fbpx

Roadmap Penelitian Dosen : Prinsip Dasar dalam Penyusunannya

roadmap penelitian dosen

 

Roadmap penelitian dosen. Sukses dalam melaksanakan penelitian, ternyata para dosen perlu melengkapinya dengan menyusun roadmap penelitian dosen. Roadmap atau peta jalan penelitian dosen ini memiliki andil sangat signifikan dalam mendukung kesuksesan suatu penelitian. Sesuai dengan namanya, peta jalan ini membantu dosen melaksanakan penelitian secara terstruktur. 

Tidak mudah tersesat dan berhenti di satu titik yang kemudian terus berusaha untuk mengembangkan penelitian secara berkala. Kegiatan penelitian diketahui menjadi satu diantara tiga tugas pokok seorang dosen, hal ini sesuai yang tercantum di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Kegiatan penelitian yang terus berlangsung akan mendorong perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Tidak heran para dosen mendapat dukungan penuh dari pemerintah maupun institusi pendidikan tempatnya mengajar. Oleh sebab itu, penelitian ini penting untuk dilaksanakan dengan baik sehingga peta jalan perlu disusun untuk menyempurnakannya. 

Pengertian Roadmap Penelitian Dosen 

Hal pertama yang harus dipahami mengenai roadmap penelitian dosen adalah pengertiannya. Secara arti kata, istilah roadmap merupakan peta jalan dan dikhususkan untuk memetakan perjalanan dari sebuah penelitian. Sehingga penelitian tersebut lebih terstruktur, bisa terus berkembang, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sekaligus mudah diaplikasikan. 

Peta jalan penelitian dosen kemudian bisa diartikan sebagai susunan kegiatan penelitian dari awal sampai ke akhir dengan sifat fleksibel dimana bisa diubah atau dikembangkan agar sesuai dengan perkembangan zaman. Perjalanan dalam menyusun roadmap ini sendiri bisa singkat hanya saja pelaksanaannya bisa memakan waktu antara 5 sampai 20 tahun atau bahkan lebih. 

Peta jalan penelitian akan membantu dosen menentukan arah penelitian, dan kemudian disesuaikan dengan prioritas dari institusi atau pendidikan tinggi tempatnya mengajar. Sehingga lewat peta jalan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat yang sangat luas. 

Apalagi pada dasarnya kegiatan penelitian yang dilakukan dosen tidak serta merta hanya untuk mendukung dosen menapaki jenjang karir yang tinggi. Melainkan juga ikut mengembangkan institusi, kualitas pendidikan di Indonesia, kualitas publikasi, dan juga memberikan sumbangsih besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Baca Juga:

Pentingnya Akademik Branding bagi Dosen

Jenjang Karir Dosen PNS

Dosen Pengampu dan Kategori Lainnya

Tujuan Roadmap Penelitian Dosen

Menyusun roadmap penelitian dosen kemudian memiliki banyak sekali tujuan, misalnya: 

1. Mengetahui Prioritas Institusi 

Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, dosen bisa melaksanakan penelitian sesuai dengan bidang keilmuan atau kepakaran keilmuan yang dikuasai. Hanya saja tidak selalu demikian, dosen yang mengabdi pada institusi juga harus melihat kebutuhan institusi tersebut. 

Sehingga penelitian ini ada kalanya harus menyesuaikan dengan prioritas institusi. Sehingga bisa menjalankan proyek penelitian yang mampu mendorong perkembangan institusi tersebut melalui hasil luaran. Baik dalam bentuk laporan hasil penelitian, publikasi jurnal, publikasi dalam bentuk buku, dan lain-lain. 

Adanya peta jalan penelitian atau roadmap penelitian dosen kemudian membantu dosen mengetahui prioritas institusi. Sehingga sejak awal perencanaan penelitian bisa mencari topik yang sesuai, menyusun kebutuhan anggaran, kebutuhan peralatan, menentukan mitra, menentukan lokasi penelitian, dan sebagainya. 

2. Mengetahui Kebutuhan untuk Melakukan Kolaborasi 

Peta jalan penelitian juga disusun untuk membantu mengetahui apakah suatu penelitian perlu kolaborasi atau tidak. Kolaborasi dalam kegiatan penelitian adalah hal lumrah, dan bisa menghubungkan antara dua institusi pendidikan tinggi atau bahkan lebih. 

Kegiatan penelitian juga bisa menjadi penghubung antara instansi perguruan tinggi dengan industri atau sebuah perusahaan. Sehingga hasil penelitian akan dimanfaatkan langsung oleh industri yang diajak berkolaborasi tadi. Kolaborasi kemudian juga memberi dukungan dari aspek pendanaan, SDM, dan lain-lain. 

Adanya roadmap penelitian dosen akan membantu dosen mengetahui apakah suatu penelitian yang disesuaikan dengan prioritas institusi perlu berkolaborasi. Bisa karena keterbatasan dana, keterbatasan fasilitas di laboratorium kampus, dan lain sebagainya. Sehingga bisa segera mencari mitra untuk diajak berkolaborasi. 

3. Memahami Segala Kebutuhan Pelaksanaan Penelitian 

Kegiatan penelitian tidak hanya berlangsung satu atau dua hari, bisa berbulan-bulan dan bahkan bisa lebih dari 5 tahun sampai mendapatkan hasil yang tepat dan dinilai sudah sangat akurat. Beberapa lagi dilakukan lebih singkat dan kemudian terus dikembangkan untuk menyempurnakan hasil penelitian yang dilakukan. 

Proses panjang ini sudah tentu tidak hanya membutuhkan SDM dan dana yang cukup, melainkan juga sejumlah peralatan. Semua ini tentunya perlu disusun sedemikian rupa di dalam roadmap penelitian dosen. Sehingga bisa didapatkan semua daftar kebutuhan untuk melaksanakan penelitian. 

Jauh-jauh hari kebutuhan tersebut sudah disiapkan, disediakan, dan dijamin tersedia atau ada alternatif yang sama berkualitasnya. Sehingga kegiatan penelitian yang sudah direncanakan benar-benar bisa direalisasikan dan kemudian segera mendapatkan output yang bermanfaat untuk banyak pihak. 

4. Penelitian Mampu Mengikuti Perkembangan Teknologi Terkini 

Roadmap penelitian dosen juga bertujuan untuk memetakan perjalanan penelitian yang dilakukan dosen dari tahun ke tahun. Hal ini bertujuan untuk membuat suatu penelitian bisa mengikuti perkembangan teknologi terkini. Hasil penelitian bisa sangat relevan dan kemudian memberi manfaat lebih optimal. 

Penelitian juga akan semakin mudah dilakukan jika memanfaatkan teknologi yang sudah ada. Sehingga bisa menggunakan berbagai peralatan canggih untuk mempercepat proses penelitian, meningkatkan akurasi hasil pengamatan, meminimalkan kesalahan, dan lain sebagainya. 

Supaya penggunaan teknologi ini tepat maka perlu dibuat peta jalan, karena bisa jadi suatu teknologi kurang tepat dipakai dalam penelitian tersebut. Sedangkan jika dilihat dari hasil penelitian, nantinya bisa menghasilkan temuan yang relevan dan mudah diaplikasikan sesuai dengan teknologi yang sudah ada dan berkembang. 

Temuan yang didapatkan kemudian bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, karena sesuai kebutuhan masyarakat masa kini. Sekaligus bisa diterapkan di berbagai teknologi yang diaplikasikan ke berbagai mesin, alat, dan sebagainya. Tidak tertutup kemungkinan hasil penelitian menjadi bagian dari cara hidup baru masyarakat modern. 

Baca Juga:

Kekayaan Intelektual yang Dihasilkan Dosen

Panduan SISTER untuk Dosen

Cara Menghitung Beban Kerja Dosen

Skema Usulan Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Prinsip Dasar dalam Penyusunan 

Melalui penjelasan panjang di atas mengenai pengertian roadmap penelitian dosen maka bisa disimpulkan bahwa di dalam penyusunannya terdapat 3 (tiga) bagian penting. Dimulai dari:

  • Riset Dasar atau R&D. 
  • Riset Terapan atau Teknologi, dan terakhir adalah 
  • Riset Pengembangan (Produk). 

Peta jalan penelitian kemudian tidak hanya menyangkut proses atau tahapan penelitian saja. Akan tetapi juga mencakup waktu dari pelaksanaannya dan pengembangannya. Sehingga akan lebih baik lagi jika peta jalan ini dibuat dalam bentuk grafik dimana sumbu X menjadi sumbu waktu dan sumbu Y menjadi sumbu kegiatan penelitian. 

Selain ditampilkan dalam bentuk grafik, visualisasi peta jalan penelitian juga bisa menggunakan diagram ataupun grafik fishbone. Bisa disesuaikan dengan cara mana proses visualisasi atau penggambaran peta jalan ini lebih mudah untuk dibuat dan dipahami. 

Peta jalan penelitian kemudian diketahui juga memiliki sejumlah prinsip dasar yang membantu dosen untuk menyusunnya dengan baik. Prinsip dasar tersebut antara lain: 

1. Jelas dan Ringkas 

Prinsip dasar yang pertama dalam menyusun roadmap penelitian dosen adalah jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Artinya peta jalan tersebut dibuat seringkas mungkin dan menyampaikan setiap rencana kegiatan penelitian dengan jelas. Jika dua poin ini terpenuhi maka sepanjang apapun peta jalan penelitian akan mudah dipahami. 

Oleh sebab itu, dianjurkan dalam menyusun peta jalan penelitian dilakukan visualisasi yakni dengan grafik sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan pembaca untuk memahami betul peta jalan tersebut bagaimana prosesnya dari awal sampai akhir. 

Saat membaca petanya, seseorang bahkan bisa tahu di tanggal sekian harus melakukan apa, sehari setelahnya melakukan apa, setahun kemudian ke tahap mana, dan seterusnya. Sehingga tidak perlu disampaikan dalam bentuk paragraf kecuali untuk keterangan tambahan dari visualisasi yang dilakukan. 

2. Realistis 

Prinsip kedua dalam menyusun roadmap penelitian dosen adalah realistis atau bisa dilaksanakan. Artinya peta jalan penelitian tersebut memiliki tahapan dan perencanaan yang memang logis. Disesuaikan dengan jumlah SDM, fasilitas di laboratorium kampus, ketersediaan dana dari Kemenristek, dan lain-lain. 

Sehingga peta jalan penelitian harus melihat banyak aspek agar bisa disebut realistis. Jangan hanya mengutamakan keinginan pribadi dan cenderung perfeksionis. Jika tidak realistis maka akan susah untuk dilaksanakan, peta jalan penelitian hanya sebatas coretan tinta di selembar kertas. 

Oleh sebab itu, pada saat menyusun peta jalan penelitian harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Jika tidak ada fasilitas yang mendukung di institusi maka bisa mencari alternatif lain yang bisa dijangkau atau yang tersedia. Jika tetap tidak ada maka bisa mengubah alur kerjanya seperti apa. 

3. Terukur 

Berikutnya adalah terukur yang artinya suatu roadmap penelitian dosen harus memiliki tahapan yang jelas. Sehingga bisa diukur, misalnya diukur kapan penelitian tersebut siap untuk segera dilaksanakan dan kapan penelitian ini akan berakhir dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. 

Penyusunannya kemudian mencakup penentuan waktu, program, kegiatan, target, luaran, dan lain sebagainya. Sehingga apa saja yang akan dilakukan di dalam kegiatan penelitian ini sudah harus ditentukan sejak awal. Sesampainya di lokasi penelitian para SDM tidak lagi kebingungan harus melakukan apa. 

Selain itu memberi batasan pada setiap tindakan atau kegiatan yang dilakukan agar tidak melenceng dari tujuan penelitian yang dilakukan. Pada akhirnya semua kegiatan yang dilakukan bermuara pada satu tujuan yang sama. Yakni mencapai hasil penelitian seperti yang sudah direncanakan. 

Tanpa prinsip terukur ini maka kegiatan penelitian sulit untuk diselesaikan bahkan sulit untuk dimulai. Sebab bisa jadi setiap SDM memiliki pandangan berbeda dan kemudian terjadi perdebatan. Oleh sebab itu peta jalan bisa menjadi solusi mengantisipasi kemungkinan semacam ini, karena memang efektif meminimalkan masalah. 

4. Lengkap atau Komprehensif 

Prinsip dasar keempat adalah lengkap atau komprehensif yang artinya isi peta jalan penelitian ini menyeluruh. Mulai dari kegiatan awal penelitian sampai didapatkan hasil atau luaran. Sehingga disampaikan oleh dosen peneliti sejak awal apa saja yang akan dilakukan dan hasil seperti apa yang akan didapatkan. 

Kegiatan penelitian kemudian memiliki kejelasan isinya nanti apa saja dan hasilnya seperti apa. Tanpa ada kejelasan sejak awal maka penelitian tersebut tentu sukar untuk disetujui oleh pihak kampus maupun Kemenristek. Inilah pentingnya menyusun peta jalan penelitian yang baik. 

Supaya semua bisa dipaparkan dengan jelas, realistis, dan juga mencapai tujuan yang bermanfaat bagi banyak pihak. Peta jalan akan membantu dosen mempresentasikan rencana penelitian dengan lebih lengkap dan matang. Sehingga mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari banyak pihak. 

5. Tidak Kaku atau Fleksibel 

Terakhir, di dalam peta jalan penelitian juga harus dibuat fleksibel atau tidak kaku. Artinya peta jalan yang sudah disusun bisa berubah mengikuti perubahan yang ada, kebijakan yang diterapkan, kondisi terkini, dan sebagainya. Termasuk juga jika ada perbaikan dan masukan dari pihak lain yang memang sebaiknya diterapkan. 

Oleh sebab itu, peta jalan penelitian tidak boleh kaku. Perubahan terhadap isinya bisa saja dilakukan dan kadang bisa lebih dari sekali. Hal ini penting agar hasil penelitian relevan dan tentunya saat diterapkan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang. Sebab sangat sesuai dengan perkembangan zaman dan tata kehidupan masyarakat luas. 

Perubahan atau fleksibilitas di dalam roadmap penelitian dosen menjadi persoalan yang sangat penting. Sebab perubahan yang dilakukan juga akan melancarkan kegiatan penelitian itu sendiri. Sehingga jangan sampai saklek dan tidak mau berubah sama sekali. 

Baca Juga:

Beda Jabatan Struktural dan Fungsional Dosen

Cara Mengetahui NIDN Dosen

Tips Sertifikasi Dosen 

Bentuk Pengembangan Roadmap Penelitian 

Terkait dengan prinsip dasar yang terakhir dalam menyusun peta jalan penelitian dosen, yakni harus fleksibel atau dikembangkan. Maka ada sejumlah bentuk pengembangan yang umum diterapkan di dalam proses ini. Yaitu: 

  • Melakukan perincian terhadap bidang-bidang makro ke dalam bidang-bidang mikro, lalu akan didapatkan informasi mengenai adanya keterkaitan yang jelas antara satu bidang makro dengan bidang makro maupun antara bidang mikro dengan mikro dan makro dengan makro. 
  • Memberikan tanda atau penanda pada setiap progres dari pelaksanaan peta jalan penelitian dosen. Misalnya dengan menandai kegiatan apa saja yang akan mulai dikerjakan, sedang dikerjakan, selesai dikerjakan, dan sebagainya. Sehingga pengembangan ini membantu melihat perkembangan penelitian yang dilakukan. 

Manfaat Menyusun Roadmap Penelitian 

Pada dasarnya roadmap penelitian dosen merupakan gambaran mengenai arah penelitian yang akan dilaksanakan oleh seorang dosen beserta tim yang dibentuknya. Peta jalan penelitian dosen ini kemudian memberikan sejumlah manfaat bagi kegiatan penelitian tersebut. Yaitu: 

1. Memberikan Batasan 

Manfaat pertama dari peta jalan penelitian dosen adalah untuk memberikan batasan. Artinya peta jalan ini membantu membatasi semua kegiatan dan apapun yang berkaitan dengan penelitian. Sehingga tujuan penelitian tidak bergeser dan apapun yang dikerjakan fokus pada pencapaian tujuan tersebut dari awal sampai akhir. 

2. Membantu Mengontrol 

Manfaat berikutnya adalah membantu mengontrol kegiatan penelitian itu sendiri. Kontrol ini mencakup banyak aspek, misalnya dari aspek waktu dimana kegiatan penelitian memiliki waktu pelaksanaan yang jelas sehingga kapan penelitian selesai sudah bisa diketahui tidak asal diprediksi. 

Selain itu, bisa juga untuk mengontrol biaya. Tanpa peta jalan penelitian biaya untuk melaksanakan penelitian bisa membengkak karena kebutuhan ini dan itu yang tidak ada di rencana awal. Jika sudah ada susunan kebutuhan maka kebutuhan tertentu bisa dikesampingkan atau dilakukan penggantian untuk mengontrol anggaran. 

3. Mengembangkan Kegiatan Penelitian 

Manfaat lainnya dari penyusunan peta jalan penelitian dosen adalah untuk memudahkan proses mengembangkan kegiatan penelitian. Jadi, sebuah penelitian memang harus terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil atau luaran yang sesuai dengan perubahan zaman. 

Inilah yang kemudian membuat dunia pengetahuan terus berkembang. Sebab hasil penelitian lima tahun yang lalu bisa terpatahkan oleh hasil penelitian terkini sebagai pengembangan penelitian tersebut. Hal ini penting, karena hasil penelitian idealnya memang menyesuaikan dengan perubahan zaman, kebutuhan masyarakat, dan lain sebagainya. 

Dengan manfaat yang diberikan, maka sudah seharusnya roadmap penelitian dosen disusun dengan baik. Sehingga pelaksanaan kegiatan penelitian lebih lancar, terukur, dan bisa terus dikembangkan agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja