fbpx

7 Tips Meningkatkan Jenjang Karir Menuju Profesor

7 Tips Meningkatkan Jenjang Karir Menuju Profesor

Mencoba mempelajari dan menerapkan rangkaian tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor adalah hal penting bagi dosen. Pasalnya, peningkatan jenjang karir menjadi bukti bahwa seorang dosen sudah melakukan pengembangan diri. 

Sekaligus sebagai wujud profesionalitas dosen tersebut dalam mengabdi sebagai dosen di perguruan tinggi. Sebab memangku jabatan Profesor atau Guru Besar memberi manfaat bagi semua pihak, bukan hanya dirasakan oleh dosen. 

Dosen yang bertanggung jawab dan menyadari arti penting jabatan Profesor tersebut dijamin akan berusaha untuk meraihnya. Namun, untuk bisa menjadi Profesor ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan. Lalu, apa saja tips yang sebaiknya dilakukan? 

Apa Itu Profesor? 

Sebelum membahas mengenai beberapa tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor. Maka bisa memahami atau mempelajari dulu tentang Profesor tersebut, sehingga paham apa itu Profesor dan kenapa harus meraih jabatan tersebut. 

Selama ini masyarakat umum mengira jika Profesor adalah gelar pendidikan, padahal Profesor merupakan jabatan akademik. Gelar akademik diperoleh dengan menempuh pendidikan formal dan menerima ijazah. 

Sementara Profesor didapatkan dengan pengembangan karir akademik seorang dosen. Istilah Profesor juga disebut sebagai Guru Besar, sebab keduanya mengarah kepada pengertian yang sama. Jadi, apa yang dimaksud dengan Profesor? 

Profesor atau Guru Besar adalah jabatan fungsional atau jabatan akademik tertinggi yang bisa dipangku oleh seorang dosen di sebuah perguruan tinggi. Jadi, Profesor bukan gelar akademik melainkan jabatan fungsional. 

Profesi dosen memiliki jenjang karir melalui beberapa tingkatan jabatan fungsional. Dimulai dari Asisten Ahli, kemudian Lektor, disusul Lektor Kepala, dan tertinggi adalah Guru Besar. Seorang dosen yang menjadi Guru Besar atau Profesor maka sudah sampai ke puncak karir akademiknya. 

Proses untuk mencapai puncak karir tersebut berhubungan dengan proses pengumpulan KUM atau angka kredit dosen. Supaya dosen bisa mengajukan diri menjadi Guru Besar maka minimal harus memiliki KUM sebesar 850 atau 1.050. 

KUM adalah poin-poin yang didapatkan dosen setelah melaksanakan tugas pokok dan tugas penunjang. Dosen yang produktif melaksanakan seluruh tugas-tugasnya akan lebih mudah mencapai KUM maksimal. Semakin fokus semakin cepat menjadi Profesor. 

Mengumpulkan KUM ternyata tidak selalu mudah, membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Apalagi salah satu syarat menjadi Guru Besar memang sudah mengabdi sebagai dosen minimal selama 10 tahun. 

Tidak sedikit dosen yang membutuhkan waktu belasan tahun untuk bisa naik jabatan fungsional. Misalnya dari Asisten Ahli menuju ke Lektor, ada beberapa dosen yang meraihnya dalam kurun waktu 12 tahun. 

Bisa dibayangkan ya berapa lama waktu yang diperlukan untuk menjadi  Profesor atau Guru Besar? Meskipun secara umum bisa diraih setelah puluhan tahun sejak meniti karir menjadi dosen. 

Sebab rata-rata dosen bisa menjadi Profesor setelah memasuki usia 60 sampai 70 tahun. Namun, dengan tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor yang tepat. Maka percepatan pengembangan karir bisa dilakukan. 

Jika memang susah, kenapa dosen harus menjadi Profesor dalam karir akademiknya? Alasannya beragam, misalnya: 

  1. Menjadi bukti bahwa dosen tersebut bertanggung jawab atas profesi yang dipilihnya, sehingga memiliki karir yang terus berkembang. 
  2. Menjadi salah satu indikator bahwa seorang dosen berhasil meningkatkan kualitas hidupnya. 
  3. Membantu institusi tempat dosen mengabdi mendapatkan nilai akreditasi yang baik. 
  4. Membantu dosen untuk meraih lebih banyak kesempatan akademik, sehingga bisa membagikan ilmu pengetahuan yang dimiliki secara lebih luas dengan berbagai media dan cara. 
  5. Menjadi sarana bagi dosen untuk meningkatkan kualitas finansial yang dimiliki, sebab dengan menjadi Profesor maka akan memperoleh tunjangan kehormatan. 

Baca Juga:

Talkshow LLDikti XI Tentang Progam Percepatan Guru Besar 

Rektor dan Guru Besar Berpuisi Lewat Zoom Poetry Reading 

Pandemi, Calon Guru Besar UNDIP Lakukan Presentasi Daring 

Tips Meraih Jabatan Guru Besar di Usia Muda 

Syarat Umum untuk Menjadi Profesor 

Sampai disini apakah mulai tertarik untuk mengetahui apa saja tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor? Jika iya, maka pahami dulu apa saja syarat yang harus dipenuhi. Berikut syarat-syarat umumnya: 

1. Memiliki Ijazah S3 

Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah memiliki ijazah S3 atau sederajat. Jadi, seluruh Profesor di Indonesia merupakan lulusan Doktor atau PhD untuk dosen yang kuliah di luar negeri. Sehingga sudah dianggap sebagai ahli di suatu bidang. 

Jadi, jika ingin sampai ke puncak karir seorang dosen maka wajib melanjutkan studi sampai jenjang Doktor. Baik itu di dalam maupun di luar negeri. Inilah alasan kenapa  banyak pemburu beasiswa S3 didominasi oleh kalangan dosen. 

2. Selang 3 Tahun Setelah Menerima Ijazah S3 

Syarat umum yang kedua adalah memiliki jeda waktu 3 tahun setelah menerima ijazah S3. Jadi, setelah lulus S3 tidak serta merta bisa langsung mengajukan diri untuk naik jabatan fungsional Guru Besar atau Profesor. 

Melainkan harus menunggu selama 3 tahun setelahnya, itupun jika KUM yang dosen miliki sudah memenuhi ketentuan. Yakni antara 850 sampai 1.050 sehingga bisa mengajukan diri menjadi Guru Besar. 

3. Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi 

Syarat yang ketiga yang harus dipahami sebagai bagian dari tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor, adalah publikasi ilmiah. Khusus untuk Guru Besar maka publikasi ilmiah ini wajib jurnal internasional bereputasi. 

Jurnal internasional dikatakan bereputasi jika kredibilitasnya terjamin dan terindeks di Scopus. Jika dosen ingin menjadi Guru Besar maka pendidikan harus linier dan aplikasinya juga linier sesuai bidang keilmuan yang diambil. 

Mengenai jumlah publikasi ilmiah bereputasi, tergantung dosen ingin naik jabatan secara reguler atau loncat jabatan. Jika secara reguler maka minimal 1 jurnal internasional bereputasi. Jika loncat jabatan maka minimal 4 jurnal internasional bereputasi. 

4. Menjadi Dosen Selama 10 Tahun 

Syarat umum yang terakhir adalah menjadi dosen selama minimal 10 tahun. Jadi, jika dosen belum mengabdi selama 10 tahun maka belum bisa mengajukan diri menjadi Profesor atau Guru Besar. 

Berhubung syarat untuk menjadi Profesor sangat beragam, mengingat ada dua jalur bisa dipilih untuk tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor. Maka dosen bisa berkonsultasi secara intens ke Tim PAK di kampus, rekan sesama dosen, dan mempelajari tentang Profesor. 

Baca Juga:

Pemaknaan Tentang Jabatan Guru Besar yang Keliru 

UII Miliki Progam Percepatan Guru Besar 

UNY Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan Matematika 

Guru Besar ITS ini Berbagi Tips Menyusun Skripsi Anti Plagiarisme

Tips Meningkatkan Jenjang Karir Menuju Profesor 

Jika sudah memahami apa itu Profesor dan apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk memangku jabatan akademik tersebut. Maka pembahasan berikutnya adalah memahami seluruh tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor. Berikut detailnya: 

1. Kuliah S3 Secepatnya 

Tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor yang pertama adalah kuliah S3 secepatnya. Sebab ijazah S3 ini merupakan syarat umum untuk menjadi Profesor, jika tidak dimiliki maka pupuslah harapan memangku jabatan tertinggi ini. 

Kuliah S3 mungkin akan ada banyak kendala dan pertimbangan, apalagi jika sudah berkeluarga dan tersendat masalah biaya. Lakukan usaha dengan meraih beasiswa S3 bergengsi sehingga bisa mendapat beasiswa penuh dan memboyong keluarga. 

Semakin cepat kuliah S3 maka semakin baik dan pastikan linier dengan bidang ilmu saat S1 dan S2. Kemudian, tidak harus kuliah di luar negeri sebab PT dalam negeri juga banyak yang berkualitas. Sehingga tidak harus perfeksionis kuliah S3 di negara lain. 

2. Mencari Tutor 

Tips yang kedua adalah mencari tutor, yakni dosen yang juga mengabdi di satu PT atau satu institusi. Biasanya dosen yang ingin karirnya berkembang akan memilih dosen senior yang lebih paham asam garam pengembangan karir akademik. 

Sah saja untuk dilakukan. Namun, kunci utama memilih tutor bukan pada senior tidaknya dosen tersebut. Melainkan pada cocok tidaknya visi dan misi yang dimiliki dosen calon tutor dengan diri sendiri. Jadi, tidak ada masalah memilih tutor rekan sejawat. 

Pilih dosen yang memang bisa dijadikan panutan sehingga bisa mendapatkan inspirasi harus melakukan apa saja untuk karir yang cemerlang. Tidak harus meniru seluruh kegiatan yang dilakukan dosen tersebut, Cukup pilih yang dirasa berdampak positif dan sesuai dengan  tujuan pribadi. 

3. Menjadi Dosen yang Sebenarnya 

Tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor selanjutnya adalah berusaha untuk menjadi dosen yang sebenarnya. Artinya, dosen harus fokus melaksanakan Tri Dharma yang berisi tugas pokok disusul tugas penunjang dan tugas tambahan. 

Tidak perlu mencari sampingan dengan mengajar di berbagai kampus, cukup fokus di kampus yang menjadi homebase. Sehingga bisa segera meraih KUM, memaksimalkan publikasi jurnal internasional, dan lain-lain. 

Hal ini akan sangat efektif mempercepat pengembangan karir dosen menuju Profesor. Jika sudah sukses menjadi Profesor, barulah mencoba menambah kegiatan seperti menjadi dosen tamu di salah satu perguruan tinggi jika memang menyukainya. 

4. Terus Mengurus Kenaikan Jabatan Fungsional 

Dosen yang ingin menjadi Profesor secepatnya juga harus terus mengurus kenaikan jabatan fungsional. Jika KUM sudah memenuhi dan syarat lainnya juga bisa dilengkapi, maka segera saja mengajukan kenaikan jabatan fungsional. 

Tidak hanya lewat jalur loncat jabatan, posisi Profesor bisa diraih namun juga melalui jalur reguler. Jalur reguler lebih mudah dan lebih realistis untuk diraih siapa saja, sehingga bisa diutamakan. Jadi, usahakan jabatan fungsional terus naik perlahan. 

5. Utamakan Riset Berkualitas Sambil Mengajar dan PKM 

Salah satu kunci untuk naik jabatan fungsional Lektor Kepala maupun Guru Besar (Profesor) adalah publikasi ilmiah, yaitu jurnal internasional bereputasi. Maka dosen harus fokus melaksanakan Tri Dharma, khususnya penelitian yang berkualitas. 

Melalui penelitian yang berkualitas maka dosen bisa dengan mudah menyusun karya tulis ilmiah berkualitas. Sehingga lebih mudah masuk meja redaksi jurnal internasional kredibel dan bisa terindeks ke database bereputasi. 

6. Fokus pada Roadmap Riset Sendiri

Kegiatan penelitian dosen memang tidak hanya bisa dilakukan secara mandiri, melainkan bisa dengan penelitian kolaborasi. Sehingga bisa saling bertukar ide brilian dalam penelitian dan menggunakan fasilitas penelitian yang lebih mumpuni. 

Hanya saja, jangan merasa bahwa ide dan fasilitas penelitian mitra jauh lebih baik. Dosen harus tetap fokus pada roadmap penelitian yang sudah disusun sebaik mungkin agar bisa diwujudkan. Supaya dosen bisa melakukan publikasi ilmiah berkualitas. 

7. Menjadi Profesor Tidak Bisa Dilakukan Sendiri 

Meskipun profesi dosen menjadi satu-satunya profesi dimana atas usaha sendiri bisa sampai ke puncak karir tanpa ada tindakan nepotisme sama sekali. Namun, harus diakui untuk mencapai puncak karir tidak bisa dilakukan sendiri. 

Maka dosen harus berusaha untuk mendapatkan restu dari berbagai pihak. Dimulai dari kedua orangtua, kemudian dukungan keluarga terdekat, rekan sesama dosen, mahasiswa bimbingan, dan juga pimpinan fakultas sekaligus pimpinan universitas. 

Dengan sejumlah tips meningkatkan jenjang karir menuju Profesor tersebut, maka seorang dosen bisa segera mencapai puncak karirnya. Meskipun tetap membutuhkan waktu, setidaknya memperbesar peluang menjadi Profesor di usia 50 tahunan bahkan kurang. 

Artikel Terkait:

Guru Besar UNY Ini Terkejut, Peroleh Penghargaan Dari MSU

UAD Tambah Guru Besar dan Dua Prodi Baru 

4 Tahapan untuk Berkarier Jadi Dosen sampai Jadi Guru Besar 

5 Perbedaan Kontras Antara Dosen Muda dengan Guru Besar

Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja