fbpx

Contoh Kajian Ilmiah yang Baik dan Benar

contoh kajian ilmiah
Ilustrasi: Freepik.com

Saat mencari contoh kajian ilmiah maka sama artinya sedang mencari contoh penelitian atau contoh dari hasil penelitian. Sehingga sama artinya juga dengan mencari contoh dari karya tulis ilmiah yang isinya memaparkan hasil suatu riset atau penelitian. Meskipun memakai dua bentuk kata yang berbeda, namun mengarah pada hal yang sama. 

Contoh dari kajian atau penelitian ilmiah tentunya diperlukan untuk beberapa hal. Misalnya ketika mencari referensi pada saat mempersiapkan kegiatan penelitian maupun menyusun laporan hasil penelitian. Sebab dengan memiliki contoh yang benar, maka bisa memastikan struktur dari kajian ilmiah yang disusun juga ikut benar. 

Pengertian Kajian Ilmiah 

Kajian ilmiah yang diketahui sama dengan penelitian ilmiah memiliki pengertian sebagai rangkaian pengamatan yang dilakukan secara sambung-menyambung dan terakumulasi dan kemudian melahirkan teori yang mampu menjelaskan maupun meramalkan fenomena-fenomena. 

Sehingga kegiatan penelitian akan berhubungan erat dengan kegiatan pengamatan. Pengamatan ini akan membantu menemukan suatu alasan atau penjelasan terjadinya suatu fenomena. Fenomena ini kemudian bisa dipahami dengan baik, bagaimana mengatasinya maupun mencegahnya. 

Hasil dari suatu penelitian akan mampu menjelaskan suatu kejadian atau fenomena dengan logis, dapat diterima oleh akal, dan bisa dipastikan kebenarannya. Berkat hasil penelitian tersebut maka ilmu pengetahuan bisa terus berkembang. Semakin banyak fenomena diketahui asal muasal atau penyebabnya. 

Sehingga membantu mengatasi efek atau dampak dari fenomena tersebut dengan baik, termasuk mengetahui cara pencegahan dan pemanfaatannya. Kegiatan penelitian kemudian dilakukan dengan berbagai tahapan dan membutuhkan berbagai alat maupun media bantu. Sekaligus bisa melibatkan banyak orang, baik di satu organisasi maupun antar organisasi. 

Dalam masa sekarang, melihat contoh kajian ilmiah yang sudah terbitkan maka bisa diketahui kolaborasi penelitian semakin luas. Tak hanya antar dosen dalam satu perguruan tinggi. Namun juga antar perguruan tinggi, yang kemudian tak hanya antar perguruan tinggi di dalam negeri akan tetapi juga sampai antar negara. 

Hal ini membuktikan bahwa kegiatan penelitian atau kajian ilmiah merupakan hal penting. Berkat pelaksanaannya maka berbagai masalah yang tadinya pelik bisa ditemukan solusinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, di mana semakin banyak alat bantu baik dalam bentuk alat fisik maupun aplikasi bisa memberi solusi hidup untuk lebih baik. 

Baca Juga: Mengenal Wahana Publikasi Karya Ilmiah

Tujuan Kajian Ilmiah 

Kegiatan kajian ilmiah yang menghasilkan berbagai contoh kajian ilmiah dan bisa diakses oleh masyarakat luas kemudian memiliki beberapa tujuan. Secara umum tujuan ini ada empat dan dikenal sebagai tujuan utama. Yaitu: 

1. Eksploratif (Penemuan) 

Tujuan utama yang pertama dari kegiatan kajian ilmiah atau penelitian ilmiah adalah eksploratif atau mendapatkan penemuan. Maksudnya adalah, kegiatan penelitian dilakukan untuk menemukan hal-hal baru dari suatu bidang. Sehingga berbagai bidang kemudian diangkat berbagai tema penelitian. 

Penemuan ini bisa dalam bentuk penemuan solusi baru untuk mengatasi suatu masalah. Penemuan juga bisa berupa mengetahui dengan pasti penyebab dari suatu kondisi atau masalah dan kemudian dicari solusinya. Selain itu, penemuan ini juga bisa berbentuk alat kerja, alat bantu, dan juga aplikasi. 

Setiap penelitian kemudian berhasil menemukan sesuatu dan pada akhirnya mencapai tujuan utama mendapatkan penemuan baru. Diharapkan penemuan ini bukan hanya sesuatu yang baru saja. Melainkan sesuatu yang juga bermanfaat dan mampu memberi solusi atas suatu permasalahan umum. 

2. Verifikatif (Pengujian) 

Tujuan utama berikutnya dari kegiatan penelitian yang menghasilkan banyak sekali contoh kajian ilmiah adalah untuk proses verifikatif atau pengujian. Artinya kegiatan penelitian ilmiah juga bisa ditujukan untuk melakukan pengujian atau mengecek kebenaran suatu hal dari suatu bidang. 

Pengujian kebenaran ini bisa dilakukan terhadap suatu teori yang dipaparkan oleh peneliti sebelumnya. Apa yang dipaparkan sudah tentu merupakan hasil penelitian dari peneliti tersebut. Supaya relevan dengan suatu kondisi atau dirasa hasil penelitian sebelumnya kurang pas, maka dilakukan pengujian. 

Selain itu, pengujian juga bisa dilakukan pada suatu hal yang sudah ada di suatu bidang untuk dipastikan kebenarannya. Tidak mengherankan jika dalam dunia penelitian, kegiatan penelitian bisa dilakukan bertahap dan diulang lagi meskipun sudah lewat sekian dekade. Sebab ada tujuan untuk melakukan verifikasi. 

3. Developmental (Pengembangan) 

Tujuan utama selanjutnya dari kegiatan penelitian ilmiah sesuai dengan  contoh kajian ilmiah yang ada adalah untuk development atau pengembangan. Artinya, kegiatan penelitian ilmiah juga bisa bertujuan untuk melakukan suatu pengembangan terhadap suatu hal di suatu bidang. 

Misalnya saja, suatu penelitian beberapa tahun silam diketahui bahwa sampah perlu diolah dengan cara dipisahkan berdasarkan jenis sampah tersebut. Kemudian dilakukan penelitian lagi dengan tujuan mengembangkan hasil penelitian tersebut. Sehingga ditemukan alat untuk membantu mengolah sampah yang sudah dipisahkan. 

Dari dua penelitian kemudian bisa didapatkan solusi untuk mengolah sampah, mulai dari pemisahan berdasarkan jenis. Pada penelitian berikutnya bisa ditemukan alat untuk mengolah sampah dari jenis tertentu yang sudah dipisahkan sesuai hasil penelitian sebelumnya. 

Penelitian dengan tujuan ini juga sering ditemukan pada proses pengembangan suatu alat. Misalnya alat bantu pemeriksaan penyakit pada tubuh manusia. Dulunya tim medis mengandalkan hasil sinar X yang dikenal dengan istilah rontgen. Namun kini alat untuk mendeteksi penyakit lebih kompleks, misalnya MRI yang memakai medan magnet. 

Artinya, pengembangan terhadap hasil suatu penelitian di suatu bidang penting dilakukan. Bahkan sama pentingnya dengan tujuan utama yang pertama yakni menemukan hal baru atau solusi baru. Pengembangan ini akan membantu mengembangkan IPTEK dan meningkatkan kesejahteraan manusia. 

4. Penulisan Karya Ilmiah (Tugas Akhir) 

Tujuan utama yang terakhir dari dilakukannya penelitian dan kemudian menghasilan contoh kajian ilmiah yang sudah terpublikasi adalah untuk penulisan karya ilmiah. Umumnya untuk tujuan menyelesaikan masa mengenyam pendidikan tinggi di jenjang S1, S2, maupun S3. 

Tugas akhir saat menempuh pendidikan tinggi adalah melakukan kegiatan penelitian dan menyusun hasil penelitian menjadi karya tulis ilmiah. Pada tingkat Sarjana maka tugas akhir disebut dengan istilah skripsi, sedangkan S2 disebut tesis, dan S3 disebut disertasi. 

Semua adalah jenis karya ilmiah yang dari segi tingkat kesulitan maka disertasi dianggap paling sulit. Sebab mahasiswa S3 dituntut untuk mandiri dan juga mengusung tema penelitian dengan unsur kebaruan di dalamnya. Meskipun begitu, baik skripsi maupun tesis juga punya kesulitan tersendiri. 

Sebagai tugas akhir, maka sifatnya wajib dan setiap mahasiswanya di akhir masa perkuliahan akan sibuk dengan penelitian dan penyusunan tugas akhir tersebut. Penelitian yang dilakukan pada dasarnya juga memiliki tujuan sebagaimana yang disebutkan di poin-poin sebelumnya. 

Baca Juga: Ciri-Ciri Karya Ilmiah dan Jenis-Jenisnya Secara Umum

Tahapan dalam Melakukan Kajian Ilmiah 

Selain memiliki beberapa tujuan, kegiatan penelitian atau kajian ilmiah juga memiliki beberapa tahapan. Tahapan ini secara umum ada tiga, yaitu: 

1. Konseptualisasi 

Tahapan pertama dalam kegiatan penelitian dan dalam rangka menghasilkan contoh kajian ilmiah yang dipublikasikan adalah konseptualisasi. Yakni tahap di mana menentukan konsep dari kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Hal ini mencakup proses mencari tema penelitian. 

Proses mencari tema penelitian sama artinya mencari suatu masalah yang kemudian bisa diangkat menjadi tema penelitian. Sebab pada dasarnya tema penelitian adalah suatu masalah yang perlu dicari penyebab dan solusinya. Dalam kegiatan penelitian, tema penelitian diutamakan yang sifatnya urgent dan memiliki dampak luas. 

Maksudnya adalah mencari suatu permasalahan yang perlu segera dicari solusinya. Selain itu mencari suatu permasalahan yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Dua hal ini yang kemudian menjadi standar oleh Kemendikbud bersama Ristekdikti untuk menjaring proposal penelitian calon penerima dana hibah penelitian. 

Tidak heran jika kebanyakan dosen atau peneliti mulai meneliti suatu hal baru, segar, dan sedang hangat diperbincangkan. Sebab dijamin memiliki unsur kebaruan dan juga dibutuhkan solusi yang sifatnya mendesak. Keputusan ini juga memberi tantangan, karena mengusung tema baru maka kegiatan penelitian bisa jadi lebih sulit. 

2. Operasionalisasi 

Tahapan selanjutnya adalah operasional yang mencakup proses persiapan kegiatan penelitian itu sendiri. Persiapan yang matang akan melancarkan kegiatan penelitian dan memaksimalkan hasil dari contoh kajian ilmiah yang nantinya akan dipublikasikan. 

Tahapan ini kemudian dimulai dari proses mempersiapkan segala bahan dan alat untuk melakukan penelitian. Sebab kegiatan penelitian bisa dilakukan di sebuah laboratorium maupun di lapangan. Beberapa juga perlu dilakukan di keduanya yang tentu memerlukan alat-alat yang mendukung. 

Inilah yang kemudian membuat semua perguruan tinggi perlu menyediakan fasilitas yang memadai bagi dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Mulai dari penyediaan ruang laboratorium lengkap dengan peralatannya, sampai penyediaan dana. 

Bagi PTN (Perguruan Tinggi Negeri) biasanya dana penelitian untuk para dosen di dalamnya berasal dari dana yang disediakan pemerintah melalui Kemendikbud. Sementara untuk PTS sifatnya mandiri, bisa datang dari dana khusus PT tersebut untuk penelitian dan bisa juga dari dana mitra dan dosen yang bersangkutan. 

3. Observasi 

Tahapan berikutnya adalah observasi, yakni proses pengamatan. Setelah tema penelitian ditentukan dan fasilitas juga sudah mendukung untuk dilaksanakan penelitian. Maka bisa langsung melaksanakan penelitian tersebut dengan pengamatan langsung terhadap objek penelitian. 

Jadi, ketika tema penelitian sudah ditentukan maka akan ditentukan pula objek penelitiannya. Misalnya saja penelitian mengenai masalah yang menyebabkan gagal panen di desa A. Maka pengamatan tentu dibatasi tidak untuk mengamati semua sawah dan semua petani di desa A tersebut. 

Melainkan diambil sampel dengan memilih antara dua atau lebih dari sawah dan petani. Hasil pengamatan kemudian dicatat dan ditarik kesimpulan mengenai penyebab dan mencari solusi terbaiknya. 

Pengamatan kemudian menentukan hasil dari penelitian yang dilakukan. Dalam tema penelitian tertentu, kegiatan observasi atau pengamatan perlu didukung oleh kondisi tertentu. 

Misalnya pada penelitian untuk pembuatan yogurt dari susu kedelai. Maka peneliti perlu memilih kedelai yang tepat, tak hanya dipastikan dari jenis kedelai unggul namun juga umurnya pas. Selain itu juga perlu dijaga kebersihannya supaya proses pembuatan yogurt ini bisa berhasil atau maksimal. 

Upaya menjaga kacang kedelai tetap steril kemudian melibatkan sejumlah peralatan. Prosesnya pun dilakukan di ruang tertutup dan idealnya di laboratorium yang bersih dan bebas kontaminasi. Artinya, beberapa bentuk penelitian butuh kondisi eksternal yang mendukung agar pengamatan akurat. 

Baca Juga: Mudahnya Menulis Jurnal Ilmiah yang Baik dan Benar

Berbagai Contoh Kajian Ilmiah 

Setelah memahami pengertian dan berbagai tujuan sekaligus tahapan dari kajian atau penelitian ilmiah. Maka untuk lebih mudah memahami dan siap melakukan penelitian langsung adalah dengan melihat berbagai contoh kajian ilmiah. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Contoh Kajian Ilmiah Pengolahan Sampah 

BAB I 

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang 

Sampah menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh masyarakat dunia. Penumpukan sampah bisa berdampak buruk bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan pencemaran udara maupun tanah. Berbagai masalah kesehatan muncul dipicu oleh dampak buruk sampah pada kesehatan. 

Kondisi ini tentunya membutuhkan solusi agar sampah tidak lagi menumpuk dan meminimalkan dampak seriusnya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah mendaur ulang sampah tersebut, sehingga penumpukan sampah bisa diminimalkan. 

  1. Rumusan Masalah 

Bagaimana cara yang tepat untuk memanfaatkan atau mendaur ulang sampah? 

  1. Tujuan Penelitian  

Diketahui cara yang tepat untuk mendaur ulang agar sampah tidak lagi menumpuk berlebihan. 

BAB II 

PEMBAHASAN 

Aktivitas harian manusia memang bisa memproduksi sampah, misalnya dari bekas kemasan bahan makanan yang diolah untuk dikonsumsi setiap hari. Belum lagi dengan sampah lain yang dihasilkan dari aktivitas lainnya. Perlahan sampah kemudian menumpuk khususnya untuk sampah yang tidak bisa diurai oleh bakteri di alam. 

Misalnya sampah plastik, kemasan botol, dan lain sebagainya. Beberapa jenis sampah tersebut pada dasarnya bisa didaur ulang sehingga penumpukannya bisa ditekan. Misalnya sampah plastik yang dikumpulkan kemudian diproses memakai mesin untuk diubah menjadi pot bunga, baskom, dan lain-lain. 

BAB III 

PENUTUP 

Kesimpulan 

Sampah yang diproduksi manusia atau masyarakat setiap harinya akan menimbulkan penumpukan sampah, khususnya sampah yang tidak bisa diuraikan oleh alam. Jenis sampah seperti ini bisa didaur ulang agar bisa dimanfaatkan kembali atau dijual karena memiliki nilai ekonomi tinggi. 

2. Contoh Kajian Ilmiah Penyakit Jantung 

BAB I 

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang 

Jantung diketahui sebagai salah satu organ vital di dalam tubuh manusia. Organ ini berperan dalam menyalurkan darah ke seluruh tubuh, yang berisi oksigen dan nutrisi dari makanan yang diserap oleh saluran pencernaan. Gangguan pada jantung akan menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. 

Sayangnya meskipun jantung merupakan organ dengan fungsi sangat vital, belum banyak masyarakat yang memperhatikan kesehatannya. Sehingga angka kematian akibat serangan jantung dan penyakit lain yang berhubungan dengan jantung cukup tinggi. 

  1. Rumusan Masalah 

Bagaimana cara menjaga kesehatan organ jantung? 

  1. Tujuan Penelitian 

Mengetahui cara menjaga kesehatan organ jantung dengan baik dan benar. 

BAB II 

PEMBAHASAN 

Minimnya kesadaran dan pemahaman dalam menjaga kesehatan organ jantung membuat jumlah penderita penyakit jantung cukup tinggi. Padahal untuk menjaga kesehatan organ jantung ini tidak sulit. Bahkan bisa dilakukan secara gratis dengan menerapkan sejumlah kebiasaan baik bagi kesehatan jantung. Diantaranya adalah: 

  1. Menghindari stres sebab kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan hormon adrenalin yang meningkatkan tekanan darah sehingga memperberat kinerja organ jantung. 
  2. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. 
  3. Mengatur pola makan agar sehat, karena makanan tertentu bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Seperti makanan tinggi lemak. 
  4. Melakukan aktivitas olahraga secara teratur. 

BAB III 

PENUTUP 

Kesimpulan 

Melalui kegiatan penelitian yang dilakukan maka bisa diketahui bahwa kesehatan organ jantung bisa dijaga dengan baik. Yakni dengan menjalankan gaya hidup sehat dengan melibatkan olahraga dan perbaikan pola makan. Mengutamakan makanan sehat dan tinggi serat adalah yang utama. 

Diharapkan dengan perbaikan pada gaya hidup maka kesehatan organ jantung lebih terjaga. Jumlah penderita penyakit jantung bisa menurun dan demikian juga dengan angka kematian akibat penyakit jantung tersebut.

Penulis: duniadosen.com/Pujiati 

Di tag :

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : duniadosenindonesia@gmail.com

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja