fbpx

Skema Penelitian Pascasarjana (PPS) dan Jenis-Jenisnya

Skema Penelitian Pascasarjana (PPS)

Skema penelitian pascasarjana (PPS) menjadi salah satu bentuk skema penelitian di lingkungan pendidikan tinggi. Informasi mengenai penelitian pascasarjana kemudian menjadi hal sangat penting. 

Tujuannya untuk ikut berpartisipasi dalam mendorong peningkatan jumlah dan mutu kegiatan penelitian. Pentingnya penelitian pascasarjana kemudian membuat pemerintah menyediakan berbagai program bantuan, khususnya bantuan pendanaan. 

Sehingga penelitian pascasarjana ini bisa terus dilakukan oleh para dosen bersama tim yang dibuatnya. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan penelitian pascasarjana dan bagaimana skema penelitiannya?

Baca Juga:

Penelitian Pascasarjana (PPS) 

Sebelum masuk ke pembahasan sekam penelitian pascasarjana (PPS), maka bisa memahami dulu definisi dari PPS itu sendiri. Dilihat dari istilahnya tentu sudah bisa ditebak definisi dari penelitian pascasarjana. 

Jadi, penelitian pascasarjana adalah penelitian yang berbasiskan institusi dan dapat diikuti oleh dosen guna meningkatkan kualitas penelitian, supervisi (promotor dan co-promotor tingkat master dan atau doktor), serta untuk peningkatan aspek kompetensi dan kualitas keilmuan lulusan serta tenaga pengajar di institusi Pascasarjana.

Secara sederhana, penelitian pascasarjana adalah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen pascasarjana. Baik itu di jenjang S2 atau Magister maupun di jenjang S3 atau Doktor. Umumnya dilaksanakan oleh para dosen. 

Penelitian pascasarjana kemudian terbagi menjadi dua kategori atau dua jenis, yaitu: 

1. Penelitian Pascasarjana Penelitian Tesis Magister (PPS-PTM) 

Penelitian pascasarjana yang pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh dosen Magister. Jadi, penelitian ini hanya bisa dilakukan dan memang hanya ditujukan untuk para dosen yang minimal sudah memiliki ijazah dan gelar S2 di bidang masing-masing. 

Penelitian ini dilakukan oleh dosen yang dalam timnya terdiri dari minimal 1 dosen baru dan 1 mahasiswa Magister (S2). Tujuan dari penelitian pascasarjana magister sendiri adalah untuk meningkatkan produktivitas penelitian program pascasarjana. 

Sebagaimana penelitian pada umumnya, PPS-PTM juga memiliki target luaran atau output. Yakni berupa hasil publikasi dengan ketentuan 1 artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi peringkat 1-3. 

Selain itu, bisa juga dalam bentuk 1 artikel di jurnal internasional. Bisa juga 1 artikel pada prosiding seminar internasional terindeks bereputasi. Sehingga tujuan utamanya adalah meningkatkan hasil publikasi, baik secara nasional maupun internasional. Peneliti bisa memilih salah satu publikasi tersebut. 

2. Penelitian Pascasarjana Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) 

Penelitian pascasarjana yang kedua adalah penelitian disertasi doktor, sehingga ditujukan untuk dosen di jenjang S3. Pengusul atau dosen yang melakukan penelitian disyaratkan minimal lulusan S2 atau S3. 

Tak hanya wajib memenuhi kualifikasi pendidikan, pengusul di PPS-PDD juga diwajibkan sudah memiliki 2 artikel yang terpublikasi di dalam jurnal internasional. Tentunya sebagai penulis pertama di jurnal internasional bereputasi tersebut. 

Sama seperti PPS-PTM, pada PPS-PDD juga tujuan utamanya adalah meningkatkan produktivitas penelitian di jenjang pascasarjana. Sekaligus mendorong peningkatan jumlah publikasi hasil penelitian tersebut. 

Sehingga setiap dosen yang mengikuti program PPS-PDD ini diwajibkan untuk mempublikasikan hasil penelitian. Satu artikel ilmiah per tahun sebagai penulis pertama mahasiswa yang dibimbing dan ketua peneliti sebagai corresponding author (penulis pertama) dalam jurnal internasional bereputasi. 

3. Penelitian Pascasarjana Pasca Doktor (PPS-PPD) 

Penelitian pascasarjana pasca doktor merupakan penelitian yang ditujukan untuk para dosen yang sudah menyelesaikan pendidikan S3-nya. Sehingga pada penelitian ini, peneliti atau pihak pengusul minimal sudah memiliki ijazah S3. 

Selain itu, juga ada syarat untuk memiliki publikasi artikel ilmiah dalam bentuk jurnal internasional bereputasi. Tujuan dari PPS-PPD sendiri juga untuk meningkatkan jumlah penelitian sekaligus publikasi di jenjang pascasarjana. 

Lalu, apa luaran yang diharapkan untuk dihasilkan? Tentunya berupa hasil publikasi, dimana ketentuannya adalah 1 artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi dan 1 artikel ilmiah pada prosiding seminar internasional. Bisa juga dalam bentuk 2 artikel ilmiah yang masuk ke jurnal internasional bereputasi per tahun. 

Penelitian pascasarjana akan mendorong setiap dosen dan mahasiswa pascasarjana melakukan kegiatan penelitian. Penelitian yang dilakukan biasanya bertujuan untuk menemukan temuan baru. Baik itu dalam bentuk solus, teknologi, dan lain sebagainya. 

Penelitian yang dilakukan tentunya lebih spesifik, karena akan disesuaikan dengan bidang yang ditekuni. Jenjang pascasarjana yang identik dengan jenjang pendidikan para ahli tentunya diharapkan bisa menyediakan hasil penelitian mutakhir. 

Meskipun ada kewajiban memiliki unsur kebaruan dalam penelitian yang dilakukan. Namun, setiap peneliti sebaiknya tidak merasa terbebani. Melainkan memilih untuk menikmati semua prosesnya dan mengutamakan tema-tema penelitian yang disukai sekaligus dikuasai. 

Baca Juga:

Skema Penelitian Pascasarjana (PPS) 

Sama seperti penelitian pada umumnya, penelitian pascasarjana tentunya akan membutuhkan dana untuk mendukung pelaksanaannya. Maka oleh pemerintah juga disediakan dana untuk program penelitian pascasarjana tersebut. 

Kebijakan dan fasilitas ini kemudian membangun sebuah skema penelitian pascasarjana (PPS). Sehingga para peneliti yang ikut ke dalam program pendanaan atau dana hibah ini perlu mengikuti skema yang sudah ditentukan. 

Program pendanaan penelitian pascasarjana dari pemerintah sendiri mewajibkan pesertanya untuk memenuhi sejumlah syarat. Pada, penelitian pascasarjana magister berikut syarat-syarat yang ditetapkan: 

  1. Ketua pengusul penelitian merupakan dosen tetap perguruan tinggi dan bergelar doktor atau lulusan S3. 
  2. Anggota penelitian berisi dosen pembimbing dan satu mahasiswa Magister yang dibimbing oleh dosen yang merupakan ketua pengusul tadi. 

Jika tim penelitian sudah terbentuk dan memenuhi kriteria, maka bisa mengirimkan proposal pengajuan. Tahun ini, pengajuan proposal penelitian pascasarjana dilakukan secara online melalui laman Simlitabmas. 

Dimulai dengan proses pembuatan akun, yang bisa didapatkan dari pihak pengelola di kampus tempat dosen mengajar. Selanjutnya tinggal login menggunakan username dan juga password yang diberikan. 

Sebelum menyusun pengajuan penelitian, pastikan dulu sudah melengkapi data diri di halaman profil. Jika sudah lengkap dan terupdate, maka tahap selanjutnya adalah menyusun proposal pengajuan penelitian secara online. 

Para dosen dan tim tinggal mengisi data sesuai kolom yang tersedia dan mengunggah sejumlah dokumen sebagaimana skema penelitian pascasarjana (PPS) yang ditampilkan pada layar. Jika sudah selesai, maka tinggal dikirimkan. 

Proses selanjutnya tentu saja menunggu proses seleksi selesai dilakukan. Sehingga bisa menunggu pengumuman dan jika lolos, maka akan ada proses pencairan dana sesuai ketentuan program. 

Program penelitian pascasarjana (PPS) sudah ada sejak lama, dan memang akan diadakan rutin per tahun. Pemerintah melakukan Kemendikbud Ristek menyediakan dana untuk mendukung kegiatan penelitian tersebut. Sehingga dosen bisa mendapatkan kemudahan untuk melakukan penelitian dengan topik yang sudah disiapkan dengan baik. 

Hasil penelitian bisa berupa temuan baru, yang kemudian bisa diaplikasikan dimana saja dan kapan saja. Hasilnya tidak hanya dilaporkan saja melainkan juga dipublikasikan, yakni ke dalam bentuk jurnal ilmiah. Baik itu nasional maupun internasional. 

Para dosen, khususnya dosen senior tentunya sudah akrab dengan kegiatan penelitian. Besar kemungkinan sudah paham bagaimana skema penelitian pascasarjana (PPS) karena sudah pernah ikut sebelumnya. Meskipun begitu tetap perlu membaca ketentuan terbaru karena bisa jadi ada perubahan aturan dan kebijakan. Silahkan cek di Simlitabmas.

Artikel Terkait:

 

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja