bisa menyimak dan menerapkan beberapa tips di bawah ini: 

1. Memilih Situs yang Dikenal Kredibel 

Tips pertama dalam memilih situs cek plagiarisme online adalah mencari situs yang dikenal dan diketahui sudah kredibel. Bagaimana mengetahuinya? Yakni dilihat dari alamat situsnya, sudah berapa lama tersedia, penilaian pengguna, hasil pengecekan, dan lain-lain. 

Hal ini penting untuk memastikan bahwa situs tersebut memang memaparkan hasil pengecekan yang juga kredibel. Sebab jika asal-asalan dalam memilih situs, tentu ada kemungkinan hasil pengecekannya kurang akurat. 

Efeknya, ada kemungkinan masih ada unsur plagiat namun tidak terdeteksi oleh sistem di situs tersebut. Jadi, usahakan mencari yang sudah terpercaya agar hasil tulisan yang dicek benar-benar bebas plagiat. 

2. Mudah untuk Diakses 

Pernah menjumpai situs cek plagiarisme online yang proses loadingnya sangat lama? Beberapa situs memang cukup berat, sehingga perlu kesabaran ekstra untuk menunggu semua halaman tampil sempurna di desktop maupun layar smartphone. 

Namun, masih banyak lagi situs cek plagiat yang sebenarnya ringan. Situs seperti ini bisa dijadikan prioritas, supaya proses pengecekan lebih efisien. Sekaligus tidak perlu menguji kesabaran dan tetap bisa diakses sekalipun jaringan internet sedang tidak sehat. 

3. Tidak Masalah Memilih yang Gratisan 

Situs untuk mengecek plagiat pada karya tulis ada dalam dua versi, yakni yang gratisan dan ada yang berbayar. Bagus yang mana? Jika diminta memilih, memang lebih bagus yang berbayar. Kabarnya pengecekan melibatkan lebih banyak artikel dan situs, sehingga hasilnya lebih akurat. 

Namun, bukan berarti situs yang layanan cek plagiatnya gratis itu jelek. Ada banyak yang bagus, dan jika memang tidak mengecek setiap hari maka versi gratis ini bisa tetap digunakan. Oleh sebab itu, tidak masalah memakai situs cek plagiat yang gratis selama kredibilitasnya terjamin. 

4. Banyak Direkomendasikan 

Jika kesulitan dan masih ragu untuk memakai salah satu situs cek plagiarisme online. Maka bisa mempertimbangkan rekomendasi dari orang sekitar, utamakan yang paling banyak direkomendasikan. 

Mengapa? Sebab pilihan situs dengan layanan semacam ini sangat banyak, dan jika salah satu atau beberapa banyak dipakai. Maka menunjukan kredibilitasnya sekaligus ada keunggulan lain yang ditawarkan. 

Situs seperti inilah yang memang tepat untuk dipilih agar bisa mengecek plagiat dengan akurat. Selain itu bisa lebih mudah melakukan pengecekan, misalnya karena satu kali pengecekan bisa lebih dari 1.000 kata, loadingnya cepat, dan lain-lain. 

5. Proses Pengecekan Mudah 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa proses pengecekan di setiap situs pengecekan plagiat berbeda-beda. Ada yang tinggal copy paste naskah di situs tersebut, ada yang harus mengunggah dokumen secara langsung, dan lain-lain. 

Setelah dokumen yang di cek sudah diunggah atau di copy, maka ada yang perlu memasukan kode dan ada yang cukup menekan tombol pengecekan yang tersedia. Sehingga sistem akan langsung bekerja. 

Jika diminta memilih, tentunya akan lebih nyaman memakai situs yang proses pencetakannya mudah. Jadi, silahkan memilih situs yang dirasa prosesnya paling mudah agar pengecekan tidak memakan waktu lama

Mengapa Plagiarisme Bisa Terjadi?

Meskipun sudah ada banyak situs yang bisa digunakan untuk mengecek ada tidaknya unsur plagiat dalam sebuah karya tulis. Namun praktek plagiat ini masih saja ditemukan, dan rupanya kondisi ini terjadi karena beberapa faktor penyebab. 

Faktor penyebab tindakan plagiat ini secara umum adalah sebagai berikut: 

1. Rasa Malas

Penyebab pertama yang membuat kegiatan plagiat masih terus dilakukan dan ditemukan adalah karena rasa malas. Malas adalah sifat negatif yang sebaiknya dihindari oleh siapapun, baik itu kalangan akademisi maupun non-akademik. 

Malas dalam menunda pekerjaan akan membuat suatu tugas dan tanggung jawab menumpuk. Sehingga membuat pelakunya dikejar oleh deadline yang mendesak. Kondisi ini tentu membuat waktu pengerjaan menjadi tidak ada. 

Bukan karena terlalu sibuk, melainkan karena memang punya kebiasaan menunda pekerjaan. Sehingga waktu berharga yang bisa digunakan mengerjakan tugas digunakan untuk hal lain yang belum tentu bermanfaat. 

Minimnya waktu untuk mengerjakan tugas yang terbengkalai tadi, kemudian memunculkan keinginan untuk mengerjakan dengan praktis. Yakni asal copy paste dari karya ilmiah lain. 

Cara ini tentu keliru karena membuat karya tulis yang dibuat terdeteksi ada unsur plagiat. Sehingga mengurangi kualitas karya tulis tersebut, menurunkan kredibilitas pelakunya, dan juga bisa menyebabkan pelakunya tersangkut kasus hukum. 

2. Kurangnya Pengetahuan

Faktor penyebab berikutnya adalah karena kurangnya pengetahuan dari pelaku yang melakukan plagiat. Hal ini terjadi ketika pelaku memiliki pengetahuan yang terbatas, sehingga tidak memiliki keinginan untuk mencari referensi dan mengembangkannya. 

Selain itu, bisa juga karena memang tidak tahu jika plagiat atau asal copy paste adalah suatu kesalahan. Sehingga tidak sadar melakukan plagiat, karena memang tidak paham jika plagiat adalah sesuatu yang tidak benar dan perlu dihindari. 

Minimnya pengetahuan lain, bisa karena keliru dalam mengambil kutipan. Misalnya memasukan kutipan atau opini dari penulis karya ilmiah lain secara utuh. Namun tidak menuliskan kredit atau sumber dari opini yang ditulis utuh tersebut. 

Sehingga sebelum menyusun karya ilmiah maupun karya tulis jenis lainnya, sebaiknya memahami apa itu plagiat. Sekaligus bagaimana cara menghindarinya, termasuk dengan menuliskan kutipan dengan baik dan benar sesuai aturan. 

3. Tidak Percaya Diri dengan Karyanya

Seseorang melakukan kegiatan atau tindakan plagiat juga bisa dipicu oleh faktor kurangnya rasa percaya diri. Merasa bahwa kualitas dari karya ilmiah yang disusun di bawah standar dan tidak layak. 

Kemudian membuat pelaku ingin mengambil jalan pintas agar bisa meningkatkan kualitas tersebut tanpa perlu turun tangan. Yakni dengan copy paste terhadap karya tulis ilmiah lain yang kualitasnya sudah diakui banyak pihak. 

Langkah ini tentu mudah terdeteksi, apalagi pengecekan plagiat bisa dilakukan secara online. Sehingga karya tulis yang penuh plagiat ini bukannya mengalami peningkatan kualitas namun malah sebaliknya. 

Oleh sebab itu bagi pelaku plagiat yang terkendala masalah tidak percaya diri, sebaiknya memupuk rasa percaya diri tersebut. Pasalnya, perlu lebih percaya diri dengan hasil tulisan sendiri meskipun jauh dari kata sempurna dibanding mengambil karya tulis orang lain. 

4. Minimnya Sosialisasi

Penyebab lainnya adalah karena minimnya sosialisasi, salah satunya terkait berbagai peraturan perundang-undangan yang membahas mengenai bahaya plagiat serta ancaman bagi pelakunya. 

Sosialisasi yang minim akan menurunkan kesadaran penulis dalam mencegah plagiat. Sehingga merasa hal tersebut sah saja dilakukan, dan merasa dilakukan juga oleh banyak penulis. 

Plagiat adalah tindakan negatif dan tercela, yang tentu perlu dihindari oleh para penulis karya ilmiah dan karya tulis jenis apapun. Supaya lebih mudah untuk menghindarinya maka perlu melatih keterampilan menulis dan tidak bosan melakukan pengecekan, lewat situs yang direkomendasikan di atas. 

Penulis : duniadosen.com/Pujiati
Editor : Wahyudha Wibisono

Sumber :
https://www.kajianpustaka.com/
https://www.cnnindonesia.com/

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja