fbpx

Baru Memulai Karir Dosen? Simak Tips Ini

Baru Memulai Karir Dosen? Simak Tips Ini
(Sumber gambar ilustrasi: www.acaedu.net)

Awal karir dosen mungkin bisa jadi kenangan tak terlupakan di kemudian hari. Bagaimana pertama kali menghadapi mahasiswa dengan jumlah yang tak sedikit di satu kelas?. Bagaimana berbicara yang menarik agar menjadi pusat perhatian mahasiswa dan materi yang disampaikan mudah dipahami?. Bagaimana menjawab lontaran pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa kritis?.

Dosen baru harus membangun citra yang baik di hadapan mahasiswanya, sejak pertama bertemu.  Selain itu, seorang dosen tak hanya dituntut mampu menguasai materi, tetapi juga ada banyak hal yang harus dipelajari dosen baru, dalam memasuki dunia kampus dengan beragam karakter mahasiswanya?.

Nah, langkah-langkah apa saja yang diperlukan dosen muda atau yang baru saja memulai karirnya sebagai dosen?. Berikut tips dari Asni Furaida, lulusan S2 Belgrade University, Serbia yang baru dua tahun berprofesi sebagai dosen Sastra Inggris, di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang;

Yang pertama, adalah melaksanakan tugas dosen dengan baik dan berusaha mengerjakan pekerjaan dengan baik penuh rasa tangungjawab yang termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selanjutnya, siap beregenerasi dengan tetap mengambil hikmah ilmu kepada dosen yang lebih senior. Karena dari para dosen senior memperoleh pengalaman-pengalaman berharga yang belum tentu dijumpai.

Selalu menggali keilmuan dengan menambah waktu intens untuk belajar. Senantiasa meluangkan waktu untuk belajar, baik dari buku, jurnal, internet, dan lainnya.

Berikutnya, yaitu update terkait hal-hal yang berkaitan dengan bidang keahlian yang ditekuni. Jangan sampai seorang dosen tertinggal informasi berita maupun perkembangan teknologi.

Rajin membaca ragam buku, baik referensi, jurnal, karya ilmiah lain. Sebaiknya membuat jadwal pribadi, misalnya dalam sepekan harus ada berapa buku yang selesai di baca. Harus punya target minimal buku yang harus dibaca dan selesai.

Dosen juga harus aktif menulis, karena dari hasil menulis bisa diterbitkan menjadi sebuah buku ajar, buku referensi, jurnal, dan lainnya yang bermanfaat baik untuk masyarakat luas, mahasiswa, maupun sebagai bentuk prestasi dosen itu sendiri. Dengan menulis buku, keilmuan yang dimiliki juga tak akan luntur hilang ditelan waktu.

Selanjutnya, berkontribusi aktif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan melakukan pengabdian masyarakat. Membuat program-program yang nantinya bisa sebagai media pengaplikasian keilmuan yang dimiliki dosen.

Penguasaan teknologi informasi (internet) guna mendukung proses belajar mengajar dan pemutakhiran bidang ilmu. Dari internet banyak yang digali dosen. Segala informasi akan mudah diakses. Dan jangan sampai ketinggalan perkembangan teknologi dan informasi.

Meningkatkan bidang keahlian ilmu yang ditekuni. Misalnya dengan sering mengikuti seminar, studi banding, dan sharing ilmu diskusi dengan dosen-dosen senior.

Selain itu, juga penguasaan beragam strategi mengajar untuk kemulusan proses belajar mengajar. Mengetahui juga bagaimana cara menghadapi mahasiswa yang kritis aktif ataupun yang pasif.

Selalu melakukan inovasi dalam bidang ilmu yang digeluti. Menciptakan inovasi untuk kesejahteraan kehidupan manusia.

Dan, selalu menjaga niat dlam profesi dosen untuk mencerdaskan mahasiswa yang tak hanya dalam aspek penguasaan materi saja. Tetapi juga mencerdaskan dalam hal akhlak sehingga seimbang. Seorang yang cerdas tanpa akhlak yang baik, seperti layaknya orang yang berjalan pincang. Karena sesungguhnya mendidik atau mengajar adalah pekerjaaan kemanusiaan yang berat.

(duniadosen.com/TA)

Share ke sosial media

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081228474322