fbpx

7 Tips Membuat Proposal Anti Gagal

tips membuat proposal

Tips Membuat Proposal. Mempelajari tips membuat proposal tentu hal penting bagi seluruh kalangan akademik, mulai dari mahasiswa sampai dosen. Mahasiswa menjadi kalangan yang paling sering bingung tentang bagaimana membuat proposal penelitian. 

Hal ini wajar, karena selama kuliah inilah seorang mahasiswa mulai kenal dan akrab dengan proposal penelitian dan penelitian itu sendiri. Penyusunan proposal tidak hanya dilakukan untuk mengajukan rencana penelitian. Proposal juga bisa ditujukan untuk hal lain. 

Namun, mahasiswa akan sangat akrab dengan proposal penelitian. Sebab sejak semester ke berapa sampai semester akhir, pembuatan proposal penelitian mulai gencar dilakukan. Khususnya proposal tugas akhir atau proposal untuk skripsi. Lalu, bagaimana menyusunnya dengan baik dan benar? 

Baca Juga:

Workshop Pembuatan Akun Riset Penelitian dan Penentuan Topik Proposal Hibah 

11 Tips Membuat Proposal Hibah Penelitian agar Lolos Seleksi 

Panduan Pengajuan Proposal Matching Fund 2021

Menulis Artikel Ilmiah, Ini 7 Tips yang Perlu Diperhatikan 

Apa Itu Proposal Penelitian? 

Sebelum mengetahui apa saja tips membuat proposal agar bisa disusun dengan baik dan benar. Maka ketahui dulu apa itu proposal dan kenapa proposal perlu disusun sebelum melakukan kegiatan penelitian. 

Proposal penelitian merupakan dokumen yang mengusulkan berbagai aspek proyek penelitian yang secara lebih rinci ditulis oleh seorang ilmuwan yang menjelaskan secara rinci program untuk melangsungkan proses penyelidikan ilmiah yang diusulkan.

Sehingga isi proposal akan menjelaskan secara rinci kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Menyampaikan apa topiknya, apa saja peralatan yang dibutuhkan, menyebutkan lokasi penelitian, biaya penelitian, dan hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut. 

Proposal disusun untuk memberi gambaran mengenai kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Isinya juga mencakup seluruh rencana kegiatan penelitian dari awal sampai akhir. Maka penyusunannya menjadi hal penting bagi semua pihak. 

Bagi pihak mahasiswa atau peneliti, proposal bisa menjadi media untuk mengetahui apa saja yang perlu disiapkan dan dilakukan selama melakukan penelitian. Bagi pihak kampus, mereka bisa tahu apa yang diteliti oleh mahasiswa dan manfaatnya. Kemudian menentukan apakah layak untuk didukung atau sebaliknya. 

Bagi mahasiswa semester akhir, proposal penelitian menjadi tahap awal dalam menyusun skripsi. Penyusunan proposal bisa memakan waktu lama dan tidak jarang dosen meminta mahasiswa untuk membuat ulang proposal yang akan diajukan.

Tips Membuat Proposal Penelitian 

Proposal penelitian yang diajukan akan sangat menentukan nasib skripsi yang disusun, Jika proposalnya baik dan benar sekaligus segera disetujui oleh dosen. Maka bisa segera berlanjut ke penyusunan skripsi dan bisa mempercepat penyelesaiannya. 

Mahasiswa yang bersangkutan kemudian berkesempatan untuk selesai dengan cepat dan segera mengikuti sidang. Pada akhirnya, mahasiswa ini bisa lulus tepat waktu karena proposal penelitian disusun dengan baik dan benar. 

Lalu, seperti apa penyusunan proposal penelitian agar bisa disebut baik dan benar? Silahkan menyimak dan mempraktekan sejumlah tips membuat proposal penelitian berikut ini: 

1. Menentukan Scope atau Batasan Penelitian

Tips yang pertama adalah menentukan scope atau batasan ruang lingkup dari penelitian yang akan dilakukan. Jadi, kamu perlu memulai penelitian dengan mencari topik sebanyak mungkin. 

Dari seluruh topik yang didapatkan pastikan sesuai dengan bidang keilmuan yang diambil. Kemudian, pastikan juga menyukainya agar proses panjang dari menyusun proposal sampai skripsi dan sidang bisa diselesaikan dengan baik. 

Proses menyaring satu topik dari seluruh daftar topik yang dibuat adalah proses menentukan scope penelitian. Satu topik ini kemudian perlu dikerucutkan lagi dengan menyusun rumusan masalah yang lebih spesifik. 

2. Merumuskan Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah dengan Logis dan Sejalan 

Tips membuat proposal yang kedua adalah merumuskan tujuan penelitian secara logis dan sejalan dengan rumusan masalah. Jadi, perlu menyusun rumusan masalah dulu dan kemudian menentukan tujuan penelitian. 

Bisa juga dibalik, silahkan menggunakan teknik yang dirasa paling mudah. Sebab pada akhirnya antara tujuan dan rumusan masalah saling berhubungan. Tanpa masalah maka penelitian tidak bisa dilakukan. 

Tanpa masalah yang dirumuskan dengan baik maka tujuan penelitian tidak akan bisa didapatkan. Sebab dalam satu topik penelitian bisa jadi akan menemukan sejumlah rumusan masalah. 

Maka perlu dikerucutkan untuk bisa lebih spesifik dan memudahkan proses penelitian itu sendiri. Rumusan masalah kemudian akan membantu menemukan dan mencapai tujuan penelitian. Semua disampaikan di dalam proposal dan disampaikan dengan logis sekaligus sejalan. 

Baca Juga:

LP3M UMY Laksanakan Lokakarya Penyusunan Proposal ABDIMAS

Penerimaan Proposal untuk Bantuan Progam Fasilitasi Akreditasi Internasional Progam Studi 

UMY Targetkan 70 Lebih Proposal Penelitian Tembus Hibah DRPM 

Tips Produktif Menulis Bagi Dosen Muda 

3. Pemilihan Kajian Literatur 

Dalam melakukan penelitian maka seorang peneliti membutuhkan proses kajian literatur. Yakni mencari dan mengumpulkan literatur untuk dijadikan referensi dan relevan dengan topik penelitian yang diusung. 

Proses mencari literatur yang sesuai bisa memakan waktu lama dan semua dicantumkan di dalam proposal. Apa yang ditulis di dalam proposal kemudian bisa membantu mahasiswa mengetahui apa yang sedang diteliti. 

4. Memilih Metode Penelitian yang Sesuai 

Dalam melakukan penelitian perlu menggunakan metode penelitian yang sesuai. Maka sebelum menyusun skripsi pastikan sudah menentukan metode penelitian mana yang akan digunakan. 

Metode penelitian ini akan disampaikan di dalam proposal penelitian. Pastikan memilih metode yang sesuai dengan topik. Sebab tidak semua metode bisa diaplikasikan ke seluruh topik penelitian dari berbagai bidang. 

Jika bingung, pastikan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan mencari lebih banyak referensi. Hal ini akan membantu mengetahui apa saja metode penelitian yang bisa dipilih. Kemudian jenis mana yang cocok dengan topik yang diambil. 

5. Ditulis Secara Singkat dan Informatif 

Proposal penelitian termasuk karya tulis ilmiah, sekilas bentuknya nyaris sama dengan makalah. Maka bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan dibuat singkat, padat, jelas, dan informatif. 

Satu proposal yang disusun mampu mendeskripsikan penelitian yang akan dilakukan. Hal ini kemudian bisa dipahami oleh dosen yang membacanya. Maka tips membuat proposal adalah ditulis dengan  singkat namun tetap informatif. 

6. Disusun Sesuai Template atau Format 

Proposal penelitian untuk tujuan skripsi atau yang lainnya, memang sebaiknya disesuaikan dengan format yang telah ditentukan. Pada skripsi misalnya, format sudah disediakan oleh pihak kampus. 

Sehingga mahasiswa tinggal mengikuti format tersebut dan jangan membuat format sendiri. Sebab format yang berbeda bisa membuat proposal tersebut ditolak dan diminta revisi skala besar. 

Hal serupa juga berlaku untuk proposal penelitian dosen. Saat dosen mencari dana hibah penelitian. Maka format proposal sudah ditentukan oleh penyedia dana hibah tersebut. Sehingga frmatnya tepat dan sesuai dengan ketentuan yang ada. 

7. Memperhatikan Penulisan 

Tips berikutnya adalah memperhatikan penulisan, lebih tepatnya memperhatikan tipografi pada isi proposal. Jadi, setelah disusun wajib dibaca ulang untuk mengecek ada kalimat yang salah, kata tidak baku, atau typo (salah ketik). 

Pastikan sempurna dari segi penulisan, agar mudah dibaca dan menunjukan kalau kamu punya ketelitian tinggi. JIka proposal banyak kata yang typo, lalu bagaimana nasib skripsi? 

Maka, cek ulang secara berkala agar tidak berat. Bisa juga menggunakan aplikasi khusus untuk mencegah typo. Misalnya memilih mengetik di Google Doc, agar typo terdeteksi dan bisa dikoreksi saat itu juga. 

Tips membuat proposal yang disampaikan di atas tentu akan sangat membantu dalam menyusun proposal yang sesuai dengan ketentuan. Sekaligus membantu menyampaikan rencana penelitian dengan sangat tepat kepada dosen. Jadi, silahkan menerapkannya agar skripsi bisa cepat selesai dan bisa segera diwisuda. 

Artikel Terkait:

6 Tips Personal Branding Bagi Dosen Muda agar Karirnya Cemerlang 

Bantuan Dana Inovasi Teknologi Asistif dari Ditjen Dikti: Panduan Lengkap

Mengenal Seluk Beluk Penyusun Anggaran Penelitian Dosen  

Bantuan Dana Penelitian, Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja