fbpx

Siapkah Perguruan Tinggi Hadapi New Normal?

Perguruan Tinggi Hadapi New Normal

Jelang new normal sejumlah perguruan tinggi melakukan persiapan mulai Juni 2020 ini. Meski belum ada instruksi dari pemerintah pusat untuk kapan perguruan tinggi akan kembali dibuka, sejumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tengah mempersiapkan diri. Namun, benar sudah siapkah perguruan tinggi hadapi new normal? Melihat sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia memiliki kondisi yang variatif.

Tujuan diberlakukannya new normal mengacu pada kondisi kenormalan baru, dimana setiap aspek kehidupan manusia melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap wabah virus Covid-19. Yaitu dengan cara tetap memperhatikan perkembangan kondisi terkini pada setiap daerah. Begitupun perguruan tinggi, era new normal menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan bahwa awal dari tahun ajaran baru tidak mengalami kemunduran, tetap berlangsung pada awal Juli 2020. Hal ini menimbulkan pro dan kontra dari kalangan masyarakat. Banyak yang mengeluhkan kebijakan ini, dikarenakan kekhwatirkan atau ketidakpastian apakah wabah Covid-19 ini pada waktu itu nantinya sudah tuntas teratasi atau belum.

Masih Berlakukan Kuliah Daring

Dalam menghadapi new normal, perguruan tinggi pun memiliki strategi-strategi. Misalnya, yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi di Surabaya dalam menyiapkan diri menjalani new normal yaitu dengan memaksimalkan sistem belajar mengajar dalam jaringan (daring).

Dilansir dari jawapos.com, Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih menyatakan jadwal masuk perkuliahan disesuaikan dengan penerimaan mahasiswa baru (maba). Saat ini pihaknya masih menunggu proses penerimaan maba jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) pada 5-12 Juli 2020.

Diperkirakan, proses belajar-mengajar atau perkuliahan mungkin baru bisa dimulai awal September. Selain itu, jelang new normal Unair memaksimalkan beberapa mata kuliah yang bisa dilakukan online. Untuk mata kuliah yang tidak bisa dilakukan online, kampus menyiapkan laboratorium yang disetting tempat duduknya dengan jarak.

Jika Praktikum, Gunakan Protokol Pencegahan Covid-19

Saat ini Fakultas Kedokteran (FK) Unair pun melakukan persiapan untuk jelang new normal. Dekan FK Unair Prof. dr. Soetojo Sp.U., mengatakan, FK Unair tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk menunjang pembelajaran dengan pola baru. Salah satunya kuliah daring.

Dalam pembelajaran di FK ada praktikum. Kegiatan praktikum akan diatur kembali sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Saat pembelajaran di laboratorium, jarak antar-tempat duduk akan diatur. Sarana dan prasarana laboratorium akan ditambah. Pihaknya juga akan mengatur jadwal mahasiswa yang praktikum agar tidak terlalu berlebih di dalam laboratorium.

Universitas Widyatama Sudah Lama Terapkan Kuliah Daring

Perguruan tinggi lainnya yang persiapkan diri jelang new normal adalah Univesitas Widyatama. Pihaknya siap mengikuti aturan protokol pencegahan virus corona (COVID-19) dari pemerintah pusat dan Pemprov Jabar. Meski pihaknya telah lebih dulu sebelum adanya wabah Covid-19, telah melakukan kuliah daring.

Ia percaya, kuliah model daring di saat normal baru merupakan langkah visioner untuk beberapa masa yang akan datang. Menurutnya, belajar melalui sistem daring di kampusnya tidak melalui aplikasi zoom, karena mereka punya server dan aplikasi sendiri untuk proses belajar mengajar.

ITB Masih Siapkan Skenario dan Tetap Kuliah Daring

Kepala Biro Komunikasi dan Humas Institut Teknologi Bandung (ITB) Naomi Haswanto mengatakan, ITB belum memutuskan skema apa yang akan dipakai pada normal baru. Saat ini ITB masih mengeksplorasi semua kemungkinan skenario dan perencanaan untuk membuka kembali kampus baik untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal itu dilakukan untuk dapat mengukur sejauh mana tingkat risiko berdasarkan kesiapan sumber dayanya.

Meski begitu, ITB harus mempersiapkan semua stakeholder ITB, seperti dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan orang tua, agar memahami normal baru. Nantinya, ITB pun akan akan memilih untuk melakukan simulasi normal baru terlebih dahulu. Yaitu simulasi penerapan protokol, tahap piloting pada kegiatan UTBK, dan pada tahap implmentasi nanti di awal semester baru.

Sebelum penerbangan normal baru, ITB saat ini telah menerapkan mode kuliah daring dan hal tersebut akan tetap menjadi pilihan pertama. Sedangkan untuk semester yang akan datang masih sedang dilakukan pengkajian.

Perguruan Tinggi Hadapi New Normal
Ilustrasi kuliah daring yang masih dilakukan oleh sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia. (Sumber Foto: duniadosen.com)

UNS Mulai Aktifkan Kembali Aktivitas Administrasi Lingkungan Rektorat

Senada, dengan kedua perguruan tinggi di Jawa Barat tersebut dalam persiapan menghadapi new normal. Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah pun mempersiapkan skenario hadapi new normal, yang dimulai dari mengaktifkan kembali aktivitas administrasi di lingkungan rektorat. Rapat-rapat pun sudah dilakukan dengan tatap muka, tidak lagi menggunakan daring. Walau sistem perkuliahan masih menggunakan sistem online.

Siapkah Perguruan Tinggi Hadapi New Normal?

Meski telah diatur sedemikian rupa, namun tidak dipungkiri adanya keraguan di pihak mahasiswa maupun orang tua, atau bahkan instansi pendidikan sendiri apakah benar sudah siap untuk menerapkan berbagai aturan main yang diharapkan pemerintah untuk hadapi new normal?. Apakah semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, baik yang berlokasi di kota besar maupun di daerah sudah siap untuk menerapkan new normal ini?

Sedang sejumlah perguruan tinggi di Indonesia kondisinya masih sangat bervariasi, baik itu dalam hal kelengkapan sarana prasarana, kualitas sumber daya manusia (dosen, karyawan, mahasiswa), maupun sumber daya keuangan atau dana. Begitupun tingkat kesiapan dan kebijakan antar daerah pun berbeda, terutama yang berkaitan dengan kebijakan anggaran untuk upaya-upaya penanganan Covid-19.

Sehingga, adalah wajar jika muncul pertanyaan besar yang berakar dari keraguan masyarakat yaitu, apakah instansi pendidikan, baik dari tingkat pendidikan anak usia dini, pendidikan tingkat dasar, pendidikan tingkat menengah, sampai dengan pendidikan tinggi siap untuk menerapkan new normal ini?

Bagaimana menurut Anda, Bagaimana kesiapan New Normal di kampus Anda? silahkan kirimkan opini Bapak/Ibu Dosen dan mahasiswa/i terkait kesiapan perguruan tinggi serta SDM nya dalam persiapan menghadapi masa new normal. Kami tunggu partisipasi Anda. (duniadosen.com)

Share ke sosial media

RELATED POST

Satu tanggapan untuk “Siapkah Perguruan Tinggi Hadapi New Normal?”

Dosen fakultas kedokteran UNAIR berpendapat bahwa ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk mempersiapkan era normal baru dalam tatanan sektor pendidikan. Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) baik sumber daya dosen maupun mahasiswa. Kedua, fasilitas yang ada. Dalam hal ini tentunya fakultas yang bersangkutan punya andil besar untuk mempersiapkan segala fasilitas penunjang seperti tempat cuci tangan, sterilisasi ruang kelas, serta fasilitas layanan kesehatabn. Ketiga, keilmuan suatu jurusan. Tidak semua pembelajaran dalam suatu jurusan tertentu dapat dilakukan pembelajaran daring secara keseluruhan. Selengkapnya baca disini http://news.unair.ac.id/2020/06/13/new-normal-pakar-sosiologi-unair-konflik-sosial-berpotensi-terjadi-di-seluruh-kalangan-masyarakat/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081228474322