fbpx

Prof Retno: Memahami Pentingnya Mencapai Gelar Profesor bagi Dosen

prof retno

Prof. Retno. Dosen merupakan profesi yang juga memiliki jenjang karir yang jelas. Dimulai dari Asisten Ahli kemudian Lektor, Lektor Kepala, dan paling tertinggi adalah Guru Besar atau Profesor. Bagi sebagian dosen mungkin mengejar jenjang karir setinggi mungkin bukan prioritas. Hanya saja, pencapaian ini ternyata membawa banyak dampak positif. 

Lalu, apa arti penting mencapai gelar profesor bagi dosen? Mengupas mengenai arti penting tersebut, Dunia Dosen menggelar webinar dengan mengusung tema “Pentingnya Mencapai Gelar Profesor bagi Dosen” yang sekaligus menjadi webinar pembuka dari rangkaian workshop online karir dosen yang diadakan oleh duniadosen.com. Webinar ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Drh. Rr. Retno Widyani, MS, MH dan digelar pada Kamis (01/07/2021). 

Dosen adalah Karir Pilihanku 

Prof. Retno

Pada pembukaan, Prof. Retno menjelaskan bahwa semua dosen tanpa terkecuali sejak awal memang sudah memilih karir sebagai dosen. Atas keputusan ini, maka semua dosen kemudian dituntut untuk bertanggung jawab terhadap pilihan hidup tersebut. Hal ini tentunya berlaku juga untuk profesi lain. 

Sehingga salah satu bentuk tanggung jawab para dosen atas karir yang dipilihnya adalah dengan mencapai karir tertinggi dari dosen. Yaitu Profesor (Guru Besar), yang kemudian menjadi gelar yang sangat penting untuk dicapai oleh setiap dosen. 

Setiap dosen, disampaikan oleh Prof. Retno harus bersemangat untuk mencapai jabatan akademik Profesor. Apalagi tidak semua dosen sudah atau berhasil mencapai jabatan tertinggi ini, dan di Indonesia sendiri tercatat baru 5.000 atau 6.000 dosen yang tercatat sudah menjadi Profesor. 

Meraih gelar Profesor sebaiknya sudah dimiliki sejak awal meniti karir sebagai dosen. Prof. Retno menjelaskan bahwa semua dosen muda sebaiknya memiliki strategi untuk mencapai gelar Profesor secepatnya. 

Tugas Sehari-Hari Seorang Dosen 

Profesi dosen kemudian memiliki banyak sekali tugas, dalam keseharian tugas-tugas tersebut mencakup: 

1. Profesional dalam Mengajar 

Tugas harian dosen yang pertama adalah mengajar, yakni menyampaikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Materi perkuliahan yang disampaikan sudah tentu tidak bisa disampaikan secara asal, wajib secara profesional. Salah satunya dengan mempersiapkan diri dengan baik sebelum aktivitas mengajar dimulai. 

Jadi, misalnya saja sebelum mengajar dosen sudah harus menyiapkan materi di setiap pertemuan. Mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan ke-16 atau seterusnya. Perlu juga menyiapkan slide presentasi, buku ajar, dan sebagainya yang sekiranya menunjang kegiatan mengajar. Jangan sampai hari H mengajar masih bingung mencari bahan. 

2. Profesional dalam Mendidik Anak Bangsa 

Tugas harian kedua dari seorang dosen adalah mendidik anak bangsa secara profesional. Mendidik disini diartikan tidak hanya mengajarkan materi perkuliahan akan tetapi berbagai nilai dalam kehidupan. Misalnya saja menyelipkan materi tentang nilai keimanan agar mahasiswa terbiasa mengamalkan nilai tersebut dalam keseharian. 

Fokus pada KUM Bernilai Besar 

Setelah mengetahui tugas-tugas harian dosen, langkah selanjutnya adalah mengukur kinerjanya sudah sampai mana. Bagi dosen yang sudah memiliki sertifikasi dosen (serdos) maka secara berkala akan melaporkan beban kerja dosen. Pencapaian kinerja kemudian akan mempengaruhi cepat lambatnya seorang dosen naik jabatan akademik. 

Setiap kinerja yang dilakukan dosen akan menambah angka kredit dosen atau KUM. Prof. Retno menjelaskan bahwa sebagai strategi mempercepat pencapaian gelar Profesor, para dosen bisa fokus atau mengutamakan pekerjaan dengan KUM yang besar (bernilai tinggi). Adapun yang nilai KUM-nya terbilang tinggi ini adalah: 

1. Membuat Buku Ajar 

Buku ajar termasuk tugas dosen dengan nilai KUM yang tinggi. Supaya bisa menulis buku ajar secara produktif maka dosen saat mengajar bisa sambil menyiapkan bahan untuk buku ajar. Selama mengajar, dosen juga bisa menyiapkan penyusunan buku referensi. 

Jadi, dari semua umpan balik atau pertanyaan yang diajukan mahasiswa bisa disusun menjadi daftar. Kemudian bisa menjadi ide untuk menyusun buku referensi yang tentunya bisa menambah nilai KUM secara signifikan. 

2. Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Hasil dari penelitian dan pengabdian ilmu adalah artikel yang diterbitkan di jurnal, KI (Kekayaan Intelektual), dan juga mengikuti seminar. 

3. Pendidikan dan Pengabdian 

Hasil penelitian yang dilakukan dosen kemudian dijadikan program pengabdian kepada masyarakat untuk diterapkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Umpan balik dari masyarakat kemudian bisa digunakan untuk merevisi semua artikel ilmiah dan buku yang ditulis agar lebih relevan. 

Mengapa Harus Menjadi Profesor? 

Prof. Retno menyampaikan bahwa Profesor pertama yang dimiliki Indonesia adalah Bp. Husein Djajadiningrat. Gelar Profesor diraih pada tahun 1924 melalui Perguruan Tinggi Hukum di Jakarta. Setelah 100 tahun lamanya, jumlah Profesor sampai hari ini baru mencapai 6.000 orang. Per tahunnya hanya ada 60 dosen yang dilantik menjadi Profesor. 

Jumlah ini terbilang sedikit, dan artinya Indonesia berada pada kondisi kekurangan Profesor. Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa dosen masa kini harus segera menyusun strategi untuk mendapatkan gelar Profesor tersebut. 

Setiap dosen perlu merenungi kembali alasan memilih karir sebagai dosen. Atas pilihan ini maka harus bertanggung jawab dengan meraih jabatan akademik tertinggi. Kemudian juga penting untuk mengenal jati diri sendiri. Supaya lebih termotivasi untuk meraih karir yang cemerlang. 

Prof. Retno juga menjelaskan bahwa hidup di dunia hanya sebentar sehingga waktu yang dimiliki perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Misalnya untuk beribadah, melakukan banyak hal baik, menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dan lain sebagainya. 

Fokus hanya mengajar saja tanpa mengurus proses kenaikan jabatan akademik akan membuang banyak waktu. Sehingga setiap dosen sejak awal sudah harus memiliki rencana atau strategi untuk meraih jabatan akademik tertinggi dengan secepatnya, sejujur-jujurnya, dan sebaik-baiknya. 

Profesi dosen adalah profesi yang memberi kesempatan besar bagi siapa saja untuk menabung pahala sebanyak mungkin demi kehidupan akhirat. Sehingga bertanggung jawab menjadi dosen dengan meraih gelar Profesor masuk ke dalam proses menabung pahala tersebut. 

Hal ini berkaitan dengan semua amal kebaikan yang dilakukan selama berjuang meraih gelar Profesor. Misalnya saja dari kegiatan mengajar, yang membagikan seluruh ilmu pengetahuan yang dimiliki dosen tanpa syarat kepada seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Sehingga dengan waktu di dunia yang terbatas perlu segera mengurus proses naik jabatan menjadi Profesor. 

Pentingnya Investasi untuk Meraih Gelar Profesor 

Meraih gelar Profesor diakui Prof. Retno bukanlah hal yang mudah untuk diraih. Selain butuh pengorbanan dari segi waktu dan tenaga, juga perlu berkorban dari segi biaya. Sebab dalam mendapatkan KUM dosen kerap kali harus mengeluarkan biaya untuk berbagai syarat mengajukan diri naik jabatan. 

Misalnya biaya seminar yang berkisar antara Rp 1-5 jutaan, biaya Haki sekitar Rp 1-1.5 jutaan, dan biaya publikasi yang mencapai belasan juta. Biaya-biaya ini besar, dan para dosen muda dianjurkan untuk mulai menyisihkan penghasilan agar bisa memenuhinya. Investasi sejak muda menjadi Profesor perlu dilakukan dan butuh komitmen tinggi. 

Oleh sebab itu, perlu fokus untuk mengatur strategi meraih gelar Profesor secepat mungkin. Fokus pada KUM dengan nilai besar dan fokus untuk menjalankan semua tugas dosen secara profesional. 

Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja